Ist.
Shela Viona
Hari ini tanggal 1 Desember bertepatan dengan hari AIDS sedunia. Adanya hari AIDS sedunia ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS yang disebabkan oleh virus HIV.
Penyakit ini menyerang sistem kekebalan tubuh manusia sehingga penderitanya dengan mudah mengalami diare kronis, infeksi jamur candida yang luas pada tubuh, tuberkolusis, dan lain-lain.
Penyakit-penyakit yang menggempur penderita AIDS membuat orang-orang disekitar cenderung menjauhi ODHA (Orang dengan HIV/AIDS).
Padahal kita belum tentu tahu penyebab tertularnya ODHA ini. Memang penyakit ini disebabkan oleh virus yang bisa menular. Tapi, penularannya tidak langsung saat kita berdekatan dengan ODHA, seperti saat makan bersama mereka, bepergian, atau melakukan agenda pertemanan lainnya. Jadi, bagaimana sikap kita yang seharusnya terhadap orang yang kita ketahui mengidap AIDS?
1. Beri mereka semangat
Terkena atau tertular HIV/AIDS menjadi bagian dari takdir Allah ta'ala. Kalau memang mereka terkena atau tertular karena perbuatan yang negatif, tentu harus segera bertaubat. Tetapi, terkena penyakit HIV/AIDS ini jangan lantas membuat ODHA berputus asa. Kita sebagai orang yang disekitarnya pun harus mengingatkan bahwa sebagai seorang muslim dilarang untuk berputus asa dari pertolongan Allah ta'ala. Tetaplah bersikap normal terhadap ODHA. Memang penyakit ini identik dengan kebobrokan moral yang mulai menjangkit di masyarakat, tetapi nggak lantas kita menutup mata dan hati pada penderitanya. Penyakit dan penyebabnya lah yang harus kita waspadai.
2. Jangan kucilkan mereka
ODHA memang terkena virus, tetapi bukan berarti kita memperlakukan mereka seperti virus yang menakutkan. Karena yang mengerikan bukan ODHA secara pribadi, tetapi virusnya. Maka, penting untuk kita tanamkan dalam diri kita yang masih sehat untuk menjauhi penyakitnya, bukan orangnya.
3. Beri mereka motivasi
Mereka yang kita ketahui pengidap HIV/AIDS tetaplah menjadi teman atau saudara kita. Jika memang kita ketahui mereka terkena HIV/AIDS karena sebab yang negatif seperti gonta ganti pasangan atau berbagi alat suntik sebagai pengguna narkoba, maka kita berkewajiban untuk mendorong mereka segera bertaubat, merenungi kesalahan-kesalahan mereka, memohon ampun atas kesalahan yang mereka lakukan pada Allah ta'ala, dan berusaha sekuat tenaga agar tidak terjerumus pada kesalahan tersebut, serta berusaha memperbaiki diri.
Penyakit dan penyebab HIV/AIDS inilah yang harus kita waspadai. Cara mencegah HIV/AIDS ialah dengan kita melakukan penyuluhan kepada masyarakat terutama pada anak usia remaja, karena anak usia remaja sangat mudah terpengaruh dengan lingkungan sekitarnya. Dan anak usia remaja merupakan bibit kita untuk merubah bangsa ini di kemudian hari. Dengan kita melakukan penyuluhan kepada masyarakat sama saja kita sudah mengurangi angka penderita HIV/AIDS dan lebih utamanya kita sudah mengurangi angka kematian akibat penyakit HIV/AIDS.***
Selamat Hari AIDS Sedunia, Semoga bermanfaat.
Penulis adalah Mahasiswa Unisi dan Sarinah GMNI Inhil
Opini