Menyoal Pemprovsu Tak Siap Menghadapi MEA
Jumat, 11 Des 2015 09:08
Tak pelak pemerintah pusat sangat optimis masyarakat Indonesia sangat siap menghadapi MEA tersebut. Namun, sikap optimis yang ditunjukkan pemerintah pusat menghadapi MEA itu tak dibarengi dengan kesiapan pemerintah daerah (Pemda), seperti Sumatera Utara (Sumut). Sebab, terlihat Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) seperti adem ayem menghadapi MEA itu. Pihak dewan pun merasa berang melihat sikap Pemprovsu tersebut.
Ini terlihat dari lontaran Ketua Panitia Khusus (Pansus) MEA DPRD Sumut, Ikrimah Hamidy yang mengaku prihatin dan miris melihat persiapan Pemda dan Pemprovsu dalam menyambut MEA. Ironisnya, sosialisasi MEA tidak sampai di daerah.
"Kesiapan pemerintah daerah menghadapi MEA memprihatinkan. Dari sisi anggaran sosialisasi MEA saja tidak ada baik di Pemprovsu maupun di pemerintah kabupaten/kota,"kata Ikrimah Hamidy. (Harian Analisa)
Dari kutipan berita ini, DPRD Sumut melihat Pemprovsu dan pemda terkesan "acuh" melihat MEA yang sudah di depan mata ini. Padahal, Sumut merupakan pintu gerbang Indonesia bagian barat. Secara otmatis, Sumut salah satu tempat sasaran bisnis yang menjanjikan. Ini juga dilihat cukup banyak perkembangan bisnis baik jasa maupun produk yang bermunculan di tempat ini.
MEA atau ASEAN Economic Comumunity (AEC) adalah bentuk integrasi ekonomi ASEAN dalam artian adanya sistem perdaganan bebas antara Negara ASEAN. Indonesia dan sembilan negara anggota ASEAN lainnya telah menyepakati perjanjian MEA .
Dengan mengacu pada Sumut menjadi pintu gerbang Indonesia bagian barat, harusnya lebih percaya diri. Ini juga tak terlepas dari peta topografi Sumut sangat berdekatan dengan Negara ASEAN lainnya. Ditambah dengan pembangunan infrastruktur baik udara maupun lautan semakin membaik, misalkan Bandara Kualanamu di Deliserdang. Bandara ini pun dianggap sangat bermanfaat besar bagi sektor perekonomian kedepannya.
Tak hanya itu, pembangunan Pelabuhan Kualatanjung di Batubara, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Simalungun. Kedua kawasan ini diprediksikan akan meningkatkan pendapatan baik di daerah maupun pusat. Memang prediksi ini sangat tepat, sebab berbagai pihak investor sudah menanamkan modalnya. Walaupun, kedua kawasan ini belum rampung sampai saat ini.
Jika berkaca dari pembangunan di kedua tempat tersebut, seharusnya Pemprovsu maupun bawahannya harus tampil lebih percaya diri. Karena dipastikan Sumut akan lebih dikenal di dunia internasional. Namun, menyambut MEA ini Pemprovsu masih terkesan santai. Pastinya, pihak DPRD Sumut melihat Pemprovsu dan jajarannya memandang tak ada kesiapannya.
Mungkin saja, kekhawatiran pihak dewan melihat Pemprovsu yang terkesan santai tak terlepas dari kesiapan negara lain lebih baik, misalkan di Singapura. Negara yang mayoritas menjual sektor jasa ini sudah membuat kawasan khusus teknologi. Beranjak dari Thailand sudah membuat strategi khsusus dalam menghadapi MEA tersebut.
Negara yang dijuluki Negeri Gajah Putih ini, telah mengembangkan kawasan perdagangan bebas untuk menghilangkan hambatan arus barang, dari sektor logistik. Sementara itu, Filipina sedang gencar-gencarnya meningkatkan mutu dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang ada. Selain itu Negara Jiran atau Malaysia, sudah sangat siap untuk memfokuskan kepada pembangunan pelabuhan sebagai sektor bisnis tersebut.
Dalam cetak biru MEA, ada 12 sektor prioritas yang akan diintegrasikan. Sektor tersebut berasal dari barang, seperti agro, elektronik, otomotif, perikanan, industri berbasis karet, tekstil dan industri berbasis kayu. Sementara itu, sektor lainnya yakni jasa, seperti transportasi udara, pelayanan kesehatan, pariwisata, logistik dan industri teknologi informasi. Berbagai bidang ini yang nantinya akan diimplementasikan dalam bentuk pembebasan arus barang, jasa, investasi dan tenaga kerja trampil.
Bangkitkan Isu MEA di Pilkada
Setidaknya ada 23 kabupaten/kota di Sumut yang akan menyelenggarakan pemilihan kepada daerah (Pilkada), pada 9 Desember ini. Pasangan calon (Paslon) setiap daerah tersebut akan bertarung untuk memperebutkan tahta tertinggi di daerah masing-masing. Berbagai visi dan misi sudah dilontarkan. Dipastikan, kesimpulan dari visi dan misi paslon tersebut akan menyejahterakan rakyat, meningkatkan mutu pendidikan, pembangunan daerah yang lebih baik dan lainnya.
Namun, isu MEA masih tak banyak terdengar. Sebab, dari amatan masih banyak visi dan misi paslon yang hanya memfokuskan kepada pembenahan daerah masing-masing. Ini bisa dikatakan sangat berbahaya bagi pemda sendiri maupun masyarakat. Karena ini menyangkut masyarakat luas dalam persaingan di dunia internasional yang sudah sangat dekat.
Ikrimah pun sempat mengajukan Isu MEA ini masuk dalam agenda Komisi Pemilihan Umum (KPU) setiap daerah pada debat terbuka sebelum pencoblosan. Sebab, ini merupakan momentum untuk mengingatkan kepada para pemimpin baru dan para masyarakat MEA sudah di depan mata. Masukan ini memang cukup baik, setiap paslon harus benar-benar paham untuk menghadapi MEA ini. Mereka sangat berperan sekali untuk memberikan terobosan yang sangat brilian dalam menghadapi MEA tersebut. Jika kita ingin bersaing dengan negara yang jauh sudah jauh lebih siap.
Apalagi, Sumut memiliki kekayaan potensi yang sangat beranekaragam dalam sumber alamnya. Pasalnya, Sumut memiliki lautan, pegunungan, danau, perkotaan, budaya dan lainnya. Perkembangan sektor pariwisata, industri, perkebunan dan lainnya pasti akan dibidik oleh negara lainnya. Sebab, cadangan alam di Sumut cukup terjamin untuk dikembangkan di kedepan harinya.
Untuk itu, setiap paslon sudah menyiapkan SDM yang harus berkualitas. Meningkatkan mutu pendidikan, pengembangan diri, dan berinovatif tentu harus didasarkan agar persaingan di MEA ini dapat berjalan dengan baik. Agar, Sumut dan pada umumnya Indonesia biar tidak menjadi penonton di rumah sendiri.
Kreatif dan Inovatif
Sangat miris memang mendengar lontaran dari anggota dewan tersebut kepada pihak Pemprovsu dan bawahannya yang tak siap menghadapi MEA tersebut. Memang lontaran itu dilihat dari realita faktanya tak ada kesiapan berarti. Bahkan, merefleksikan dari Pesta Danau Toba . Acara ini tak ada gaungnya. Seakan acara ini hanya sebatas pesta untuk masyarakat Karo dan sekitarnya. Padahal, awal Pesta Danau Toba ini gaungnya sampai di dunia internasional.
Jika Pesta Danau Toba ini menjadi acara yang sukses, tentu ini sebagai pertanda Sumut sangat siap menghadapi MEA tersebut. Sebab, pariwisata merupakan salah satu sektor yang cukup menjanjikan. Karena jika dikelola dengan baik, dipastikan pendapatan dari sektor ini cukup besar, seperti di Bali yang sudah sangat profesional dalam membuatnya. Selain sektor pariwisata tentu masih banyak lagi keunggulan Sumut.
Pemprovsu harusnya sadar bahwasanya SDM Sumut cukup kreatif dan sangat inovatif. Berbagai produk kerajinan tangan maupun industri telah dibuat. Sampai, produk itu sudah dijual ke negara lain. Seperti bidang tekstil, perkebunan, ukiran kayu dan lainnya. Sektor ini seharusnya menjadi unggulan Sumut.
Tinggal, kemampuan masyarakat Sumut yang sudah menjanjikan itu didorong dengan adanya bantuan dari Pemprovsu. Seperti, memaksimalkan bantuan pada produk usaha kecil menengah (UKM) dan membuat sertifikasi pada pekerja profesi. Sertifikasi ini sangat dibutuhkan agar bisa bersaing di MEA tersebut.(analisadaily.com)
Opini
Budaya Indonesia Masuk Ruang Digital, Ini yang Terjadi di Museum Nasional
JAKARTA - Pemerintah bersama sejumlah pihak swasta dan platform digital menghadirkan pameran serta aktivasi karakter kreatif yang terinspirasi budaya Indonesia di Museum Nasional Indone
Pasca Kecelakaan, Bos Danantara Tegaskan Evaluasi Total Sistem Keselamatan Kereta
JAKARTA â€" Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pad
Purbaya Akan Tanggung 100 Persen PPN Avtur
JAKARTA â€" Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian tiket pesawat
Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait
JAKARTA â€" Sebuah laporan mengklaim bahwa jet tempur lawas F-5 Angkatan Udara Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan mengebom pangkalan militer Camp Buehring di Kuwait dalam peran
Iran Ajukan Proposal kepada AS untuk Buka Selat Hormuz, Akhiri Perang
JAKARTA - Iran telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, dengan menunda negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya. Proposal