Jumat, 05 Jun 2026
  • Home
  • Opini
  • Pemerintah Resmikan Aplikasi 'Ayo ke Taman Nasional', Permudah Akses Wisata Alam Indonesia

Pemerintah Resmikan Aplikasi 'Ayo ke Taman Nasional', Permudah Akses Wisata Alam Indonesia

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 05 Jun 2026 09:57
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meluncurkan aplikasi Ayo ke Taman Nasional. Peluncuran aplikasi ini merupakan upaya transformasi digital sekaligus mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi dan layanan kunjungan ke taman nasional di seluruh Indonesia.

Peluncuran ini dilakukan dalam rangkaian pembukaan Indonesia Outdoor Festival (INDOFEST) yang dikenal sebagai momen ‘lebarannya para pendaki’, pada Kamis (4/6).

Raja Antoni mengatakan, Indonesia memiliki 57 Taman Nasional dan 143 Taman Wisata Alam, dimana tren kunjungan setiap tahunnya terus meningkat.

“Kunjungan ke Taman Nasional selalu naik tiap tahunnya. Ini menunjukkan tren yang menggembirakan bahwa anak-anak kita tidak hanya suka ke mall, tidak hanya mager main handphone di kamar masing-masing, tetapi outdoor activity sudah menjadi aktivitas mainstream yang setiap tahunnya meningkat,” kata Raja Antoni, Jumat (5/6).

Transformasi Digital dalam Pengelolaan Taman Nasional
Ia menegaskan, Kementerian Kehutanan memiliki tanggungjawab untuk memastikan kawasan konservasi yang dikunjungi masyarakat memberikan pengalaman yang aman dan nyaman.

“Saya sebagai Menteri Kehutanan memiliki tanggungjawab moral untuk memastikan taman nasional dan taman wisata alam yang bapak ibu kunjungi menjadi tempat yang aman, nyaman, dan memberikan pengalaman yang baik bagi seluruh pengunjung,” tegasnya.

Raja Antoni juga menyoroti pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan taman nasional. Ia mengungkapkan, saat pertama menjabat sebagai Menteri Kehutanan, sistem penjualan tiket di sejumlah kawasan konservasi masih dilakukan secara manual dengan sistem sobek tiket atau bonggol.

“Satu setengah tahun lalu saya masuk ke Kementerian Kehutanan, sistem tiketnya masih sistem sobek. Saya merasa ini tidak efektif, tidak efisien, sekaligus tidak transparan dan akuntabel,” ujarnya.

93 Persen Taman Nasional Telah Menerapkan Sistem Tiket Elektronik
Karena itu, ia terus mendorong percepatan digitalisasi layanan, hingga saat ini, 93 persen Taman Nasional telah menerapkan sistem tiket elektronik. Selain itu, Kemenhut juga terus mengatasi berbagai kendala infrastruktur di kawasan terpencil melalui pemanfaatan teknologi.

“Sekarang sudah 93 persen kita melakukan e-ticketing di taman nasional kita. Masih ada beberapa tempat yang mengalami kendala internet dan listrik, tetapi kami mencari teknologi yang paling efisien, termasuk pemanfaatan solar panel, sehingga di tempat-tempat terpelosok sekalipun kita bisa menawarkan layanan e-ticketing yang lebih baik,” jelasnya.

Melalui aplikasi Ayo ke Taman Nasional, masyarakat dapat membeli tiket masuk Taman Nasional, memperoleh informasi destinasi, serta mengakses berbagai layanan dalam satu platform terintegrasi.

“Hari ini saya dengan senang hati melaunching aplikasi Ayo ke Taman Nasional, sebuah platform yang kami harapkan dapat memudahkan masyarakat membeli tiket dan mencari informasi dengan lebih cepat," paparnya.

"Transformasi digital merupakan salah satu cita-cita yang kini telah berjalan sekitar 93 persen dan diperkuat dengan hadirnya aplikasi ini,”(merdeka.com).
Sumber: https://www.merdeka.com/peristiwa/pemerintah-resmikan-aplikasi-ayo-ke-taman-nasional-permudah-akses-wisata-alam-indonesia-580001-mvk.html?page=3

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.