- Home
- Pendidikan
- Di Papua, Menimba Ilmu Bermodal Sebatang Lilin
Pendidikan
Di Papua, Menimba Ilmu Bermodal Sebatang Lilin
Kamis, 29 Sep 2016 10:58
JAKARTA - Listrik bagi masyarakat di perkotaan merupakan kebutuhan pokok. Tak heran, meski sebentar, padamnya listrik dianggap sangat menghambat aktivitas hingga membuat sebagian merasa kesal atau jengkel.
Berbeda di Distrik Oklip, Kabupaten Bintang, Papua, listrik dianggap sebagai sebuah kemewahan bagi masyarakatnya. Ketika malam datang, hanya sedikit warga yang dapat menikmati terangnya lampu. Pasalnya, di sana hanya ada dua alat untuk menyalakan lampu, yaitu genset dan panel surya, dan tidak semua masyarakat memilikinya.
Seorang guru dari Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal (SM-3T), Yogi Suwondo menceritakan, lilin menjadi modal utama untuk penerangan, termasuk bagi siswa yang ingin belajar. Menurut dia, keterbatasan fasilitas tersebut tak mengurangi semangat murid-muridnya untuk menimba ilmu.
"Mereka membeli lilin dan digunakan belajar bersama," tuturnya disitat dari laman UNY, Kamis (29/9/2016).
Yogi mengungkapkan, salah satu siswa bernama Asep cukup membuatnya berdecak kagum. Sepulang sekolah, Asep memiliki kewajiban membantu orangtuanya berkebun. Padahal, jarak kebun tersebut jauh dari perkampungan warga.
"Kegiatan yang dia lakukan adalah membersihkan dan menggarap lahan, menanaminya dengan ubi, mencabuti rumput sampai memanennya. Ketika pekerjaan di kebun dirasa cukup dia dan orangtuanya kembali ke rumah," ucapnya.
Tak hanya Yogi, sarjana SM-3T lainnya, Dwi Septiana, Yayuk Widyastuti dan Suraban juga merasakan hal yang sama. Sebab, saking semangatnya belajar, para siswa tersebut datang untuk meminta jam tambahan pelajaran walaupun hanya dengan cahaya lilin.
Cowok yang lahir di Jambi 21 Oktober 1989 tersebut menambahkan, sebenarnya siswa di sana tidak bodoh, hanya nasibnya kurang beruntung karena minimnya fasilitas pendidikan. Selain itu, mereka juga kekurangan guru.
"Bahkan siswa yang tinggal di pedalaman harus berangkat sekolah setelah subuh dengan berjalan kaki dan sampai di rumah pada malam harinya," ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, Yogi berharap para pelajar di Papua tidak patah semangat untuk mengejar cita-citanya. "Walau hanya dengan sebatang lilin, siswa Papua bisa lebih maju dan menjadi generasi penerus bangsa yang lebih berkualitas dengan pendidikan. Semoga listrik segera masuk distrik Oklib," pungkasnya. (Okezone.com)
Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru
PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl
Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman
KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si
Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern
Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai
Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026
PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta
BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh