- Home
- Pendidikan
- Ingin Capai Gelar Tinggi Harus Pertimbangkan Kebutuhan
Pendidikan
Ingin Capai Gelar Tinggi Harus Pertimbangkan Kebutuhan
Jumat, 22 Apr 2016 12:17
JAKARTA - Saat ini memiliki gelar atau titel tinggi di usia muda bukan lagi menjadi hal yang aneh. Sebaliknya, para generasi muda justru berlomba-lomba melanjutkan kuliah, bahkan sampai ke luar negeri. Mereka menilai, gelar yang tinggi merupakan sebuah prestasi prestisius dan berguna bagi karier yang dijalaninya.
Menanggapi fenomena tersebut, Rektor Bina Nusantara (Binus) University, Profesor Dr Ir Harjanto Prabowo, MM berpendapat, pelajar harus mengetahui kebutuhan sebelum melanjutkan studi. S-1 dan S-2, ucap dia, merupakan jalur yang bersifat akademis. Sedangkan untuk skill berada pada Diploma I,II, III, dan IV dan S-2 serta S-3 terapan.
"Nah, bagi yang tidak mau di jalur akademis, ada jalur profesi. Jadi tak perlu S-2 atau S-3," terangnya kala berbincang dengan Okezone di Binus University, Jakarta, baru-baru ini.
Binus sendiri baru saja mendapat mandat dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) untuk membuka program profresi insinyur (PPI). Ayah dua anak itu mengungkapkan, PPI dibutuhkan lantaran kenyataan di lapangan orang yang bekerja di bidang engineering harus memiliki sertifikat, sedangkan saat S-1 masih bertitel sarjana teknik.
"Melalui mandat tersebut Binus nanti boleh memberi gelar insinyur. Dengan menjadi insinyur profesional, mau kerja di mana saja diakui. Apalagi sekarang kan sudah MEA. Adanya MEA bukan berarti bebas, tetapi kalau mau kerja di level tertentu harus ada kompetensinya," ucapnya.
Binus sendiri merasa senang dipercaya pemerintah untuk membuka program profesi insinyur mulai tahun ajaran baru mendatang. Pasalnya, hanya 40 universitas di Indonesia yang diberi mandat tersebut. Di sisi lain, kata Harjanto, bukan hal yang mudah menyiapkan program insinyur secara cepat, namun dengan standar dan kualitas yang mumpuni.
"Kami boleh berbahagia karena dipercaya melalui mandat ini. Tetapi, mandat itu berarti kerja keras. Dosen para program insinyur bukan dosen biasa karena mereka juga merupakan insinyur profesional. Saat ini Binus mengejar untuk menyelesaikan fasilitas yang dibutuhkan, pengajar, hingga melengkapi kurikulum," tuturnya.
Terkait jumlah mahasiswa yang akan diterima, lulusan sarjana Teknik Elektro Universitas Dipenogoro (Undip) tersebut menjelaskan, harus menghitung dan membicarakan lebih lanjut. Sebab, jangan sampai jumlah mahasiswa tidak sebanding dengan kemampuan Binus.
"Jumlah sarjana teknik banyak, yang mau lulus juga banyak. Pemerintah sendiri dalam memberi mandat kepada swasta itu tidak diberi bantuan dana. Sehingga harus dipikirkan Binus mampunya menerima berapa mahasiswa. Juga disesuaikan dengan apa yang kami punya. Misalnya, di sini ada teknik industri, sipil, komputer, dan teknologi pangan. Sementara kami tak punya jurusan teknik peternakan, jadi untuk insinyurnya tidak bisa. Yang penting menyiapkan semuanya dengan teliti dan penuh kesungguhan," pungkasnya. (okezone.com)
Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru
PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl
Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman
KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si
Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern
Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai
Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026
PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta
BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh