- Home
- Pendidikan
- Insting, Cara Mahasiswa Unair Peduli Tunagrahita
Pendidikan
Insting, Cara Mahasiswa Unair Peduli Tunagrahita
Kamis, 09 Jun 2016 10:43
JAKARTA - Desa Sidoharjo di Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dari luar tampak seperti desa-desa pada umumnya. Namun siapa sangka, wilayah ini ternyata dikenal sebagai kampung tunagrahita. Pasalnya, populasi tunagrahita di Desa Sidoharjo cukup tinggi, yakni mencapai 323 orang.
Saat ini, keberadaan tunagrahita sendiri dilindungi undang-undang dan mendapat dukungan dana dari berbagai pihak. Sayangnya, karena keadaannya, mereka belum bisa memaksimalkan kemampuan dirinya, terutama di bidang kesehatan.
Melihat kondisi tersebut, beberapa mahasiswa Pendidikan Ners, Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga (Unair) tergerak untuk mengajak para tunagrahita di Desa Sidoharjo untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Mereka kemudian menjalankan program tersebut melalui Insting (Independent Skill Training).
Empat mahasiswa Unair tersebut adalah Fitria Budiarti, Enis Rezqi Maulida, Magita Novita Sari, dan Putri Mei Sundari. Dalam implementasinya, Tim Insting memiliki delapan program kegiatan, mulai dari sosialisasi kegiatan hingga kunjungan ke rumah-rumah. Agar koordinasi dengan pejabat setempat berjalan baik dan implementasi berjalan optimal, mereka pun memutuskan menyasar tunagrahita di Dusun Klitik, Desa Sidoharjo.
"Karena lebih banyak pejabat dan perangkat desa yang tinggal di Klitik, maka kami akhirnya memilih dusun itu sebagai desa sasaran. Di sana, kami mendampingi sepuluh tunagrahita agar pelaksanaan lebih efektif. Kalau berhasil, kami berharap itu bisa menjalar ke desa lain," tutur Fitria disitat dari laman Unair, Kamis (9/6/2016).
Fitira menceritakan, para tunagrahita itu diajarkan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, bercocok tanam, dan memanen sayuran untuk memenuhi kebutuhan gizi individu dan keluarga. Dia berharap, program Insting dapat membentuk sikap dan tingkah laku tunagrahita yang berkarakter mandiri sehingga kehidupan yang layak pun terwujud.
Berkat gagasannya peduli dengan penyandang tunagrahita, Tim Insting melalui program kreativitas mahasiswa bidang pengabdian masyarakat berhasil lolos pendanaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) 2016.
"Indikator keberhasilan program kami adalah ketika ketergantungan tunagrahita terhadap keluarga berkurang. Selain itu, ada juga program kami yang telah diadopsi oleh warga setempat. Karena kader juga terus melatih tunagrahita untuk menjadi mandiri. Dan, angka kesehatan juga meningkat," pungkas Fitria. (okezone.com)
Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru
PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl
Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman
KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si
Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern
Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai
Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026
PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta
BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh