Minggu, 14 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Kak Seto : Penting Pemenuhan Hak Anak atas Kecukupan Gizi

Pendidikan

Kak Seto : Penting Pemenuhan Hak Anak atas Kecukupan Gizi

Minggu, 31 Mar 2019 09:36
JAKARTA - Psikolog, pakar tumbuh kembang anak, yang juga Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak DR. Seto Mulyadi menegaskan perlunya dukungan gizi yang baik untuk mendorong anak agar berprestasi.

"Banyak hal yang mempengaruhi anak berprestasi mulai dari pola pendidkan, kondisi fisik, lingkungan serta asupan gizi yang cukup untuk perkembangan otak anak. Kita harus mengenali potensi anak sejak dini dan makanan bergizi sangat mempengaruhi perkembangan prestasi anak," ujar Kak Seto sapaan akrab Seto Mulyadi saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (30/3/2019).

Penelitian beberapa pakar gizi dari UI dan IPB termasuk Prof Dr Ahmad Sulaeman dalam artikel yang diterbitkan oleh British Journal of Nutrition, mengatakan bahwa 8 dari 10 anak Indonesia kekurangan asupan DHA jika mengacu pada standar WHO. 

Penelitian yang dilakukan berdasar dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 itu menemukan bahwa 8 dari 10 anak usia sekolah Indonesia yang berumur 4-12 tahun kekurangan asupan nutrisi otak karena asupan asam lemak esesial (Essential Fatty Acid) khususnya asupan DHA dan Omega 3 yang lebih rendah dibanding angka acuan dari WHO.

Penelitian PISA dari OECD tahun 2018 menyebutkan bahwa kemampuan matematika dan science pelajar Indonesia berada diurutan peringkat 62 dunia - bahkan dibawah Vietnam. Hal ini tentu saja menjadi keprihatinan bagi masa depan anak Indonesia. Sementara itu penelitian Kemendikbud juga menyatakan bahwa daya kemampuan berfikir anak Indonesia masih dibawah negara-negara maju di Asia seperti Korea dan Jepang meskipun waktu belajar anak Indonesia di sekolah lebih lama dibandingkan pelajar di negara lain.

Menteri Kesehatan (Menkes) RI Nila F Moeloek dalam diskusi Pentingnya Kerja sama Stakeholder untuk Perbaikan Gizi Indonesia, di Jakarta bulan lalu menyatakan pentingnya pemahaman pemenuhan gizi juga harus diberikan pada guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan masih banyak guru PAUD kurang paham dengan pemenuhan gizi anak-anak.

"Gurunya sendiri tak paham tentang pengetahuan gizi. Gerakan pemahaman pemenuhan kebutuhan gizi juga harus menyasar guru PAUD, tidak hanya anak-anaknya," jelasnya (bam)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:53

    Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru

    PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl

  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:30

    Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman

    KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si

  • Jumat, 13 Mar 2026 16:35

    Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern

    Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai

  • Rabu, 11 Mar 2026 08:53

    Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026

    PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta

  • Sabtu, 07 Mar 2026 10:25

    BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru

    PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.