- Home
- Pendidikan
- Kampus Ini Sukses Dipimpin Rektor Asing
Pendidikan
Kampus Ini Sukses Dipimpin Rektor Asing
Rabu, 08 Jun 2016 13:14
JAKARTA - Wacana pemerintah merekrut warga negara asing (WNA) untuk dijadikan sebagai rektor perguruan tinggi negeri (PTN) menuai banyak kritik. Hal tersebut dinilai dapat merendahkan harga diri bangsa dan belum tentu menjamin kampus menjadi lebih baik.
Sedangkan salah satu maksud wacana ini, yakni guna mendorong kampus Tanah Air menjadi berkelas dunia. Hal tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, beberapa kampus di dunia tenyata sukses meningkatkan kualitasnya saat dipimpin oleh rektor asing.
Berikut ini contoh kampus yang memiliki rektor asing tersebut.
1. King Abdullah University of Science and Technology (KAUST)
KAUST merupakan universitas pascasarjana yang hanya menyediakan program master (S-2) dan doktor (S-3). Kampus berbasis riset dan berskala internasional itu terletak di kota Thuwal, Mekkah, Arab Saudi. Berdasarkan QS World Ranking, kampus ini masuk 200 besar dunia untuk bidang teknik.
Siapa sangka, rektor pertama universitas yang berdiri pada 23 September 2009 itu bukanlah warga negara Arab Saudi, melainkan orang Singapura, yaitu Profesor Shih Choon Fong. Dia merupakan mantan rektor National University of Singapore (NUS). Kemampuannya menciptakan kampus riset unggulan tidak diragukan lagi. Kepemimpinannya selama kurang lebih lima tahun mampu membawa KAUST menjadi kampus, termasuk fakultasnya diakui secara internasional.
Setelah Profesor Shih Choon Fong, kepemimpinan KAUST kemudian digantikan oleh Jean-Lou Chameau, seorang doktor asal Prancis. Dia juga merupakan mantan rektor dari California Institute of Technology (Caltech) Amerika Serikat (AS). Hingga saat ini, Dr Jean-Lou masih menjabat sebagai rektor KAUST. Dr Jean-Lou berkomitmen untuk meningkatkan keunggulan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mempromosikan pendekatan multidisiplin dalam penelitian dan pendidikan.
2. Nalanda University
Nalanda University merupakan kampus yang terletak di Rajgir, Bihar, India. Sempat hancur karena penjajahan, kampus ini kembali dibangun oleh sekelompok negarawan dan tokoh agama yang dipimpin oleh pemenang nobel, Amartya Sen. Fokus pembelajaran di Nalanda University adalah dalam bidang humaniora, ekonomi dan manajemen, integrasi Asia, pembangunan berkelanjutan, dan bahasa.
Amartya Sen kemudian menjadi rektor pertama Nalanda University. Namun, dia tidak melanjutkan memimpin kampus di masa jabatan kedua. Posisi rektor kemudian dijabat oleh Mantan Menteri Luar Negeri Singapura, George Yeo sejak 2015 hingga sekarang.
Dalam memimpin nalanda University, George Yeo berperan sebagai kunci dalam menghidupkan kembali proses pembelajaran di sana dan mendapat banyak pujian lantaran kontribusinya terhadap hubungan masyarakat. (okezone.com)
Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru
PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl
Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman
KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si
Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern
Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai
Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026
PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta
BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh