Selasa, 23 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Kartini Masa Kini, Sedekah Suara untuk Buku Audio Tunanetra

Pendidikan

Kartini Masa Kini, Sedekah Suara untuk Buku Audio Tunanetra

Kamis, 21 Apr 2016 13:33
okezone.com
Nuning Purnamaningsih saat melatih public speaking.

JAKARTA - Titik balik emansipasi wanita tak bisa lepas dari sosok Raden Adjeng Kartini atau yang kita kenal RA Kartini. Melalui perjuangannya, kini seluruh perempuan Indonesia tak lagi terbelenggu oleh kegiatan reproduktif semata, melainkan juga berhak meraih pendidikan dan cita-cita setinggi mungkin. Guna menghormati jasa-jasa penulis Buku Habis Gelap Terbitlah Terang itu, hari kelahirannya, yakni 21 April rutin diperingati sebagai Hari Kartini.

Seiring bergantinya zaman, semangat Kartini hendaknya harus tetap tertanam di benak seluruh wanita Indonesia. Tentu bukan lagi memperjuangkan untuk memperoleh pendidikan, tetapi bagaimana berkontribusi terhadap pendidikan dan juga bangsa. Hal tersebutlah yang dilakukan oleh salah satu sosok Kartini masa kini, Nuning Purnamaningsih.

Nuning, begitu dia akrab disapa, adalah ibu dari lima orang anak yang sehari-hari berprofesi sebagai penyiar radio. Selama hari kerja, sejak pukul 05.00 pagi dia sudah melakukan siaran di salah satu radio fm Ibu Kota. Sedangkan di akhir pekan, Nuning memandu salah satu program radio bertajuk Pramuka bagi generasi muda.

Siapa sangka, di balik suaranya yang merdu itu Nuning juga melakukan berbagai kegiatan sukarela. Selama 10 tahun belakangan, setiap Senin sampai Rabu siang, wanita kelahiran 17 Januari 1956 itu menjadi volunteer merekam isi tulisan dari berbagai buku untuk para penyandang tunanetra.

"Iya memang sudah rutin menjadi sukarela di Mitra Netra. Entah sudah berapa buku yang sudah saya rekam. Dari mulai buku pelajaran sampai motivasi. Kemudian rekaman isi buku itu disebarkan di 32 provinsi untuk bisa dimanfaatkan," tuturnya kala berbincang dengan Okezone melalui sambungan telefon, baru-baru ini.

Di Mitra Netra, Nuning juga bertindak sebagai pengajar public speaking untuk membekali kemampuan berkomunikasi anak-anak di sana. Menurut dia, meski tak mampu melihat, namun mereka memiliki semangat yang luar biasa. Apalagi, anak-anak tersebut sudah tidak menganggap tunanetra bukanlah sebuah kutukan, melainkan hal yang harus diterima.

"Itu membuatku menjadi bersyukur mendapat kelebihan dari Yang Maha Kuasa. Mereka saya ajarkan public speaking, vokal, penampilan, dan sebagainya karena untuk mendengar, mereka tidak ada masalah. Jika mereka punya skill menerima telefon yang bagus bisa kerja di bank, atau malah jadi MC. Tapi memang kita harus bisa menyesuaikan bagaimana caranya supaya mereka paham dengan bahasa telinga. Karena tidak mungkin menggunakan slide atau visual," paparnya.

Selain kegiatan sukarela di Mitra Netra, ibu yang lahir di kota pelajar Yogyakarta itu juga membuka konseling bagi siapa pun melalui sambungan telefon. Bahkan dia sampai menjadwalkan waktu konseling, yakni di setiap Selasa. Tak tanggung-tanggung konseling gratis itu sudah dijalaninya sejak 1980.

"Konseling itu untuk saya sebagai penampung keluh kesah untuk siapa pun. Yang melakukan konseling macam-macam, misalnya untuk membantu keluarga yang anaknya terkena narkoba. Itu kan tidak mudah bagi mereka," ucapnya.

Sedangkan setiap Jumat, dia sisihkan waktu untuk menerima tawaran dari institusi atau kelompok untuk belajar gratis. Menurut dia, Jumat adalah hari baik untuk saling berbagi. Meskipun lagi-lagi yang Nuning ajarkan berkaitan dengan suara merdunya, yakni public speaking.

"Belajarnya di mana saja, misalnya lima sampai 10 orang panggil saya, tentu akan disediakan waktu itu seharian. Karena belajar MC atau public speaking juga perlu praktik. Saya menyebut kegiatan itu sebagai personal social responsibility atau PSR, jadi seperti perusahaan ada CSR," ujarnya.

Bersedekah melalui suara merupakan wujud rasa syukur Nuning terhadap kelebihan yang diberikan Tuhan. Sudah 42 tahun dia berkecimpung di dunia radio. Pasalnya, radio merupakan media yang bisa memberikan inspirasi dan semangat bagi masyarakat luas melalui suara. Begitu juga tugas sukarelanya. Nuning bahkan berkomitmen akan terus melakukan kegiatan volunteer tersebut seumur hidupnya.

Disebut sebagai sosok Kartini masa kini, wanita berusia 60 tersebut merasa jika dia lebih tepat sebagai guru era baru. Dia berpendapat, RA Kartini pada masanya dulu memperjuangkan kesetaraan pendidikan sehingga perempuan bisa sekolah. Sedangkan Kartini era sekarang, yakni memperjuangkan pendidikan dengan menjadi pendidik.

"Semangat Kartini perlu diartikan bahwa perempuan tumbuh memiliki karakter, prinsip, martabat, dan mandiri. Pendidik itu bukan berarti harus jadi guru. Seorang ibu juga pendidik bagi anak-anaknya. Saya juga dari dulu tidak ada niat menjadi guru sampai sekarang. Tetapi bagaimana bisa bermanfaat bagi orang lain tanpa harus mengharap feedback," jelasnya.

Nuning mengungkapkan, memperingati Hari Kartini harus disertai dengan cara memasukkan ruh Kartini ke dalam setiap perempuan supaya mereka tahu apa yang telah diperjuangkan oleh RA Kartini di masa lalu. Terkait menggunakan baju kebaya, dia pun turut menyambut positif karena itu merupakan salah satu bentuk melestarikan budaya Tanah Air.

"Banyak cara untuk berbagi. Menjadi guru tak harus berprofesi sebagai guru. Begitu juga menjadi pendidik juga tak harus di kelas. Kalau pendidikan formal tentu kita serahkan ke sekolah, tetapi memperjuangkan pendidikan itu harus dengan jadi pendidik, baik itu dimulai dari keluarga atau lingkungan sekitar," tukasnya. (okezone.com)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:53

    Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru

    PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl

  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:30

    Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman

    KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si

  • Jumat, 13 Mar 2026 16:35

    Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern

    Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai

  • Rabu, 11 Mar 2026 08:53

    Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026

    PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta

  • Sabtu, 07 Mar 2026 10:25

    BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru

    PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.