- Home
- Pendidikan
- Kemdikbud Siapkan Guru Bagi Anak TKI
Pendidikan
Kemdikbud Siapkan Guru Bagi Anak TKI
Jumat, 03 Jun 2016 13:11
KUALA LUMPUR - Pemerintah Indonesia akan mengirimkan guru-guru yang siap memberikan pelajaran kepada anak-anak tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri yang telah memasuki usia sekolah.
"Berapa pun jumlahnya akan kami siapkan. Pemerintah akan mengirimkan guru-guru sesuai dengan kebutuhannya," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan disela-sela "World Economic Forum" (WEF) di Kuala Lumpur, Malaysia, seperti dilansir Antara, Jumat (3/6/2016).
Menurut dia, jika sudah ada tempat (sekolah), ada izin dan penyelenggaranya, maka pemerintah akan mengirimkan para pengajarnya sebab yang berminat cukup banyak.
"Tenaga pengajarnya sudah ada dan yang mau pun banyak. Jadi tidak akan kekurangan tenaga pengajarnya. Yang penting penyelenggaranya harus ada," ucapnya.
Dijelaskannya, Kemendikbud sudah memiliki daftar nama-nama yang siap untuk menjadi guru-guru untuk anak-anak TKI di sejumlah negara. Untuk pendidikan, lanjut Anies, biaya bukanlah masalah, karena memang sudah terukur dan menjadi kebijakan pemerintah untuk menyediakannya.
Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak di Kuala Lumpur, Rabu (1/6), membahas beberapa hal termasuk mengenai pendidikan anak-anak TKI di Sarawak, Malaysia.
"Beberapa hal dibicarakan termasuk mengenai pendidikan anak-anak TKI yang berada di wilayah Sarawak dengan merealisasikan sekolah Indonesia di wilayah tersebut seperti CLC (community learning center)," ungkap Wapres Kalla.
Dikatakannya, Sarawak memang punya aturan tidak mengizinkan Konsulat Jenderal RI di Kuching mendirikan sekolah. Namun, pihak perusahaan yang mempekerjakan TKI dan terdapat anak-anaknya bisa mengajukan izin ke pihak pemerintahan di sana.
Dubes Herman Prayitno mengatakan Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak akan memberitahukan kepada pihak perusahaan seperti Sime Darby dan Felda agar segera mendaftarkan untuk penyediaan tempat pendidikan (CLC) untuk anak-anak TKI.
"Di Sarawak, perusahaan seperti Sime Darby dan Felda yang bisa mengajukan izin pendirian pusat pendidikan untuk anak TKI," ucapnya.
Meski demikian, lanjut dia, dalam pelaksanaannya akan dikelola oleh pihak Indonesia seperti Konjen Kuching, Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Dubes Herman menambahkan jumlah CLC tersebut nantinya disesuaikan dengan wilayah Sarawak yang banyak anak-anak Indonesia.
"Jumlah anak TKI di Sarawak tidak sebanyak di Sabah. Mungkin sekitar 10 ribuan," tuturnya.(okezone.com)
Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru
PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl
Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman
KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si
Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern
Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai
Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026
PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta
BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh