Selasa, 23 Jun 2026

Pendidikan

Orangtua Siswa Protes Pungutan Biaya Jelang UN

Kamis, 31 Mar 2016 13:36
okezone.com
ilustrasi

CIANJUR - Sejumlah orang tua siswa SMPN 1 Cugenang Kabupaten Cianjur mengeluhkan adanya pungutan sebesar Rp 30.000 per siswa oleh pihak sekolah. Alasannya pungutan tersebut sebagai sumbangan untuk pelaksanaan try out Ujian Nasional bagi kelas IX.

"Dalihnya untuk biaya try out selama dua kali baik yang dari lokal maupun provinsi. Kami sebenarnya keberatan adanya kebijakan sekolah seperti itu. Setahu kami bahwa untuk try out pengadaanya sudah dialokasikan dalam dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tapi kenapa masih juga memungut kepada para siswa?," kata salah seorang wali murid yang minta tidak disebut identitasnya kepada Galamedia, dikutip PR Online, Kamis (31/3/2016).

Diakuinya, sebelumnya sejumlah orang tua sempat diajak musyawarah dengan pihak sekolah. Dari masyawarah yang hadir, banyak mereka yang menyetujui adanya sumbangan sebesar Rp 30.000,00 untuk pengayaan biaya try out. "Ya memang kalau didepan pada setuju, kebanyakan hanya ikut-ikutan saja. Padahal dibelakang sebenarnya banyak yang keberatan," katanya.

Sebagai salah satu orang tua menyayangkan adanya kebijakan permintaan sumbangan untuk try out yang sejatinya sudah ada anggaran dari dana Bos. "Setahu saya dari sejumlah orang tua, baru kali ini ada permintaan sumbangan untuk try out. Kepala Sekolah sebelumnya tidak pernah ada permintaan seperti ini. Mereka lebih faham, karena kondisi ekonomi orang tua yang terbatas. Baru kali ini terjadi, setelah Kepala Sekolahnya baru," paparnya.

Kepala Sekolah SMPN 1 Cugenang, Heny Mulyani tidak menmpik adanya pungutan dana dari setiap siswa klas XI untuk biaya pelaksanaan try out. Pihaknya berkilah semuanya sudah berdasarkan musyawarah dengan orang tua, meski tidak semua orang tua ikut hadir dalam musyawarah.

"Semuanya sudah berdasarkan musyawarah dengan orang tua, lagian tidak semuanya bayar. Hanya mereka yang mampu saja yang bayar. Banyak juga yang tidak bayar," kata Heny saat dihubungi, Rabu, 30 Maret 2016.

Heny berkilah, permintaan sumbangan tersebut dilakukan setelah berhitung anggaran yang ada dari Bos tidak mencukupi. "Seteah dihitung pengayaan soal dan lainnya, ternyata tidak mencukupi, makanya dikembalikan ke orang tua siswa dan mereka menyetujui memberikan bantuan," kilah Heny.

Meski permintaan sumbangan itu bukan atas inisiatifnya, namuan ia mengetahui dan menyetujui. "Saya tidak begitu jelas, sebaiknya hubungi bagian panitia try out, biar lebih jelas. Saya hanya mengetahui adanya permintaan sumbangan itu dan disetujui orang tua siswa," ucapnya. (okezone.com)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:53

    Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru

    PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl

  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:30

    Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman

    KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si

  • Jumat, 13 Mar 2026 16:35

    Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern

    Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai

  • Rabu, 11 Mar 2026 08:53

    Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026

    PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta

  • Sabtu, 07 Mar 2026 10:25

    BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru

    PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.