- Home
- Pendidikan
- Potret Pendidikan di Kampung Kusta, Sekolah Hanya Berisi 7 Siswa
Pendidikan
Potret Pendidikan di Kampung Kusta, Sekolah Hanya Berisi 7 Siswa
Senin, 19 Sep 2016 14:24
MOJOKERTO - Wajah dunia pendidikan begitu memprihatin terlihat di SDN Tanjungkenongo 2. Betapa tidak, sekolah yang berada di Desa Tanjungkenongo, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur itu hanya dihuni oleh segelintir siswa. Ketakutan akan tertular penyakit kusta membuat siswa enggan menimba ilmu di sekolah itu.
Di ruang 6 x 7 meter persegi yang disekat papan kayu itu, Putra Ari Yudistira, (9) tampak serius mendengarkan arahan dari sang guru. Kendati hanya berdua dengan temannya, namun hal itu tak menyurutkan niatnya untuk menimba ilmu.
Image sebagai sekolah penyandang kusta membuat sekolah ini menjadi terpinggirkan. Padahal, saat ini SDN Tanjungkenongo 2 sudah menjadi sekolah umum dan berada dalam naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto.
"Dulu teman saya ada tiga orang saat kelas 1. Namun ketika kelas 3, satu teman saya yang perempuan pindah. Sekarang tinggal dua orang," kata Putra menceritakan kondisi sekolahnya selama tiga tahun belajar di SDN 2 Tanjungkenongo, belum lama ini.
Kendati hanya berdua saja, namun hal itu tak menyurutkan niat Putra untuk melanjutkan pendidikannya. Ia mengaku enjoy meskipun terkadang rasa kesepian itu datang menyerangnya dan membuatnya enggan masuk ke sekolah.
"Senang sebenarnya sekolah di sini, karena gurunya baik. Tapi bosan juga kadang-kadang, karena temannya sedikit. Pengennya punya banyak teman jadi sekolahnya ramai," imbuh Putra.
Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Tanjungkenongo 2, Suharno menuturkan, minimnya murid yang menimba ilmu di sekolah tersebut sudah terjadi sejak tiga tahun silam. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, kurang dari 50 siswa yang belajar di tempat itu.
"Tahun 2013 itu hanya 30 orang, kemudian turun menjadi 20 orang, dan sekarang tinggal 7 orang. Kelas 1 ada 1 siswa, kelas 2 tidak ada, kelas 3 ada 2 siswa, kelas 4 ada 1 siswa, kelas 5 ada 2 siswa dan kelas 6 ada 1 siswa," terangnya saat ditemui Okezone.
Sekolah yang didirikan tahun 1985 ini terdapat tiga bangunan ruangan yang digunakan sebagai tempat belajar mengajar. Hanya sekat kayu lapis yang memisahkan antara kelas satu dengan lainnya. Mirip sekolah di tempat penampungan.
"Pada awal-awalnya, ada sekitar 80 siswa yang belajar di sini. Karena sekolah ini memang didirikan untuk anak keturunan penderita penyakit kusta. Namun itu dulu, sekarang sudah menjadi sekolah umum. Kalau dulu memang berada di dalam naungan Dinas Sosial Provinsi," tambahnya.
Menurut Suharno, alasan warga enggan menyekolahkan anaknya ke sekolah itu lantaran masa lalu sekolah tersebut. Warga mengaku takut anak-anak mereka tertular penyakit kusta. Selain itu, anak dari keturunan penderita kusta saat ini juga sudah bisa masuk di sekolah umum.
"Persoalan itulah yang membuat warga memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah lain. Meskipun jaraknya sangat jauh. Padahal, sekolah ini sudah steril dari penyakit kusta," terangnya.
Padahal, lanjut Suharno, tenaga guru di sekolah ini tergolong cukup. Menurutnya, ada 10 tenaga guru yang mengajar di tempat itu. 6 di antaranya berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sedangkan 4 lainnya guru tidak tetap (GTT).
"Kedepan kami dengan perangkat desa akan melakukan sosialisasi kepada warga. Sehingga, kami harapkan warga tidak takut lagi menyekolahkan anaknya di sini. Dan sekolah ini bisa berkembang kembali seperti dulu," jelas Suharno meyakinkan. (Okezone.com)
Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru
PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl
Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman
KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si
Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern
Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai
Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026
PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta
BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh