Selasa, 05 Mei 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Solusi Kemdikbud agar Korban Banjir Garut Tetap Sekolah

Pendidikan

Solusi Kemdikbud agar Korban Banjir Garut Tetap Sekolah

Jumat, 23 Sep 2016 12:40
MNC Media
Banjir bandang di Garut

JAKARTA - Akibat banjir bandang yang terjadi di Garut, sejumlah fasilitas umum pun lumpuh, termasuk kegiatan belajar mengajar yang ada di sekolah. Terdapat tiga sekolah yang terkena dampak banjir bandang di antaranya Sekolah Luar Biasa C YKB Kecamanatan Tarogong Kidul, SD Islam Terpadu (IT) Muhammadiyah Tarogong Kidul, dan SMP PGRI Kabupaten Garut.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy ingin agar kegiatan belajar mengajar bisa tetap berjalan.

"Pokoknya saya ingin ini segera diatasi, anak-anak harus segera kembali sekolah," ungkapnya seperti dalam keteragan tertulis yang diterima Okezone, Jumat (23/9/2016).

Sementara itu Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen), Hamid Muhammad menjelaskan, terhadap kasus darurat itu terdapat dua tahapan yang bisa diberlakukan. Pertama, menekankan agar para siswa bisa tetap belajar dengan cara memberikan berbagai kebutuhan sekolah seperti baju seragam, sepatu, sampai buku tulis.

"Kami targetkan itu dua minggu untuk tanggap darurat karena kami perlu mendata rinci kebutuhan para siswa, agar diberikan baju atau sepatu, kebutuhan siswa sesuai dengan yang dibutuhkan atau sesuai ukuran," ujarnya.

Sedangkan untuk tahap kedua yakni dilakukan pengecekan terhadap kebutuhan di lapangan. "Kami kirim tim dari pusat supaya bisa mendata kebutuhan belajar mengajar yang diperlukan, tidak bisa langsung kita kirimkan uang langsung ke seluruh sekolah tadi, supaya tepat sasaran bantuannya," imbuhnya.

Di sela kunjungan yang dilakukan, Mendikbud memberikan 25 set perlengkapan sekolah, makanan siap saji. "Ini kami titip untuk anak-anak dan guru yang tadi kena bencana, namanya darurat, nanti kita kirim tim untuk menangani kebutuhan kegiatan belajar dan mengajarnya," ujar mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut.

Dalam proses penanganan ini, Mendikbud menargetkan waktu selama satu minggu. Sehingga sekolah-sekolah bisa dibersihkan dari lumpur.

"Itu kami targetkan seminggu supaya sekolah bisa bersih dari lumpur-lumpur," tambahnya. (Okezone.com)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:53

    Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru

    PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl

  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:30

    Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman

    KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si

  • Jumat, 13 Mar 2026 16:35

    Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern

    Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai

  • Rabu, 11 Mar 2026 08:53

    Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026

    PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta

  • Sabtu, 07 Mar 2026 10:25

    BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru

    PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.