Jumat, 24 Jul 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Pria Ini Cari Jejak Kakeknya di Madiun yang Diduga Jadi Korban PKI 1948

Peristiwa

Pria Ini Cari Jejak Kakeknya di Madiun yang Diduga Jadi Korban PKI 1948

detik.com
Rabu, 02 Okt 2019 10:42
detik.com
Madiun - Isak tangis mewarnai upacara Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Kresek, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun. Sepasang suami-istri asal Bantul, DIY, mengikuti upacara untuk mencari pembuktian bahwa mereka merupakan keturunan korban PKI di Madiun.

Pasangan suami-istri itu adalah Yanto Eko Cahyono dan Puji Sartomartuti. Mereka tinggal di Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Mereka datang untuk mencari makam dan data tentang kakeknya, Inspektur Polisi Suparbak.

"Kalau ceritanya dari bapak saya. Kakek saya itu komandan kepolisian di Madiun. Cerita yang saya terima, kakek saya itu membawa motor Harley-Davidson dan menyerempet pagar rumah tokoh PKI," ujar Yanto kepada wartawan di Monumen Kresek, Selasa (1/10/2019).

"Habis itu, kakek saya dicari dan dibunuh. Rumahnya dibakar. Dan katanya kakek saya itu dibawa ke Kresek ini untuk dibunuh," imbuhnya.

Pria 52 tahun itu bercerita, kakeknya merupakan satu dari 17 korban keganasan PKI tahun 1948 di Desa Kresek. Saat ini nama Suparbak tertulis dalam prasasti daftar korban keganasan PKI tahun 1948 yang ada di Monumen Kresek.

Pasutri itu rela menempuh jarak sekitar 140 kilometer ke Kresek untuk mencari fakta atau sejarah yang telah lama menghilang tentang kakeknya. Mereka berangkat dari rumah sejak Senin (30/9) sore dengan mengendarai sepeda motor.

"Saat ada geger-geger (keributan peristiwa PKI di Madiun), keluarga kakek saya diungsikan di Cepu. Keluarga hanya mendengar rumah di Madiun dibakar dan Suparbak meninggal dibunuh orang-orang PKI. Namun, selama ini makam dan apa pun yang berkaitan dengan kakek saya tidak pernah ada," tuturnya.

Dengan mata berkaca-kaca, Yanto mengaku telah berusaha mencari silsilah keluarganya. Kemudian pihak keluarga juga telah mencari keberadaan peninggalan-peninggalan terakhir serta makam Suparbak.

"Sejak tahun 1980, bapak dan paman-paman saya telah mencarinya. Tetapi makam dan berkas-berkas tentang Suparbak tidak pernah ditemukan," lanjutnya.

Dengan berseragam dinas, pria yang merupakan perangkat desa itu mengaku memiliki beberapa dokumen foto kakeknya saat masih muda dan masih menjabat di kepolisian Madiun. Namun saat data itu dicocokkan dengan data dari dinas catatan sipil, tidak ada kecocokan.

"Kami hanya berharap pemerintah bisa membantu untuk mencarikan data-data tentang kakek saya dan menemukan makam kakek saya," pungkasnya.

Pagi tadi, Yanto dan istrinya mengikuti upacara Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Kresek. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Madiun H Ahmad Dawami.
Peristiwa
Berita Terkait
  • Kamis, 23 Jul 2026 20:03

    Hari Anak Nasional, Ratusan Pelajar Kunjungi Istana Kepresidenan

    JAKARTA â€" Suasana Istana Kepresidenan Jakarta dipenuhi antusiasme ratusan pelajar SMAN 55 Jakarta yang mengikuti program "Istana untuk Anak Sekolah" pada Kamis (23/7/2026). Kunjungan yang bertepatan

  • Kamis, 23 Jul 2026 19:50

    PPATK Ungkap Modus Baru Judol, Deposit via QRIS Disamarkan Lewat Merchant Fiktif

    JAKARTA â€" Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap adanya modus baru transaksi judi online. Menurut PPATK, semakin banyak pelaku yang memanfaatkan Quick Response Code Indon

  • Kamis, 23 Jul 2026 19:46

    Pedagang, Pembeli Serta Penyimpan Narkotika Digulung Polisi Sektor LBJ, Tiga Pria Tak Berkutik

     INHU â€" Gencar memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Indragiri Hulu (Inhu), Polda Riau melalui Polsek Lubuk Batu Jaya (LBJ) kembali mencetak hasil positif. Gabungan tim operasi

  • Rabu, 22 Jul 2026 15:01

    Kejagung Tak Tutup Kemungkinan Periksa Nanik S Deyang Terkait Kasus MBG

    Kejaksaan Agung (Kejagung) memberikan kesempatan untuk memeriksa nanik S. Deyang, mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), dalam penyidikan kasus dugaan korupsi terkait pengelolaan Program Makan Bergi

  • Rabu, 22 Jul 2026 14:57

    Masih Sering Balap Liar, Kasat Lantas Polres Bengkalis Ingatkan Ada Sanksi Pinada Kurungan

    BENGKALIS - Aksi balap liar masih sering terjadi dan ditertibkan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bengkalis. Pelaku balap liar yang didominasi remaja ini seakan tidak pernah jera untuk

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki