Jumat, 24 Jul 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • 2 Geng di Surabaya Berseteru, Seorang Remaja Sempat Disekap dan Dipukuli

Peristiwa

2 Geng di Surabaya Berseteru, Seorang Remaja Sempat Disekap dan Dipukuli

merdeka.com
Sabtu, 28 Sep 2019 10:30
merdeka.com

 Seorang remaja di Surabaya menjadi korban penyekapan oleh sebuah geng yang beranggotakan 10 orang. Tak hanya disekap, remaja ini juga dipukuli hingga terkapar karena mengalami luka di kepala dan bibirnya.

Setelah mendapat laporan dan langsung diselidiki, Unit Jatanras Polrestabe Surabaya bisa mengendus lokasi korban disekap.

"Kita berhasil mengetahui lokasi korban disekap pada Kamis (26/9) siang. Malamnya langsung kita gerebek. Dari 10 pelaku yang terlibat, 9 berhasil kami amankan," sebut Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran melalui Kanit Jatanras Iptu Giadi Nugraha, Jumat (27/9) malam.

Giadi menjelaskan, kasus ini terungkap berawal dari laporan orangtua korban, DA (38) warga Pakis Surabaya, yang melapor ke Polrestabes Surabaya pada 22 September 2019.

DA melapor setelah mengetahui unggahan foto dan video salah satu akun Facebook. Pada akun itu, DA melihat anaknya disekap dan dipukuli sejumlah remaja. Dari laporan itulah, polisi langsung bergerak.

"9 pelaku yang kami amankan ini, 7 di antaranya masih di bawah umur dan 2 lainnya dewasa. Sementara korban masih berusia 16 tahun," jelas Giadi.

"Para pelaku ini menyebut dirinya dari Geng Jawara Kampung. Sedangkan korban mengaku menjadi bagian dari Geng All Star Surabaya," tambahnya.

Berdasarkan pemeriksaan, Giadi mengatakan peristiwa itu terjadi pada sekitar pukul 18.00 Wib, 20 september 2019. Korban saat itu berpamitan untuk mengunjungi rumah neneknya di Wonorejo, Surabaya. Sekitar pukul 22.00 Wib, korban masih bisa dihubungi dan mengatakan sedang berada di Jalan Rajawali, Surabaya.

Namun, pada pukul 23.00 Wib hari itu, korban sudah tidak bisa dihubungi dan tidak pulang ke rumahnya, hingga orangtuanya mengetahui dari Facebook kemudian melapor ke Polrestabes Surabaya.

Ternyata, korban saat itu datang ke Krembangan Bhakti, Surabaya dan bertemu kelompok Geng Jawara Kampung. Kemudian di sebuah warung di sana, korban dipukuli geng tersebut, sekitar 10 hingga 15 orang.

Setelah itu, korban dibawa ke Simogunung dan di lokasi ini korban kembali dipukuli. Dan sekitar jam 04.30 Wib atau tanggal 21 September 2019, korban dibawa ke Menganti, Gresik oleh para pelaku.

"Di sana korban lalu disekap dan dipukuli beramai-ramai. Aksi tersebut kemudian direkam video oleh salah satu anggota geng dan dishare ke Group Jawara Ladies hingga video itu diviralkan salah satu akun Facebook. Saat ini kami masih memburu satu pelaku lainnya," tandasnya.

Sementara dari pengungkapan kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti di antaranya 1 unit motor, 3 potong baju, 5 unit handphone dan sebuah kunci motor. Dan saat ini, para pelaku tengah diperiksa intensif di Mapolrestabes Surabaya. Sedangkan korban masih mendapat perawatan di rumah sakit.

Peristiwa
Berita Terkait
  • Kamis, 23 Jul 2026 20:03

    Hari Anak Nasional, Ratusan Pelajar Kunjungi Istana Kepresidenan

    JAKARTA â€" Suasana Istana Kepresidenan Jakarta dipenuhi antusiasme ratusan pelajar SMAN 55 Jakarta yang mengikuti program "Istana untuk Anak Sekolah" pada Kamis (23/7/2026). Kunjungan yang bertepatan

  • Kamis, 23 Jul 2026 19:50

    PPATK Ungkap Modus Baru Judol, Deposit via QRIS Disamarkan Lewat Merchant Fiktif

    JAKARTA â€" Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap adanya modus baru transaksi judi online. Menurut PPATK, semakin banyak pelaku yang memanfaatkan Quick Response Code Indon

  • Kamis, 23 Jul 2026 19:46

    Pedagang, Pembeli Serta Penyimpan Narkotika Digulung Polisi Sektor LBJ, Tiga Pria Tak Berkutik

     INHU â€" Gencar memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Indragiri Hulu (Inhu), Polda Riau melalui Polsek Lubuk Batu Jaya (LBJ) kembali mencetak hasil positif. Gabungan tim operasi

  • Rabu, 22 Jul 2026 15:01

    Kejagung Tak Tutup Kemungkinan Periksa Nanik S Deyang Terkait Kasus MBG

    Kejaksaan Agung (Kejagung) memberikan kesempatan untuk memeriksa nanik S. Deyang, mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), dalam penyidikan kasus dugaan korupsi terkait pengelolaan Program Makan Bergi

  • Rabu, 22 Jul 2026 14:57

    Masih Sering Balap Liar, Kasat Lantas Polres Bengkalis Ingatkan Ada Sanksi Pinada Kurungan

    BENGKALIS - Aksi balap liar masih sering terjadi dan ditertibkan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bengkalis. Pelaku balap liar yang didominasi remaja ini seakan tidak pernah jera untuk

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki