Minggu, 26 Jul 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Diduga, Limbah PKS PTPN III Sei Meranti Mengalir ke Sungai

Diduga, Limbah PKS PTPN III Sei Meranti Mengalir ke Sungai

Laporan : Hendra Dedi Syahbudi
Jumat, 06 Sep 2019 14:51
Hendra Dedi Syahbudi
Parit alam yang menghitam diduga limbah PKS Sei Meranti
ROKANHILIR - Parit alam atau sungai kecil yang berada tidak jauh dari lokasi Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Kebun Dwi Meranti PT. Perkebunan Nusantara III di Kepenghuluan Meranti Makmur, Kecamatan Bagan Sinembah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), belakang terlihat menghitam. Kuat dugaan, perubahan itu akibat limbah dari PKS plat merah tersebut.

Pantauan awak media pada Kamis (5/9) petang, tepatnya di lokasi jembatan arah ke hilir dari lokasi PKS di jalan lintas Bagan Batu - Mahato, air sungai tampak menghitam dan berbuih. Meski begitu, air yang volumenya semakin menyusut itupun masih mengalir pelan. 

Kemudian tim media memantau di hulu sungai, tepatnya persis di jembatan depan Gereja dekat perkantoran PTPN III Kebun Sei Meranti. Airnya tampak masih normal berwarna kekuningan jernih, dan sangat berbeda dengan titik di hilir sungai. 

Masinis Kepala (Maskep) PKS Sei Meranti yang dikonfirmasi melalui Asisten Laboratorium, Imran ST saat ditemui diruangannya pada Jumat (6/9) mengatakan bahwa air sungai menjadi hitam adalah faktor alam dikarenkan turunnya hujan yang membasahi areal lingkungan Pabrik dan terbawa arus menuju sungai. 

Imran ST yang ditemui di kantornya didampingi stafnya, Saiful Anam sebelumnya mengungkapkan bahwa air berwarna hitam di sungai alam tak jauh dari lokasi pabrik merupakan air cucian pabrik yang jika hujan turun melimpah dan terbawa ke badan sungai alam. 

Namun setelah beberapa kali ditegaskan tim media, ia membantah dan mengatakan bahwa air tersebut adalah air hujan. Sebab, bebernya lagi, jika hujan turun di lokasi pabrik, air parit atau selokan otomatis berwarna hitam dan mengalir ke badan sungai. 

"Air, apabila hujan, air di jalan-jalan ini kan, pasti air berwarna hitam. Karena faktor lingkungan, bukan cucian," tegasnya. 

Dia juga mengatakan bahwa cuaca di lokasi pabrik tidak menentu yang terkadang hujan, terkadang panas kembali. Padahal informasi dari warga, baru 2 malam terakhir ini hujan turun dan sehari sebelum pemantauan tim media ke lokasi, hujan turun namun tidak seberapa. (ded)
Peristiwa
Berita Terkait
  • Minggu, 26 Jul 2026 11:47

    Senyum Itu Akhirnya Kembali, TMMD Hadirkan Air Bersih, Warga Tak Lagi Hidup Dalam Krisis Air

    Halmahera Timur-Keberhasilan Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 1505/Tidore menemukan dan mengebor sumber mata air yang sangat tawar serta layak dikonsumsi menjadi kabar yang memb

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:51

    Sejak Januari 2026, Pemko Pekanbaru Sudah Rampungkan Pengaspalan 23 Kilometer Jalan

    PEKANBARU-Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Edward Riansyah menyebut, hingga pertengahan 2026, telah menyelesaikan pengaspalan di 19 ruas jalan dengan total panjang

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:28

    Tujuh Titik Panas Terdeteksi di Riau, Warga Diminta Waspada Karhutla

    PEKANBARU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus membayangi kawasan regional Sumatera. Kendati potensi hujan membayangi sejumlah wilayah, satelit BMKG justru mendeteksi kemunculan

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:20

    Di Era Richard Tampubolon, PBTI Jadikan Jakarta Panggung Laga Juara Taekwondo Dunia dan Kampiun Asia

    JAKARTA - Masyarakat taekwondo Indonesia boleh bangga. Tujuh hari lagi, Jakarta akan menjadi panggung pertarungan para taekwondoin terbaik dunia. Para juara dunia, hingga peraih gelar turnamen interna

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:19

    Buru-buru Sudah Malam', Alasan Febrie Tak Pakai Rompi Tahanan

    JAKARTA - Kejaksaan Agung menahan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Saat proses penahanan dan digiring keluar dari gedung Kejaksaan Agung menuju mobil

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki