Rabu, 29 Jul 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Hasil Investigasi KNKT: Kecelakaan di Cipali karena Amshor Rebut HP Sopir Bus

Peristiwa

Hasil Investigasi KNKT: Kecelakaan di Cipali karena Amshor Rebut HP Sopir Bus

Selasa, 09 Jul 2019 13:20
Detik.com
Kecelakaan beruntun di Tol Cipali yang menewaskan 12 orang.
JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah merampungkan laporan kecelakaan di Jalan Tol Cipali pada 17 Juni 2019, yang mengakibatkan 12 orang meninggal dunia. Bagaimana hasilnya?

KNKT mengeluarkan laporan investigasi kecelakaan maut itu pada Selasa (9/7/2019). Kecelakaan ini berawal dari salah satu penumpang bernama Amshor (29) yang berupaya merebut telepon seluler dari pengemudi bus Safari Lux H-1469-CB.

Bus yang berangkat dari Terminal Pulogebang, Jakarta, itu diawaki 2 pengemudi dan 1 kernet serta mengangkut 39 penumpang. Bus berangkat pada 16 Juni 2019 pukul 21.00 WIB. Bus yang mengarah ke Cirebon itu lantas memasuki Km 150+900 Cipali sekitar pukul 01.00 WIB (17/6). Pada saat itu, terjadi penyerangan oleh Amshor, yang ingin merebut ponsel pengemudi sebelum masuk je jalur berlawanan (Cirebon arah Jakarta) dan menabrak beberapa kendaraan.

Berdasarkan pemeriksaan lapangan yang diperkuat dengan pemeriksaan teknis oleh Penguji Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat dan teknisi PT HINO, KNKT menyatakan bus masih memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan, meskipun pada kursi penumpang tidak dilengkapi sabuk pengaman.

Selain itu, KNKT menemukan skid mark (jejak roda) bus yang berpindah jalur serta jejak roda mobil truk yang berpindah jalur akibat menghindari tabrakan. Fakta di lapangan menyebutkan tidak terdapat separator pagar pada median jalan tol sehingga, jika pengemudi lengah atau tidak dapat mengendalikan kendaraan, sangat dimungkinkan terjadi perpindahan jalur melalui median itu. Meski demikian, secara keseluruhan, ruas jalan, rambu, dan marka dalam kondisi bagus. Tidak ada gangguan yang terkait dengan jarak pandang atau gangguan visibilitas lainnya.

Berdasarkan keterangan saksi, KNKT menyebutkan, sepanjang perjalanan, dari rest area sampai lokasi kejadian, pengemudi pengganti kerap mengoperasikan telepon seluler selama mengemudi di saat pengemudi pertama beristirahat di bagian belakang bus. Penumpang yang duduk di sebelah pengemudi, dalam hal ini Amshor, tiba-tiba menyerang pengemudi untuk mengambil telepon seluler.

"Kejadian itu mengakibatkan pengemudi kehilangan kendali atas kendaraannya sehingga terjadi kecelakaan," kata KNKT. KNKT sendiri belum bisa mengambil keterangan dari Amshor karena dokter menyatakan kondisi mental yang bersangkutan belum stabil.

Berikut ini kesimpulan KNKT terkait kecelakaan maut di Jalan Tol Cipali pada 17 Juni 2019:

Kesimpulan:
1. Pengemudi tidak mampu mengendalikan kendaraannya disebabkan karena adanya interaksi langsung penumpang dengan pengemudi sehingga mengganggu konsentrasi pengemudi yang menyebabkan kendaraan masuk ke jalur rawan. Interaksi ini dipicu oleh perlakuan pengemudi yang mengoperasikan telepon genggam selama mengemudi sehingga penumpang berusaha merebut telepon seluler dimaksud dari pengemudi.
2. Sedangkan fatalitas pada korban meninggal dunia/luka berat pada kasus kecelakaan ini adalah sebagai berikut:
a. pengemudi, pembantu pengemudi, dan penumpang di mobil bus berdasarkan hasil autopsi meninggal dunia diakibatkan mengalami benturan hebat dengan benda keras. Ketiga korban tidak menggunakan sabuk keselamatan (kursi penumpang tidak tersedia sabuk keselamatan).
b. Pengemudi dan penumpang dalam mobil Xpander meninggal dunia karena terimpit bodi mobil penumpang dan mobil bus.
c. Penumpang mobil Toyota Innova yang meninggal dunia duduk pada bagian depan sebelah kiri, baris kedua sebelah kiri, dan tengah. Penumpang yang meninggal dunia tersebut seluruhnya dipastikan tidak menggunakan sabuk keselamatan dan pada jenis mobil ini tidak dilengkapi airbag pada tempat duduk penumpang bagian depan.


Sumber: detik.com
Peristiwa
Berita Terkait
  • Selasa, 28 Jul 2026 16:50

    Lahan Pertanian Hancur Diterjang Rob, DPRD Riau Minta Pemprov Bangun Tanggul di Meranti

    PEKANBARU - Bencana banjir pasang air laut atau rob yang terus melanda wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti berdampak fatal bagi kelangsungan hidup warganya. Genangan air asin yang datang secara berkal

  • Selasa, 28 Jul 2026 16:47

    Satpol PP Pekanbaru Siap Tertibkan Lagi PKL Stadion Utama Riau

    PEKANBARU - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru kembali melayangkan peringatan kepada pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti. Petugas menegaskan aka

  • Selasa, 28 Jul 2026 16:45

    'Bukan Cari Kaya, Cuma Ingin Bertahan Hidup', Keluh PKL Stadion Utama Riau

    PEKANBARU - Enam hari pascapenertiban puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru, bangunan permanen di lokasi terseb

  • Selasa, 28 Jul 2026 16:44

    Kuasa Hukum Pastikan Suhardiman Amby Tak Ajukan Praperadilan Terhadap KPK

    TELUKKUANTAN â€" Kuasa hukum Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, nonaktif Suhardiman Amby menegaskan bahwa pihaknya tidak mengajukan gugatan praperadilan terkait penanganan perkara hukum yang te

  • Selasa, 28 Jul 2026 16:41

    Telan Kerugian Rp24 Miliar, PLTU Koto Ringin Siak Diusulkan Jadi Pembangkit Surya

    PEKANBARU - Rencana kelanjutan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Koto Ringin berkapasitas 3x2 megawatt (MW) di Kabupaten Siak dinilai berisiko menambah beban investasi. Proyek yang mang

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki