Peristiwa
Kebakaran Lahan Tebu di Mojokerto, 1 Truk Hangus dan Sopirnya Terluka
Jumat, 12 Jul 2019 16:34
Awalnya kebakaran terjadi di lahan tebu milik Nardi, Dusun/Desa Beratwetan, Kecamatan Gedeg, Mojokerto. Api kemudian menjalar ke perkebunan tebu di sebelahnya. Sedikitnya 3 mobil pemadam kebakaran (PMK) diterjunkan ke lokasi.
Sariadi (59) mengatakan, sebelum kebakaran terjadi dirinya sedang berada di dalam kabin truk miliknya. Truk dengan nopol S 8153 V itu parkir di tengah lahan untuk mengangkut tebu milik Nardi. Tebu-tebu tersebut sedianya akan dikirim ke Pabrik Gula (PG) Gempolkrep, Gedeg, Mojokerto.
"Saya posisi menunggu tebu ditebang karena muatan masih kurang. Sambil nunggu, saya berteduh di dalam (kabin) truk," kata Sariadi kepada wartawan di rumahnya, Dusun Beratselatan, Desa Beratkulon, Kecamatan Kemlagi, Mojokerto, Jumat (12/7/2019).
Saat asyik bermain ponsel di dalam kabin truk, lanjut Sariadi, dia dikejutkan dengan api yang berkobar persis di sebelah kanan truknya. Api tersebut membakar tumpukan daun tebu yang telah mengering.
"Api sudah besar, saya langsung turun berusaha memadamkan api sambil teriak minta tolong ke penebang, ada tiga penebang tebu saat itu," ujarnya.
"Mau saya selamatkan truk dari lokasi kebakaran, kok tiba-tiba mesin tidak bisa saya nyalakan, macet. Padahal sebelumnya lancar," terangnya.
Hanya dalam waktu singkat, kobaran api menjalar ke truk milik Sariadi. Dia mengaku sempat mendengar ledakan yang diperkirakan dari tangki bahan bakar dan ban truk. Truk itu pun terbakar.
"Karena api sudah membakar truk saya, saya berusaha menyelamatkan diri. Saya sudah lemas, hanya bisa menjauh dari api dengan ngesot. Setelah itu saya tidak ingat lagi," ungkapnya.
Dengan sisa-sisa tenaga yang dia miliki, Sariadi masih sempat menelepon Nardi, pemilik kebun tebu yang terbakar. Kebakaran ini sontak membuat warga sekitar berdatangan ke lokasi. Jarak kebakaran dengan permukiman penduduk sekitar 200 meter.
Luka bakar cukup serius hanya pada pergelangan tangan kanan Sariadi. Sementara tangan kiri, kedua kaki dan wajahnya terlihat luka lecet-lecet.
"Tahu-tahu saya sudah di rumah," ujarnya sembari menunjukkan tangan kanannya yang dibalut perban akibat terbakar.
Pria yang sudah 42 tahun menjadi sopir truk ini berharap mendapatkan keringanan dari pihak bank. Pasalnya, Sariadi masih mengangsur truk yang hangus terbakar. Selain itu, dia juga berharap mendapatkan bantuan dari pemilik kebun tebu.
"Masa angsurannya 30 bulan, masih kurang 12 bulan, tiap bulannya Rp 1 juta. Buku KIR dan STNK ikut terbakar," lanjutnya.
Saat mobil PMK tiba di lokasi, truk milik Sariadi sudah tinggal kerangkanya saja. Petugas sempat melakukan pembasahan untuk memastikan api tak lagi muncul. Setelahnya, petugas PMK fokus memadamkan api yang menjalar ke kebun tebu di sekitar lokasi.
Lahan Pertanian Hancur Diterjang Rob, DPRD Riau Minta Pemprov Bangun Tanggul di Meranti
PEKANBARU - Bencana banjir pasang air laut atau rob yang terus melanda wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti berdampak fatal bagi kelangsungan hidup warganya. Genangan air asin yang datang secara berkal
Satpol PP Pekanbaru Siap Tertibkan Lagi PKL Stadion Utama Riau
PEKANBARU - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru kembali melayangkan peringatan kepada pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti. Petugas menegaskan aka
'Bukan Cari Kaya, Cuma Ingin Bertahan Hidup', Keluh PKL Stadion Utama Riau
PEKANBARU - Enam hari pascapenertiban puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru, bangunan permanen di lokasi terseb
Kuasa Hukum Pastikan Suhardiman Amby Tak Ajukan Praperadilan Terhadap KPK
TELUKKUANTAN â€" Kuasa hukum Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, nonaktif Suhardiman Amby menegaskan bahwa pihaknya tidak mengajukan gugatan praperadilan terkait penanganan perkara hukum yang te
Telan Kerugian Rp24 Miliar, PLTU Koto Ringin Siak Diusulkan Jadi Pembangkit Surya
PEKANBARU - Rencana kelanjutan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Koto Ringin berkapasitas 3x2 megawatt (MW) di Kabupaten Siak dinilai berisiko menambah beban investasi. Proyek yang mang