Sabtu, 04 Jul 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Kekhawatiran Guru Jika Sekolah Mulai Belajar Tatap Muka

Kekhawatiran Guru Jika Sekolah Mulai Belajar Tatap Muka

admin
Sabtu, 22 Agu 2020 15:53

 Keputusan pemerintah untuk membuka pembelajaran tatap muka membuat guru yang tergabung dalam Federasi Serikat guru Indonesia (FSG) khawatir. Para guru khawatir pembukaan belajar tatap mukda menjadikan sekolah klaster baru penyebaran Covid-19.

"Ini bepotensi pada rekan-rekan guru yang lainnya, apa yang terjadi di Surabaya mereka diwajibkan hadir untuk absensi jari, ini potensi kemudian muncul data seperti itu," kata Wasekjen FSGI, Fahriza Tanjung dalam siaran teleconference, Sabtu (22/8).

FSGI mengklaim dari catatan diterima pihaknya hingga 18 Agustus 2020 terdapat 42 guru dan 2 tenaga pendidikan meninggal akibat Covid-19. Puluhan guru dan tenaga pendidikan tersebut tersebar di beberapa daerah. Namun FSGI tak merinci data tersebut.

"Per 18 Agustus 2020, 42 guru dan 2 tenaga pendidikan meninggal dunia akibat Covid-19," kata Fahriza.

Dari 42 guru tersebut yang meninggal akibat Covid-19 itu salah satunya terdapat di DKI Jakarta. Fahriza menjelaskan guru tersebut sebelumnya mengajar pendidikan agama Islam di SMK, Jakarta Utara.

"1 guru yang mengajar pendidikan agama Islam meninggal dunia karena covid-19. Kemudian sempat berkontak dengan 3 guru lainnya," ungkap Fahriza.

Selain di Jakarta, terdapat 1 orang guru SD swasta meningal dunia di Pati, Jawa Tengah, 1 orang guru di SMPN 1 Dilopo, di Kudus, Jawa Tengah pun ditemukan terdapat 1 guru di SDN 1 Borongan Kudu.

Selanjutnya ada 37 guru dan 1 orang tata usaha yang meninggal di Surabaya. Tetapi Fahriza belum bisa memastikan para guru tersebut terpapar dan meninggal dunia akibat Covid-19 akibat kegiatan belajar mengajar di sekolah.

"Memang tidak ada data pasti, yang bisa kita lihat ada beberap model, mungkin di keluarganya," ungkap Fahriza. 

Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor