Peristiwa
Kisah Siswa SMK di Kota Malang Tinggal di Ruang OSIS
Sabtu, 07 Sep 2019 12:05
Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Widyagama Kota Malang harus tinggal di ruangan OSIS sekolahnya. Siswa berinisial B yang duduk di kelas 1 ini menempati ruangan yang didesain sedemikian rupa agar nyaman selama tinggal.
Pihak sekolah menyediakan ruangan, setelah mengetahui B tidak memiliki tempat tinggal. Selama ini B tinggal secara berpindah-pindah, dari rumah teman hingga menginap di serambi masjid.
Kondisi B itu menjadi viral di media sosial setelah seorang guru memposting kisahnya melalui akun twitter. Lewat akun @vioninot, diketahui B tinggal di rumah teman sekelasnya selama beberapa minggu, sehingga menimbulkan permasalahan.
B Ditinggalkan oleh orangtuanya yang sedang mengalami persoalan keuangan. Sejak Juli 2019 ditinggal sendirinya di sebuah kontrakan, sebelum kemudian Agustus 2019 jatuh tempo dan harus meninggalkan kontrakannya.
Kepala SMK Widyagama Malang, Mawan Sulyadi membenarkan, jika B tinggal di salah satu ruangan di sekolahan. Langkah tersebut merupakan inisiatif bersama antara guru dan masyarakat sebagai solusi sementara, sebelum nantinya mendapatkan asrama atau tempat tinggal baru.
"Memang benar anak kami dengan inisiatif identitas B, ditinggalkan orang tuanya, yang sampai hari ini permasalahannya belum kami pastikan karena apa," kata Mawan Sulyadi di Kota Malang, Sabtu (7/9).
Beberapa inisiatif solusi diambil dengan mengutamakan pendidikan anak tersebut, termasuk kenyamanan tempat tinggal, kebutuhan hidup dan sosialnya.
"Tindakan yang sudah kami lakukan adalah memberikan tempat yang layak, bea siswa pendidikan, gratis sampai lulus. Insyaallah kita antarkan sebagai pengusaha sukses sesuai dengan kompetensi keahliannya," ungkapnya.
"B sudah kami beri tempat yang layak, meskipun pada saat ini proses, masih ada di sekolah. Tetapi kami akan memberikan asrama dan mudah-mudahan nyaman di sekolah maupun di asrama," tegasnya menambahkan.
Sekolah juga mengupayakan kebutuhan lain-lain semaksimal mungkin, termasuk pengambilan ijazah di sekolah SMP-nya. Sehingga diharapkan tetap menjalankan pendidikannya senyaman mungkin.
"Pemenuhan sandang, papan dan pangannya itu kami cover, kami mengharap doa dan support dari masyarakat. Hari ini siswa masih di sekolah, dalam rangka pindah ke asrama," tegasnya.
Sekolah mengaku harus pelan-pelan dalam upaya pendekatan agar secara psikologis nyaman bagi B. Jika sudah dirasa siap, secepatnya akan pindah ke asrama yang disediakan oleh salah seorang warga.
"Kalau sudah siap, secepatnya pindah," tegasnya.
sumber:merdeka.com
Peristiwa
One Way Nasional Diberlakukan dari Tol Japek Sampai Kalikangkung
JAKARTA - Rekayasa lalu lintas (lalin) atau one way nasional resmi diberlakukan pada siang hari ini, Rabu (18/3/2026), saat arus mudik Lebaran 2026. Satu arah itu berlangsung mulai dari Tol Jakarta-Ci
Pria Paruh Baya Diduga Dianiaya hingga Meninggal Dunia di Jalan Pangeran Hidayat
PEKANBARU - Seorang pria bernama Muhammad Zen (50) ditemukan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan berat di kawasan Jalan Pangeran Hidayat, Gang Abad
KontraS Ungkap Kondisi Andrie Usai Disiram Air Keras: Tak Buta, tapi Fungsi Mata Menurun
JAKARTA - Kondisi Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, berangsur membaik setelah disiram air keras pada Kamis (12/3/2026) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Andrie telah menjalani operasi mata di Rum
Jasa Marga Ungkap 1,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta hingga 18 Maret 2026
JAKARTA - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan Achmad Purwantono melaporkan sebanyak 34% kendaraan telah meninggalkan Jakarta per hari ini, Rabu (18/3/2026). Jasa Marga telah memprediksi,
Kapolri Resmikan Renovasi Masjid Al-Adzim dan Kukuhkan Satgas PHK di Riau
PEKANBARU - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menandatangani prasasti renovasi Masjid Al-Adzim sekaligus mengukuhkan Satuan Tugas Penanganan Premani