Sabtu, 13 Jun 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Pembayaran Nontunai Meningkat di Pusat Perbelanjaan di Pekanbaru Selama Pandemi Corona

Pembayaran Nontunai Meningkat di Pusat Perbelanjaan di Pekanbaru Selama Pandemi Corona

Admin
Senin, 26 Okt 2020 13:10
Riauterkini.com
PEKANBARU - Pola transaksi konsumen di toko-toko mengalami perubahan selama masa pandemi Covid-19, seperti yang terjadi di beberapa toko di Mal SKA Pekanbaru.

Salah satu pengunjung Mal SKA Pekanbaru, Amrizal yang baru saja melakukan pembelian satu unit handphone di salah satu toko di Mal itu, menyebut melakukan pembayaran dengan cara debit melalui kartu.

Hal ini dilakukan sebagai upaya dirinya mencegah akan kemungkinan tertular dari virus corona atau Covid-19.

Pria yang terbiasa melakukan pembayaran atau transaksi secara tunai sebelum wabah Covid-19 ikut melanda Pekanbaru, mengharuskan dirinya beralih pada cara yang lebih aman sesuai dengan himbauan pemerintah.

"Pihak toko juga menyarankan saya untuk memilih pembayan non tunai. Kebetualan untuk beli handphone ini, saya punya kartu debit. Karena mengingat saat ini wabah belum hilang, mau tak mau pembayaran dengan cara debit mungkin jauh lebih aman dari penularan Covid-19," ungkap Amrizal, Senin (26/10/20).

Ia menyebut, pembayaran dengan cara non tidak tidak hanya dilakukannya pada saat pembelian handphone saja. Namun juga pada saat melakukan pembayaran pada saat membeli makanan.

"Kalau makan di cafe atau restoran misalnya, saya pakai E-Money. Ya karena dengan mamakai E-Money kita cukup scan kode QR. Tidak perlu pakai uang tunai dan bersentuhan dengan kasirnya," ungkap Amrizal.

Satu di antara toko di Mal SKA Pekanbaru, yakni Story-i, telah menunjukkan perubuhan pola transaksi konsumennya.

Sales Promotion Story-i Mal SKA, Eras mengaku, perubahan terjadi dari yang biasanya konsumen cendrung membayar secara tunai pakai uang, selama masa Covid-19 cukup banyak yang beralih pada cara pembayaran debit.

"Kami mencatat pembayaran secara debit itu ada peningkatan lumayan. Bila sebelum Covid-19 hanya 60 persen yang memakai debit dari total transaksi di Story-i, di masa Covid-19 ini mencapai 80 persen," ungkap Eras.

Eras menyebut, pihak Story-i selalu menyarakan konsumennya untuk melakukan pembayaran dengan cara non tunai pada saat transaksi. Ini selalu disampaikan kepada setiap konsumen yang datang..

"Kalau konsumen ada kartu debit, sebisanya kami minta mereka pakai debit. Tapi kalau gak ada, kami tetap membayar secara cash. Biasanya kalau cash kita setelah transaksi selalu oleskan hand sanitizer ke tangan kita, termasuk juga konsumen," ujarnya.

Di Story-i Mal Ska Pekanbaru, juga selalu tersedia Hand Sanitizer di depan toko. Bagi setiap konsumen yang datang, diharuskan memakainya sebelum masuk.

"Yang pasti kita selalu usahakan konsumen patuh. Serta juga wajib menjaga jarak, dan pakai masker selama di dalam toko," ungkap Eras.

Di toko lainnya, yakni Xiaomi Center, juga menunjukkan pola perubahan transaksi. Muhammad Abdillah salah satu promotor di toko itu mengaku perubahan yang terjadi begitu lumayan.

"Rata-rata di tempat kita sebelum covid-19 hampir 100 persen bayar secara tunai atau cash. Tapi selama adanya virus corona ini, cukup banyak konsumen yang tanya apa bisa bayar pakai non tunai kayak pakai debit. Ya karena kita sediakan untuk berbagai model pembayaran, maka kita akan lebih senang kalau ada konsumen yang mau bayar dengan cara non tunai ini," ungkap Abdi.

Di tokonya kata Abdi, tercatat 50 banding 50. Maksudnya, dari seluruh transaksi jual beli yang terjadi setiap harinya, 50 persen konsumen melakukan pembayaran dengan cara tunai dan 50 persen lagi dengan cara non tunai.

Menurutnya, di masa Covid-19 ini sudah selayaknya masyarakat melakukan perubahan pola hidup agar tetap sehat. Begitu juga dengan prilaku berbelanja, masyarakat harus bisa mencari cara transaksi aman untuk menghindari diri dari bahaya virus corona.

"Salah satunya bisa dilakukan dengan pembayaran non tunai," ungkapnya.

"Kami dari toko sendiri akan selalu memberikan dukungan terhadap masyarakat biar mendapatkan hidup sehat. Serta memberikan dukungan penuh terhadap pemerintah dengan menerapkan protokoler kesehatan di dalam toko. Sehingga konsumen aman dan nyaman saat belanja," jelas Abdi.
Sumber: Riauterkini.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.