, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta menyatakan, Anies Baswedan angkat bicara terkait kritikan kebijakan ganjil genap yang diberlakukan kembali. Sejumlah pengamat kebijakan publik maupun masyarakat menilai, ganjil genap bisa meningkatkan penularan virus Corona.
Anies menegaskan, tidak ada lonjakan penumpang di transportasi umum yang tinggi. Angka kenaikannya masih di bawah 10 persen. Sehingga dia yakin penularan di transportasi publik tidaklah tinggi.
"Waktu itu banyak yang khawatir nanti banyak orang yang naik kendaraan umum kalau ganjil genap diterapkan, ternyata kenaikan penumpang itu di bawah 10 persen, artinya orang tidak lagi bepergian," tutur Anies, Sabtu (22/8/2020).
Berdasarkan data Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang jadi acuannya, tercatat ada kenaikan jumlah penumpang angkutan umum sebesar 4,4 persen pada hari pertama penerapan kebijakan ganjil genap.
Jumlah penumpang angkutan umum pada 27 Juli 2020 atau sebelum penerapan Ganjil Genap mencapai 742.315 orang. Sedangkan pada hari pertama penerapan Ganjil Genap pada Senin 3 Agustus 2020 meningkat sebanyak 774.952 orang.