Pulang Sampai Subuh, Anak Gadis Di Desa Muntai Barat Dikasi Peringatan Terakhir
Laporan : Sabri
Senin, 25 Jan 2016 14:13
BENGKALIS - Pemuda Desa Muntai barat terpaksa memberikan warning terakhir kepada Lilis, gadis kecil yang tinggal di jalan penurun RT 01 RW 01 Dusun Baru, anak ke dua dari pasutri Letong dan Yati.
Dia (Lilis) dilaporkan oleh saudara kandung nya kepada pemuda,RT,FKPM dan ketua dusun Baru,
" Bang Adik saya dibawa cowoknya dari jam 18.15 wib tadi sampai sekarang belum pulang-pulang, saya takut adik saya kenapa- kenapa, tolong dibantu ya bang,"ujar Bibet
Gadis yang bernama lengkap Lilis Dahlia (18) itu yang masih berstatus pelajar, baru bisa ditemui sekitar pukul 4.45 wib subuh tadi, dijemput salah seorang pemuda dengan modus ban motor yang dikendarai itu bocor.
Kesalnya, Lilis terus berkilah tidak mau mengaku kalau dia memang benar baru ketemu pacarnya.
" Sumpah tidak de aku dengan kawan aku budak pancur, aca name die, kami jalan kepantai selat baru, balek nye puseng lewat paso, "kilah lilis dengan logat melayu.
Setelah puluhan pertanyaan diajukan kepada Lilis, dan di bohongi akan dilaporkan kepada sekolah barulah dia mengaku kalau dia memang benar bersama pacarnya.
" Iye aku tadi dengan cowok aku budak pambang parit tige, usman name die. Cume die takut nak nganto sampai umah, kami tau kalau pemuda sini menunggu kami balek, aku baru due kali balek jalan subuh, memang mak aku tau, cume aku ni tekeng, "cetus Lilis
Lelaki sihidung belang itu beberapa kali dihubungi bahkan di sms tidak kunjung tiba, untuk dimintai pertanggung jawabannya, atas perbuatan yang telah ia perbuat, dan berdasarkan hasil musyawarah antara pemuda,FKPM,RT serta pihak keluarga, (mak-red) lilis diberi peringatan terakhir dan harus menanda tanggani surat perjanjian, jika dia kembali melakukan hal yang serupa, point penting dalam perjanjian itu akan dinikahkan.(sbi)
Peristiwa
Lahan Pertanian Hancur Diterjang Rob, DPRD Riau Minta Pemprov Bangun Tanggul di Meranti
PEKANBARU - Bencana banjir pasang air laut atau rob yang terus melanda wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti berdampak fatal bagi kelangsungan hidup warganya. Genangan air asin yang datang secara berkal
Satpol PP Pekanbaru Siap Tertibkan Lagi PKL Stadion Utama Riau
PEKANBARU - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru kembali melayangkan peringatan kepada pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti. Petugas menegaskan aka
'Bukan Cari Kaya, Cuma Ingin Bertahan Hidup', Keluh PKL Stadion Utama Riau
PEKANBARU - Enam hari pascapenertiban puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru, bangunan permanen di lokasi terseb
Kuasa Hukum Pastikan Suhardiman Amby Tak Ajukan Praperadilan Terhadap KPK
TELUKKUANTAN â€" Kuasa hukum Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, nonaktif Suhardiman Amby menegaskan bahwa pihaknya tidak mengajukan gugatan praperadilan terkait penanganan perkara hukum yang te
Telan Kerugian Rp24 Miliar, PLTU Koto Ringin Siak Diusulkan Jadi Pembangkit Surya
PEKANBARU - Rencana kelanjutan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Koto Ringin berkapasitas 3x2 megawatt (MW) di Kabupaten Siak dinilai berisiko menambah beban investasi. Proyek yang mang