Sabtu, 11 Jul 2026
Peristiwa,
Sempat Melawan, Nelayan Korban Serangan Buaya Rokan Hilir Akhirnya Tutup Usia
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 10 Jul 2026 13:16
BAGANSIAPIAPI - Perjuangan Abdul Aziz (43) bertahan hidup usai diserang buaya liar di Sungai Manosib, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir akhirnya terhenti. Nelayan asal Dusun Harapan Jadi ini menghembuskan napas terakhir Rabu (8/7/2026) usai menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Awal Bros, Bagan Batu.
Insiden memilukan ini bermula ketika Abdul Aziz sedang mencari nafkah dengan memasang bubu jaring Senin (6/7/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, air sungai hanya setinggi pinggang orang dewasa. Tanpa disadari, seekor buaya mengintai dan langsung menyeret tubuh nelayan tersebut ke dalam air.
Dalam keadaan terdesak, Abdul Aziz memberikan perlawanan sengit untuk melepaskan diri. Jeritan minta tolongnya mengundang perhatian warga setempat yang bergegas merespons ke pinggir sungai dan berhasil menghalau hewan liar itu agar menjauh.
Meski berhasil selamat dari serangan awal, nelayan gigih ini mengalami luka serius di bagian punggung dan menderita patah tulang. Ia langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis secara maksimal. Namun, takdir berkata lain setelah ia dirawat selama beberapa hari.
Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh adik kandung korban, Fendi, Jumat (10/7/2026). Sang adik mengabarkan bahwa abangnya telah berpulang dengan tenang.
"Mohon maaf, abang saya telah meninggal dunia setelah sejak dievakuasi dan dilarikan untuk penanganan medis di Awal Bros," ungkapnya.
Merespons rentetan kejadian yang menimpa warga ini, pihak kepolisian segera mengambil langkah antisipasi sosial. Kasi Humas Polres Rohil, Ipda Didi Sofyan, Jumat (10/7/2026) mengeluarkan imbauan keselamatan bagi masyarakat agar lebih mawas diri saat beraktivitas di sekitar aliran sungai.
"Kami menghimbau nelayan yang beraktifitas menangkap ikan di perairan Sungai Rokan berhati-hati dan menjaga keselamatan karena Sungai Rokan banyak buayanya," urainya.
Kepolisian bersama Bhabinkamtibmas dan jajaran polsek sebenarnya sudah memasang papan peringatan terkait potensi bahaya buaya sejak lama. Kendati demikian, kewaspadaan harus terus ditingkatkan guna mencegah duka serupa kembali menimpa warga setempat.
"Saat menangkap ikan atau beraktifitas perhatikan dan waspadai keberadaan buaya, bertemanlah jangan sendirian di sungai,"(goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/sempat-melawan-nelayan-korban-serangan-buaya-rokan-hilir-akhirnya-tutup-usia.html
komentar Pembaca