Terungkap, Duit Suap Politikus PDIP di Bali Buat Ongkos Kongres
Jumat, 31 Jul 2015 10:02
Adriansyah mengaku uang itu akan dibagikan kepada kadernya yang berjumlah 100 orang. "Saya waktu itu kongres (PDIP) kemudian kader saya ada 100 orang. Biasa kegiatan lima tahun sekali banyak yang ikut. Itu yang jadi dasar saya mengajukan bantuan kepada Andrew," kata Adriansyah.
Selain itu, anggota Polsek Menteng Briptu Agung Krisdiyanto selaku ajudan bos PT Mitra Maju Sukses (MMS), Andrew Hidayat membenarkan kalau dirinya pernah mengantarkan uang ke Adriansyah. Agung mengaku sudah 8 kali mengantarkan uang Andrew kepada Adriansyah.
Namun, Agung yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang tersebut mengaku tidak tahu jika uang itu diperuntukkan suap. "Kurang lebih 8 kali kadang Rupiah kadang USD, kadang SGD," kata Agung.
Menurut pengakuan Agung, dirinya bekerja dengan Andrew sejak Februari 2013. Saat itu, Agung merupakan ajudan atau pengawal sekaligus sebagai kepala urusan rumah tangga.
Dalam persidangan, Agung membeberkan kapan dirinya pernah memberikan uang kepada politikus PDIP itu. Pertama 20 November 2013 di Hotel Ibis USD 50 ribu. Kedua 16 April 2014 Rp 250 juta di Sari Pan Pasific. Ketiga, 16 Mei 2014 USD 75 ribu di Pullman Hotel. Keempat, 13 November 2014 USD 50 ribu di Taman Anggrek. Kelima, 21 November 2014 Rp 500 juta Slipi. Keenam, 28 Januari 2015 di Taman Anggrek Rp 500 juta dan ketujuh 9 April 2015 Swiss-Belhotel.
"Yang ke delapan tanggal 9 bulan 10 tahun 2014 di Paragon," beber Agung.
Saat ditegaskan kembali oleh Ketua Majelis Hakim, John Halasan Butarbutar, dia berkilah tidak mengetahui tujuan pemberian uang dari bosnya tersebut. "Tidak tahu, dalam benak saya rekan bisnis," kilahnya.
Kendati demikian, Agung mengaku pernah diberi uang Rp 1,5 juta oleh Adriansyah setelah menyerahkan uang di Swiss-Belhotel. Dia menyebut uang itu diberikan Adriansyah untuk biaya penginapan.
Selain itu, Agung juga mengaku pernah mengantarkan uang kepada Bupati Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Bambang Alamsyah. Bambang merupakan anak dari Adriansyah.
Dari pengakuan Agung, Andrew sudah 3 kali meminta dirinya mengantarkan uang kepada Bambang. Menurut dia, uang itu diterima melalui ajudan Bambang yaitu Adi Wibowo.
Menanggapi kesaksian Agung, Ketua Majelis Hakim, John Butar Butar pun kembali mempertegas pernyataan tersebut. "Anda serahkan ke Adi untuk Bambang?" tanya John.
Dengan tegas Agung pun mengamini pertanyaan Hakim John. "Kata Pak Andrew seperti itu (untuk Bambang)," jawab Agung.
Untuk meyakinkan Majelis Hakim, Agung lantas merincikan kapan pemberian itu dilakukan. Antara lain :
1. Tanggal 24 September 2013 di Millenium Tanah Abang, namun dia tidak menyebutkan besaran uangnya.
2. Tanggal 10 September 2014, uang sebesar Rp 1,4 miliar yang kemudian ditukar dalam bentuk dolar Singapura, di Grand lndonesia.
3. Tanggal 3 April 2015, sebesar Rp 300 juta di Hotel Shangri-La.
Adi yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang membantah kesaksian Agung. Dia menepis pernyataan Agung. "Tidak pernah," kilah Adi.
Mendengar bantahan Adi, Hakim John lantas mempertegas kembali apakah orang yang menerima uang adalah Adi Wibowo. Agung pun menegaskan bahwa orang yang dimaksud adalah Adi. "Benar seribu persen," tegas Agung.
Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap tangan kader PDIP di Swiss Bel, Sanur, Bali saat PDIP menggelar kongres. Dalam operasi tangkap tangan itu, barang bukti sebuah mobil dan uang dalam bentuk dolar Amerika dan dolar Singapura di sita. Seorang pengusaha juga diamankan di Jakarta terkait penangkapan kader PDIP itu.(merdeka.com)
Peristiwa
51 SPPG di Lebak Siap Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Fokus Daerah 3T
Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Lebak mengumumkan kesiapan 51 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini secara khus
Jawa Tengah Disorot KPK, 4 Kepala Daerah Kena OTT Sejak 2025
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menganggap bahwa tindakan operasi tangkap tangan (OTT) yang terjadi di Kabupaten Sukoharjo merupakan sebuah ironi. Hal ini dikarenakan praktik dugaan pemerasan terse
Bupati Pelalawan Buka Ketinting Boat Racing di Desa Wisata Kuala Terusan
PELALAWAN - Bupati Pelalawan H. Zukri, S.M., M.M. secara resmi membuka ajang Ketinting Boat Racing yang digelar di Desa Wisata Kuala Terusan, Kabupaten Pelalawan, Jumat (10/7/2026). Kegiatan ini menja
Ekonomi Siak Harus Dijaga, Bupati Afni Tegaskan Petani dan Nelayan Tak Boleh Berjuang Sendiri
SIAK â€" Pelantikan 60 pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Siak periode 2026â€"2031 menjadi lebih dari sekadar seremoni. Di balik prosesi tersebut, Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, M.
Perusahaan Diminta Laporkan Serapan Tenaga Kerja ke Disnaker Pekanbaru
PEKANBARU-Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pekanbaru, Iwan Simatupang, meminta seluruh perusahaan yang mengikuti Pekanbaru Job Fair 2026 melaporkan jumlah tenaga kerja yang berhasil direkrut