Peristiwa
Terungkap! Penculikan Mahasiswi di Makassar Ternyata Rekayasa
Jumat, 19 Jul 2019 15:40
"Dilakukan pemeriksaan si anak ini bukan merupakan korban penculikan, namun si anak memberikan pesan ke orang tua untuk meminta keperluan si anak. Dia meminta tebusan Rp 25 juta, itu hasil rekayasanya," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko, pada Jumat (19/7/2019).
Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh tim Jatanras Polrestabes Makassar, polisi melakukan penggerebekan di dua tempat dirinya melakukan rekayasa penculikan terhadap dirinya sendiri.
Lanjut Indratmoko, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku di Mapolrestabes Makassar. Dia juga belum bisa memastikan apakah tujuan rekayasa ini untuk uang Rp 25 juta atau bukan.
"Jadi sekarang kami masih lakukan pemeriksaan terhadap mahasiswi ini," ujarnya.
Ratusan Koperasi di Pekanbaru Terancam Bubar, Diskop UKM Kebut Pembinaan
PEKANBARU - Ratusan koperasi di Kota Pekanbaru saat ini tengah menghadapi proses pembubaran akibat kelalaian dalam menjalankan kewajiban organisasi. Merespons kondisi tersebut, Dinas Koperasi Usaha Ke
Bungkam Sinar Sakti 3-1, EBR United Kampiun Piala Soeratin U-13 Riau
PEKANBARU - Tim sepak bola EBR United sukses merengkuh gelar juara kompetisi Piala Soeratin Zona Riau kategori U-13 setelah membungkam Sinar Sakti dengan skor meyakinkan 3-1. Partai puncak penentu gel
Pejuang, Pembangkang atau Pecundang’
DALAM kehidupan berbangsa, berorganisasi, bahkan dalam keseharian, kita sering berhadapan dengan tiga pilihan sikap: menjadi pejuang, pembangkang, atau pecundang. Ketiganya lahir dari cara seseorang m
Tindaklanjuti Rekomendasi Pansus DPRD, Pemprov Riau Siap Benahi Tata Kelola Pajak
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau berkomitmen penuh menata ulang sistem pengelolaan pendapatan daerah, mulai dari pembenahan basis data hingga optimalisasi penarikan pajak. Komitmen ini d
Penertiban PETI di Cerenti Memanas, Polisi Dilempari Batu, Kendaraan Nyaris Dibakar Warga
TELUKKUANTAN-Aksi penertiban tambang emas tanpa izin (PETI) di aliran Sungai Kuantan memicu kericuhan setelah sekelompok warga melempari petugas dengan batu dan mengancam akan membakar kendaraan dinas