Senin, 25 Mei 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Tujuh Hari Pencarian, Misteri Hilangnya Jemaah Indonesia di Makkah Belum Terpecahkan

Tujuh Hari Pencarian, Misteri Hilangnya Jemaah Indonesia di Makkah Belum Terpecahkan

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 22 Mei 2026 10:15
Jakarta - Tujuh hari berlalu, jemaah haji asal Indonesia Muhammad Firdaus Ahlan belum juga ditemukan. Sebelum hilang, Firdaus terlihat sendirian meninggalkan hotel, Jumat (15/5/2026) pukul 09.04 waktu setempat.

Kemudian dalam rekaman CCTV terungkap jejak terakhir Firdaus. Dia sempat berhenti dan menanyakan arah masjid sebelum berjalan menjauh dari pemondokannya di wilayah Misfalah, Makkah.Hal ini berdasarkan penuturan sang istri, Nafsiah Nawan yang juga jemaah haji. Nafsiah menjelaskan, Firdaus menjalani aktivitas harian yang sangat terbatas dan berfokus pada ibadah. Suaminya hanya melakukan kegiatan berulang, seperti salat, istirahat dan sesekali berjalan di sekitar hotel.

“Itu saja kegiatannya. Pulang, salat, tidur,” kata Nafsiah kepada tim Media Center Haji di Makkah, Selasa (19/5/2026).

Nafsiah menambahkan, suaminya memiliki riwayat penyakit diabetes, serta gangguan saraf yang berdampak pada kemampuan berjalan. Ia menyebut, langkah suaminya cenderung lambat dan tidak stabil, terutama saat harus menempuh jarak jauh.

Kronologi Hilang
Dari rekaman CCTV hotel, Firdaus terlihat keluar dari pemondokan, kemudian berjalan ke arah kanan. Ia sempat berhenti di area depan gedung sebelum terlihat bertanya pada orang sekitar mengenai lokasi masjid.

“Di CCTV terdengar dia tanya, ‘Masjid di mana?’” ucap Nafsiah.

Setelah itu, Firdaus berjalan menjauh tanpa kembali ke hotel. Nafsiah menyebut, CCTV hanya merekam hingga area tertentu di sekitar gedung, sehingga tidak menunjukkan arah lanjutan pergerakan suaminya secara lengkap.

Saat terakhir terlihat, Firdaus mengenakan baju koko putih, sarung kotak-kotak hitam, dan sandal jepit. Nafsiah mengungkap, momen hilang suaminya baru disadari beberapa jam setelah waktu Asar ketika ia tidak kembali ke kamar.

Ia sempat mengira Firdaus masih berada di sekitar area hotel bersama jemaah lain. Setelah menyadari kondisi tersebut, keluarga dan petugas hotel langsung melakukan pencarian di sekitar penginapan dan area Masjidil Haram.

Anak-anak mereka di Indonesia juga langsung dihubungi untuk membantu koordinasi pencarian lintas jaringan keluarga.

Keluarga Tidak Putus Berdoa
Sejak kejadian, Nafsiah mengaku tidak dapat beristirahat dengan normal karena terus memikirkan keberadaan suaminya. “Saya nggak bisa tidur, mikirin dia di mana,” ucapnya.

Ia juga sempat ingin ikut mencari ke luar hotel, namun dicegah keluarga karena kondisi kesehatan dan kekhawatiran akan tersesat. Ia kemudian diminta tetap berada di hotel sambil memantau kabar dari petugas.

Meski dalam kondisi cemas, Nafsiah tetap berusaha menjaga keyakinan. “Tolong jangan berhenti doa, setiap malam keluarga juga rutin,” katanya.

Firdaus tergabung dalam kloter JKG 27 Rombongan 1 dari KBIH Imam Bonjol Jakarta. Ketua Bidang Media Center Haji PPIH Arab Saudi, Ichsan Marsha, menyampaikan keprihatinan mendalam kepada pihak keluarga dan memastikan operasi pencarian langsung digulirkan sejak laporan pertama diterima.

Area Penyisiran Diperluas
Petugas gabungan menyisir sejumlah titik krusial di Makkah, mulai dari area perhotelan, kawasan Masjidil Haram, hingga fasilitas kesehatan.

“Kami memastikan proses pencarian dilakukan secara serius, menyeluruh dan terus berlanjut hingga saat ini,” kata Ichsan saat menggelar jumpa pers di Makkah, Rabu (20/5/2026).

Ichsan menjelaskan, laporan kehilangan secara resmi masuk melalui Kanal Kawal Haji keesokan harinya, Sabtu (16/5/2026). Data awal menyebutkan, jemaah meninggalkan pemondokan tanpa membawa kartu identitas apa pun.

PPIH telah membentuk beberapa tim pencarian yang disebar ke berbagai titik strategis, termasuk menyisir jalur-jalur jalan utama. Demi mempercepat penemuan, tim tambahan dari unsur Perlindungan Jemaah (Linjam) Madinah bahkan ikut diterjunkan guna memperluas radius pencarian.

Cek Sejumlah Rumah Sakit
Selain melacak jalur fisik, petugas medis juga dikerahkan untuk melakukan pengecekan data pasien ke seluruh rumah sakit di Makkah dan wilayah sekitarnya. Langkah ini diambil guna mengantisipasi kemungkinan jemaah tengah menjalani perawatan darurat di fasilitas kesehatan.

Tak hanya mengandalkan tim internal, PPIH juga telah berkoordinasi dengan Kepolisian Arab Saudi dan menerbitkan laporan resmi kehilangan untuk mempermudah pelacakan di lapangan.(liputan6).

Sumber: https://www.liputan6.com/news/read/7001786/tujuh-hari-pencarian-misteri-hilangnya-jemaah-indonesia-di-makkah-belum-terpecahkan

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.