Politik
2 Elite Balik Badan, Demokrat Pertimbangkan Keluar dari Koalisi Prabowo
Senin, 20 Mei 2019 13:18
"Situasi ini jelas menjadi bahan pertimbangan kami apakah kami masih pantas terus berada di koalisi Prabowo ini atau segera mundur saja dari koalisi ini," ujar Ketua DPP PD Jansen Sitindaon kepada wartawan, Senin (20/5/2019).
Situasi yang dimaksud adalah soal tudingan adanya buzzer dari Prabowo-Sandi yang mem-bully Bu Ani. Sebelum Jansen, Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPP PD Ferdinand Hutahaean sudah menyatakan terlebih dahulu keluar dari pendukung Prabowo-Sandi.
"Kalau ditanya sikap pribadi saya sebagai kader, maka saya sungguh sudah tidak nyaman dengan keadaan ini. Dan saya pribadi akan pamit baik baik mundur dari barisan pak Prabowo ini. Karena begini begini saya ini juga ini kan ikut berjuang habis-habisan untuk memenangkan Pak Prabowo," imbuhnya.
Jansen mengaku masih bisa terima apabila ia diserang secara pribadi sebagai kader. Namun ia menyatakan tidak terima apabila serangan ditujukan kepada Bu Ani.
"Mungkin kalau hanya menyerang kami kader kader demokrat masih bisa lah kami menerimanya. Silahkan serang sekeras mungkin. Tetapi ini sudah menyerang ibu ani. Sudah tidak pantas dan beradab," tegas Jansen.
"Melecehkan Bu Ani ini menurut saya tidak menghargai perjuangan saya yang juga jelas keringat dan rekam jejaknya selama 7 bulan kemarin untuk memenangkan pak Prabowo. Ibu Ani ini posisinya sudah seperti Ibu Kandung kami seluruh kader Demokrat. Dengan kejadian beliau dituduh tuduh sakit rekayasa ini sungguh telah menyakiti hati saya dan hati seluruh kader Demokrat," sambung dia.
Langkah Ferdinand diikuti oleh Jansen, yang merasa berang lantaran adanya bully-an kepada Bu Ani, istri SBY. Sebelum 2 elite PD ini balik badan, , Demokrat memang jadi perhatian usai hari pencoblosan. Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY sempat bertemu dengan Presiden Jokowi. Langkah politik AHY sempat jadi sorotan. Demokrat pun kerap berbeda sikap dengan Prabowo-Sandi usai pencoblosan 17 April lalu.
Sekjen PD Hinca Pandjaitan menegaskan Demokrat masih berada di koalisi Prabowo-Sandiaga, hingga 22 Mei mendatang yang merupakan pengumuman hasil Pemilu 2019. Alasannya, pada tanggal itu berakhir sudah pertandingan Pilpres.
Pasangan Kekasih di Pinggir Ditangkap, 27 Gram Sabu dan 44 Butir Ekstasi Disita
BENGKALIS-Tim Opsnal Polsek Pinggir meringkus dua orang pelaku tindak pidana narkotika jenis sabu dan pil ekstasi yang merupakan pasangan kekasih di wilayah Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis.Kedu
Resmi Berstatus Terpidana, Eks Ajudan Sekwan Pekanbaru Dieksekusi ke Rutan
PEKANBARU-Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru mengeksekusi Jhonny Andrean, eks ajudan Sekretaris DPRD (Sekwan) Kota Pekanbaru, Hambali Nanda Manurung, ke Rumah Tahanan (Rutan) Pekanbaru.Langkah itu di
DPD Bentuk Pansus Papua, Ini Tugasnya
Jakarta - DPD membentuk Panitia Khusus (Pansus) Papua untuk mengkaji berbagai persoalan yang terus mengemuka di Tanah Papua. Pembentukan pansus itu diputuskan dalam Sidang Paripurna DPD pada 23 Mei 20
Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau, Abu Kelabu Kembali Membubung
Jakarta - Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda kembali mengalami erupsi pada Selasa (7/7/2026) pagi. Kolom abu berwarna kelabu teramati membubung setinggi sekitar 100 meter di atas puncak, menand
Selain Urai Macet, Pramono Tegaskan Terowongan PS-Sency Bisa Jadi Sentra UMKM
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta manajemen Plaza Senayan (PS) dan Senayan City (Sency) membangun terowongan bawah tanah yang menghubungkan dua pusat perbelanjaan tersebut. Langkah