Politik
Amien Rais Surati Kader PAN: Oposisi Lebih Bermartabat
Jumat, 02 Agu 2019 16:34
Amien seharusnya menjadi pembicara dalam acara Focus Group Discussion (FGD) bertema Oposisi Tugas Suci Amanat Rakyat 2019, Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Jumat (3/8/2019). Acara itu dihadiri oleh mantan komisioner KPU Chusnul Mariyah, akademisi Rocky Gerung, dan kader-kader PAN lainnya.
"Kemarin telepon tidak bisa hadir. Terus tulis surat, nanti saya jemput (ambil) di rumah di Gandaria. Pagi (Amien) ke Yogya dari (bandara) Halim pukul 6.30 WIB," ucap Icu, saat ditemui di lokasi acara.
Surat yang ditulis tangan oleh Amien Rais tertanggal 1 Agustus 2019. Ada enam poin yang ada di surat tersebut. Pertama, Amien menyebut mayoritas kader PAN menginginkan sikap oposisi.
"Sikap oposisi lebih bermartabat, terhormat, dan sesuai aspirasi mayoritas anggota dan para pemilih PAN," tulis Amien dalam surat yang diterima oleh Icu.
"Kalau PAN mendukung tanpa syarat pemerintahan Jokowi, masyarakat luas sangat sinis, dan jangan harap PAN bisa lolos threshold pileg yang akan datang," kata Amien.
Berikut isi surat Amien yang diberikan kepada Icu:
Untuk: Mas Icuk dan Para Kader PAN
Sikap PAN ke depan
1. Sikap oposisi lebih bermartabat, terhormat, dan sesuai aspirasi mayoritas anggota dan para pemilih PAN.
2. Kalau PAN mendukung tanpa syarat pemerintahan Jokowi, masyarakat luas sangat sinis, dan jangan harap PAN bisa lolos threshold pileg yang akan datang.
3. Hampir pasti, pemerintahan Jokowi akan melanjutkan kebijakannya yang jelas menghancurkan masa depan bangsa dan negara. Semua politik ekonomi Indonesia akan disubordinasikan di bawah kepentingan Cina. Sementara kepentingan rakyat sendiri hanya dipidatokan untuk lip service dan penina bobok masyarakat luas.
4. Alangkah aib dan malu, serta hina dina PAN di hadapan Allah YME. Kita gadaikan akidah dan politik kita untuk kepentingan sesaat, sedangkan masa depan PAN sungguh tragis dan tidak ada lagi jalan kembali.
5. Jangan sampai tangan kita ikut kotor berlumuran dosa sejarah, karena ekonomi pemerintahan Jokowi sangat jauh dari Pasal 33 UUD 1945 dari prinsip adil dan keadilan sebagaimana tertera dalam Pancasila.
6. Hidup cuma sekali. Hidup bagaikan sandiwara singkat, cuma puluhan tahun saja. Mari kita ambil peran dan posisi yang diridhoinya. Jangan sebaliknya.
(detik.com) Politik
Karyawan Swasta Diamankan Polres Dumai Bersama 220 Butir Diduga Pil Ekstasi
DUMAI - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Dumai kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polres Dumai. Petugas berhasil mengungkap
2,2 Juta Hektare Lahan Bersertifikat di Riau Masih Berstatus Kawasan Hutan, DPRD Desak Pemerintah Pusat Segera Beri Kepastian
PEKANBARU â€" Fakta mengejutkan terungkap jika sebelumnya sekitar 80 ribu hektare lahan bersertifikat berstatus kawasan hutan, kini DPRD Riau menemukan bahwa sekitar 2,2 juta hektare lahan yang telah
Konsisten, PTPN IV Palmco Tahun Ini Bagikan Dividen Rp2,83 Triliun
PEKANBARU â€" PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo, subholding PTPN III (Persero), menetapkan pembagian dividen sebesar 40 persen dari total laba bersih tahun buku 2025. Keputusan ini disepakat
Pemkab Meranti tak Ajukan Status Daerah Sulit Bayar Gaji ASN, Begini Penjelasannya
SELATPANJANG â€" Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti memastikan kondisi keuangan daerah masih berada dalam posisi yang mampu memenuhi kewajiban pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN). Kepastia
KPK Periksa Ketua DPRD Kuansing Juprizal Terkait Kasus Suap Bupati Suhardiman Amby
JAKARTA - KPK memanggil Ketua DPRD Kuantan Singingi (Kuansing), Juprizal (JUP) untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap. Perkara ini secara langsung menjerat Bupati Kuansing, Suhardiman Amby (S