Sabtu, 04 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • BPN: Sebut Pak Prabowo Bohong, Luhut Kayak Orang Baru Bangun Tidur

Politik

BPN: Sebut Pak Prabowo Bohong, Luhut Kayak Orang Baru Bangun Tidur

Jumat, 08 Feb 2019 15:29
Detik.com
JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menepis pernyataan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang menyebut Prabowo bohong soal kebocoran anggaran negara. BPN menegaskan pernyataan Prabowo adalah fakta.

"Bahwa kebocoran yang disampaikan Pak Prabowo itu kan fakta ya. Faktanya di mana? Faktanya ratusan kepala daerah, anggota DPR RI, DPRD Tingkat I, DPRD Tingkat II, menteri, sudah ditangkap oleh KPK. Itu kan menunjukkan bahwa memang ada yang bocor anggaran negara itu. Jadi di mana Pak Prabowo melakukan kebohongan?" kata juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade kepada wartawan, Jumat (8/2/2019).

Luhut sebelumnya juga mengingatkan bahwa sikap bohong bukanlah sikap seorang ksatria. Andre pun membela Prabowo dan menyebut Ketua Umum Gerindra itu sangat dicintai prajurit Kopassus.

"Pak Luhut tahu lah, Prabowo Subianto itu seorang ksatria. Tidak mungkin Prabowo dicintai oleh prajuritnya kalau Pak Prabowo bukanlah seorang ksatria. Kita lihat saja, Pak Luhut datang ke markas Kopassus, ada Pak Luhut ada Pak Prabowo, yang digendong sama prajurit itu pensiunan siapa? Pensiunan yang digendong itu Prabowo Subianto bukan Pak Luhut Binsar Pandjaitan. Jadi masyarakat prajurit tahu siapa yang ksatria," ujar Andre.

Politikus Partai Gerindra ini lalu meminta Luhut agar bersikap obyektif. Menurut Andre, fakta di lapangan menunjukkan ada kebocoran dan sudah dilakukan proses hukum.

"Jadi Pak Luhut saya rasa obyektif saja, bahwa memang ada kebocoran. Faktanya, kebocoran itu sudah dilakukan proses hukum oleh penegak hukum, baik KPK, Kepolisian, dan Kejaksaan. Kalau memang tidak ada kebocoran tentu tidak ada proses hukum dari KPK, Kepolisian, dan Kejaksaan," tuturnya.

"Jadi saya rasa tidak obyektif lah Pak Luhut menyebut Pak Prabowo tidak ksatria, Pak Prabowo melakukan kebohongan. Kebohongan gimana? Faktanya banyak orang ditangkap oleh KPK. Dan faktanya juga mayoritas yang ditangkap itu adalah kepala daerah-daerah maupun anggota DPR asalnya dari partai pendukung Pak Jokowi, partai koalisi Pak Jokowi," imbuh Andre.

Menurut Andre, Luhut seperti orang yang baru bangun tidur karena menganggap Prabowo berbohong. Ia pun meminta Luhut sebagai pejabat negara tidak mengeluarkan pernyataan yang menimbulkan kegaduhan.

"Jadi masa Pak Luhut kayak orang baru bangun tidur? Baru bangun tidur, mimpi gitu lho, lalu bilang Pak Prabowo bohong, Pak Prabowo bukan ksatria. Jadi saya rasa, saya berharap ya sebagai pejabat negara Pak Luhut jangan mengeluarkan komentar-komentar yang kurang produktif lah yang menambah kegaduhan saja," sebut Andre.

Sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan menanggapi pernyataan Prabowo Subianto yang menyebut ada kebocoran anggaran negara sebesar Rp 500 Triliun per tahun. Luhut menyebut, pernyataan tersebut adalah bohong.

"Saya pikir berlebihan, bocor pasti memang ada yang bocor, tapi kalau dibilang berlebihan itu sama sekali tidak. Ndak betul itu, bohong itu," jelas Luhut kepada wartawan, Jum'at (8/2/19).

Ia bahkan menantang, agar Prabowo dapat membuktikan pernyataan itu, jika dianggap sesuatu yang benar. Namun, pihaknya tetap akan bersikap santai karena memang hal tersebut dianggap Luhut sebagai sesuatu yang bohong.

"Kalau dia mau, buktikan itu. Kita ngapain sih capek-capek lapor-melapor itu. Biarin saja mereka bohong," terang Luhut yang juga terdaftar sebagai ketua Bravo 5 pada Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma'ruf Amin.

Luhut yang juga seorang purnawirawan TNI pun mengingatkan bahwa sikap bohong bukanlah sikap seorang ksatria.

"Kamu dengar pesan saya sebagai orang tua, kamu itu jangan hidup dari bohong satu ke bohong yang lain, kalau kamu ksatria katakanlah benar ya benar, salah ya salah. Itu kan agama ngajari, dan dari Presiden, yang saya suka itu tidak pernah mau bohong. Kalau kita kurang kita klaim kurang, tidak ada yang sempurna. Di surga saja kau nanti bisa rasakan sempurna," pungkasnya.




Sumber: detik.com
Politik
Berita Terkait
  • Sabtu, 04 Jul 2026 11:41

    Pemkab Kepulauan Meranti Apresiasi Khitanan Massal Yayasan Fitrah Madani

    SELATPANJANG - Sebanyak 68 anak antusias mengikuti khitanan massal di Pondok Pesantren Darul Fikri, Selatpanjang, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan sosial inisiasi Yayasan Fitrah Madani ini sukses menyita pe

  • Sabtu, 04 Jul 2026 11:40

    Menteri Haji Soroti Layanan Krusial, Dorong Evaluasi Penyelenggaraan Haji 2026 Menyeluruh

    Jakarta â€" Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menekankan pentingnya Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026 sebagai wadah identifikasi kekurangan.

  • Sabtu, 04 Jul 2026 11:21

    Polda Papua Tengah Sukses Gelar Bhayangkara Fun Run, Ajak Masyarakat Hidup Sehat

    Polda Papua Tengah telah sukses menggelar Bhayangkara Fun Run 5K di Nabire, sebuah kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Acara ini bertujuan untuk mendukung ma

  • Sabtu, 04 Jul 2026 11:06

    Pemkab Jayawijaya Dorong Budi Daya Pangan Lokal, Perkuat Ketahanan Pangan Jayawijaya dan Ekonomi Masyarakat

    Pemerintah Kabupaten Jayawijaya di Papua Pegunungan secara aktif mendorong masyarakat untuk kembali membudidayakan pangan lokal. Inisiatif ini melibatkan 328 kampung di seluruh wilayah Jayawijaya guna

  • Sabtu, 04 Jul 2026 11:03

    Penembak Pilot AS di Yahukimo KKB Pimpinan Mbalingga

    Satgas Operasi Damai Cartenz telah mengungkap hasil dari penyelidikan terkait penembakan yang menimpa pilot pesawat PT Associated Mission Aviation (AMA), Captain Nicholas F. Goselin (29). Hasil penyel

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor