Politik
BPN Prabowo Tuntut Kubu Jokowi Minta Maaf Soal Tudingan Propaganda ala Rusia
Selasa, 05 Feb 2019 16:43
"Pada titik ini, sebaiknya TKN meminta maaf. Meminta maaf kepada pihak Rusia dan tentu saja juga meminta maaf kepada BPN. Kontestasi ini haruslah dijaga dengan baik dan bermartabat. Tidak saling tuduh tanpa dasar dan bukti valid," ungkap juru debat BPN Prabowo-Sandiaga, Saleh Daulay kepada wartawan, Selasa (5/2/2019).
Tudingan soal adanya tim sukses yang melakukan propaganda menyebar hoax ala Rusia disampaikan oleh Jokowi saat berkampanye beberapa hari lalu. Pernyataan Jokowi menuai kontroversi. Bahkan kedubes Rusia sampai angkat bicara dan menyatakan tidak ikut terlibat dalam kontestasi pemilu di Indonesia.
TKN Jokowi-Ma'ruf juga menuding pihak Prabowo-Sandiaga mencoba membenturkan Jokowi dengan pemerintah Rusia melalui isu ini. Saleh menepisnya dan mengingatkan sejak awal siapa yang mengangkat soal isu tersebut.
"Memang paling enak itu, melemparkan kesalahan pada orang lain. Harapannya dapat dua sekaligus. Kesalahannya terhapus, orang lain yang tercemar," sambung Saleh.
Kubu Jokowi sudah menyatakan tidak menuduh pemerintah Rusia terkait hal ini. Mereka menyoroti konsultan asing yang diterapkan kubu rival seperti gaya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat kampanyenya.
"Mau menyebut keterlibatan Rusia sebagai negara atau menyebut keterlibatan warga Rusia sebagai konsultan, itu sama saja. Sama-sama tidak benar. Wajar jika kedubes Rusia mengklarifikasi dan meluruskannya," kata Saleh.
Anggota DPR ini pun sekali lagi meminta kubu Jokowi untuk meminta maaf. Apalagi, tudingan itu disebut Saleh belum ada buktinya.
"Jika memang merasa ada yang salah dengan membawa-bawa nama Rusia, sebaiknya meminta maaf saja. Apalagi, sejauh ini, itu hanya isu yang dihembuskan. Belum ada bukti valid yang bisa diungkap ke publik," tukasnya.
"BPN Prabowo kembali menggunakan kasus propaganda Rusia sebagai drama beberapa babak. Babak pertama mencoba membenturkan Pak Jokowi dengan Pemerintah Rusia. Caranya dengan menghadap-hadapkan pernyataan Pak Jokowi dengan reaksi Kedubes Rusia, narasi yang dimainkan adalah Pak Jokowi diserang tidak paham tata krama diplomatik, padahal sudah jelas, bahwa dalam pernyataannya, Pak Jokowi tidak mengasosiasikan dengan Rusia sebagai Negara," ungkap Ace.
"Penggunaan metode Rusia tidak ada hubungan dengan pemerintah dan Negara Rusia, kalaupun ada indikasi penggunaan, metode ini juga yang melibatkan konsultan-konsultan asing asal Rusia. Jelas tidak berhubungan dengan pemerintah Rusia," lanjut politikus Golkar tersebut.
Sumber: detik.com
Politik
Penembak Pilot AS di Yahukimo KKB Pimpinan Mbalingga
Satgas Operasi Damai Cartenz telah mengungkap hasil dari penyelidikan terkait penembakan yang menimpa pilot pesawat PT Associated Mission Aviation (AMA), Captain Nicholas F. Goselin (29). Hasil penyel
Perwira Polri Asal Kabupaten Asahan, Rudy Sudaryono Samosir Naik Pangkat Menjadi Kompol
Bandung-Perwira Polri Asal Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Kompol. Rudy Sudaryono Samosir, SIK,MM,CELM,CHRMP, menerima kenaikan pangkat Reguler setingkat lebih tinggi dari Ajud Komisaris Polis
Tim Panjat Tebing Indonesia Gemilang, Dua Pasangan Estafet Campuran Lolos Final Seri Krakow
Tim panjat tebing Indonesia kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Dua tim speed estafet campuran berhasil melaju ke putaran final World Climbing Series 2026 di Krakow, Polandia
Pemkab Sigi Ajak Lintas Sektor Bersatu Jaga Hutan Ranjuri Sigi yang Berusia Ratusan Tahun
Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, gencar mengajak seluruh lintas sektor, termasuk masyarakat, untuk aktif menjaga kawasan Hutan Ranjuri. Hutan ini berlokasi strategis di Desa Beka, Kecamatan
BPS Sasar UMKM Perempuan di Sensus Ekonomi 2026, Perkuat Data untuk Kebijakan Inklusif
Badan Pusat Statistik (BPS) mengambil langkah proaktif dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan fokus pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perempuan. Kolaborasi strategis dijalin b