Selasa, 07 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • BPN Tolak Hasil Pilpres, Gerindra Koreksi Pileg di 5 Provinsi

Politik

BPN Tolak Hasil Pilpres, Gerindra Koreksi Pileg di 5 Provinsi

Selasa, 21 Mei 2019 09:43
Detik.com
Potret KPU Tetapkan Hasil Pemenang Pilpres 2019.
JAKARTA - Partai kolisi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi sebagian sepakat tidak menandatangani berita acara pemeriksaan (BAP) terkait rekapitulasi pileg 2019. Ada beberapa alasan mereka tak tanda tangani BAP.

Pertama yang melontarkan untuk tidak menandatangani adalah Partai Gerindra, mereka mengaku menemukan kecurangan di 5 Provinsi. Karena itu mereka menolak hasil pileg juga.

"Jadi ada beberapa provinsi emang kita anggap bermasalah, kami akan ajukan ke MK jadi karena BAP keseluruhan, maka saya kira kami tolak tanda tangani ada sekitar 5 provinsi," kata saksi dari Gerindra Abdul Haris di KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019).

Sementara itu, Waketum Partai Gerindra Ahmad Riza Patria ketika dikonfirmasi mengatakan bukan partainya menolak hasil pileg, namun akan mengoreksi 5 Kabupaten.

"Bukan (Tolak). Hasil pilpres kita menolak, kalau pileg kita perbaikan ada beberapa provinsi kita minta dikoreksi seperti Papua ada beberapa lebih dari 5 kabupaten supaya kita minta ada PSU (pemungutan suara ulang)," katanya.

Tak hanya Gerindra, Partai Berkarya juga melakukan penolakan. Penolakan Berkarya ini sebagai bentuk solidaritasnya kepada BPN yang menolak hasil pilpres.

"Kami sebagai bagian anggota koalisi juga karena Prabowo tolak pilpres otomatis harus pileg juga. Karena ini bagian satu kesatuan UU Nomor 7 2011 pemilu, apalagi semua dari bawah apalagi TSM . Kami Berkarya sebagai bagian kolaisi punya kepentingan untuk perjuangkan suara pileg yang juga TSM , itulah kenapa kami belum terima pileg dan pilpres," ucap Ketua DPP Berkarya, Badruddin Andi Picunang.

Sementara itu, penolakan juga terjadi di PAN. PAN merasa ada yang janggal dalam rekapitulasi suara baik pemilu dan pilpres. Sementara itu, Partai Demokrat juga tidak menandatangani hasil pileg.

"Kami tidak tandatangani di provinsi yang ada kecurangan untuk Demokrat. Itulah yang akan kami bawakan ke MK untuk kami perjuangkan ulang agar tidak merugikan kami," kata Ketua DPP PD Jansen Sitindaon diwawancarai terpisah usai penetapan rekapitulasi di KPU.



Sumber: detik.com
Politik
Berita Terkait
  • Selasa, 07 Jul 2026 13:36

    Pasangan Kekasih di Pinggir Ditangkap, 27 Gram Sabu dan 44 Butir Ekstasi Disita

    BENGKALIS-Tim Opsnal Polsek Pinggir meringkus dua orang pelaku tindak pidana narkotika jenis sabu dan pil ekstasi yang merupakan pasangan kekasih di wilayah Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis.Kedu

  • Selasa, 07 Jul 2026 13:33

    Resmi Berstatus Terpidana, Eks Ajudan Sekwan Pekanbaru Dieksekusi ke Rutan

    PEKANBARU-Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru mengeksekusi Jhonny Andrean, eks ajudan Sekretaris DPRD (Sekwan) Kota Pekanbaru, Hambali Nanda Manurung, ke Rumah Tahanan (Rutan) Pekanbaru.Langkah itu di

  • Selasa, 07 Jul 2026 13:29

    DPD Bentuk Pansus Papua, Ini Tugasnya

    Jakarta - DPD membentuk Panitia Khusus (Pansus) Papua untuk mengkaji berbagai persoalan yang terus mengemuka di Tanah Papua. Pembentukan pansus itu diputuskan dalam Sidang Paripurna DPD pada 23 Mei 20

  • Selasa, 07 Jul 2026 13:27

    Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau, Abu Kelabu Kembali Membubung

    Jakarta - Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda kembali mengalami erupsi pada Selasa (7/7/2026) pagi. Kolom abu berwarna kelabu teramati membubung setinggi sekitar 100 meter di atas puncak, menand

  • Selasa, 07 Jul 2026 13:20

    Selain Urai Macet, Pramono Tegaskan Terowongan PS-Sency Bisa Jadi Sentra UMKM

    JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta manajemen Plaza Senayan (PS) dan Senayan City (Sency) membangun terowongan bawah tanah yang menghubungkan dua pusat perbelanjaan tersebut. Langkah

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor