Jumat, 26 Jun 2026
  • Home
  • Politik
  • Cerita Hakim Agus Tolak Uang Suap dari Pihak Berperkara

politik

Cerita Hakim Agus Tolak Uang Suap dari Pihak Berperkara

Selasa, 21 Jun 2016 14:34
Syamsul/Okezone
Hakim M. Agus Salim

JAKARTA - Tugas sebagai seorang hakim bukanlah hal yang mudah. Menyandang sebutan "Wakil Tuhan" di dunia membuat para hakim harus bekerja jujur dan adil dalam memutus sebuah perkara.

Salah satu hakim dari Pengadilan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, M Agus Salim mengungkapkan betapa beratnya tugas menjadi seorang hakim, sebab godaan kenikmatan dunia kerap ditemui.

Agus yang merupakan calon hakim agung (CHA) menuturkan, saat menjabat pertama kali sebagai hakim Tipikor pada 2013, Agus mengaku sempat akan disuap oleh pihak yang tengah berperkara. Kala itu, ia ditawari uang pelicin dari kasus rasuah pengadaan barang dan jasa yang merugikan negara sebesar Rp30 miliar.

"Nilainya kerugian negara hampir Rp30 miliar. Pemberian tidak disebutkan (nominalnya)," ujar agus usai mengikuti tes calon hakim agung di Kantor Komisi Yudisial (KY), Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, kemarin.

Bahkan, uang suap tersebut coba dititipkan melalui hakim ketua. Namun, lantaran ia menolak, uang pelicin itu langsung dikembalikan ke pihak yang berperkara.

"Dia nyuruh kurir bertemu dengan ketua majelis. Ketua yang manggil saya. Ngomongnya dia mau kembalikan karena saya tidak mau," sambungnya.

Selanjutnya, di tahun yang sama, ia juga pernah ditemui oleh seorang pengacara. Di sebuah pertemuan, advokat tersebut bahkan langsung duduk semeja dengannya sembari membisikkan minta dibantu agar kasus yang ditanganinya bisa dimudahkan.

"Saya kaget. Temannya disana. Begitu sampai sini berhenti. Kasusnya tahun 2013. Saya tahu pengacara bilang bisa dibantu pak, ya saya jawab kalau dibantu pakai pledoi (di pengadilan) sana jangan pakai ini itu saya enggak mau. Itu di Banjarmasin," kenangnya.

Sejak saat itu, reputasinya semakin tenar sebagai hakim yang menolak suap. Selama bertugas mengadili koruptor, Agus mengaku belum pernah menerima ancaman baik secara personal maupun kepada keluarganya.

"Dua itu termasuk awal-awal saya jadi hakim. Ancaman? Enggak ada. Kalau seperti LSM demo silakan. Sejauh ini belum ada teror ke keluarga juga," tandas alumnus S1 Unair itu. (okezone.com)

Politik
Berita Terkait
  • Rabu, 26 Nov 2025 09:37

    Dewan Kehormatan PWI Riau Minta Wartawan Tidak Terseret Kepentingan Kelompok

    Pekanbaru-Ketua Dewan Kehormatan (DKP) PWI Riau, H Zufra Irwan SE, MM mewanti-wanti wartawan untuk tidak terjebak dengan kepentingan politik tertentu atau kelompok tertu menyikapi sikap tegas yang akh

  • Selasa, 04 Nov 2025 05:26

    AMSI Riau Soroti Penunjukan PLT Ketua DPD Golkar Riau: Intervensi DPP Dinilai Rusak Proses Konsolidasi Kader

    Pekanbaru-Angkatan Muda Satkar Ulama Indonesia (AMSI) Riau menyoroti langkah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang menunjuk Ahmad Doli Kurnia sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD Partai Gol

  • Senin, 27 Okt 2025 10:17

    H.Darnil Pimpin DPD Hanura Riau

    Pekanbaru-Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Provinsi Riau dan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IV se-Riau, di Hotel Grand Central Pekanbaru, Sabtu (25/10/2025).

  • Kamis, 04 Sep 2025 13:45

    Sahroni Mundur dari DPR RI? Begini Kata NasDem

    Ahmad Sahroni dikabarkan mengajukan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI. Pengunduran diri itu disebut-sebut sebagai buntut dari kekisruhan dalam beberapa hari terakhir. Sahroni sendiri sudah dinon

  • Kamis, 04 Sep 2025 11:40

    Uya Kuya dan Eko 'Patrio' Terima Keputusan Tak Dapat Gaji

    Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Putri Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan kondisi terkini Eko Hendro Purnomo alias Eko “Patrio” dan Surya Utama atau Uya Kuya setelah keduanya dinon

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.