Selasa, 07 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Elite NasDem: Rencana Aksi Kivlan Zen Geruduk KPU Tak Mendidik!

Politik

Elite NasDem: Rencana Aksi Kivlan Zen Geruduk KPU Tak Mendidik!

Kamis, 09 Mei 2019 09:49
Anggota Komisi III dari Fraksi NasDem, Taufiqulhadi
JAKARTA - Gabungan Elemen Rakyat untuk Keadilan dan Kebenaran (GERAK) yang diinisiasi Kivlan Zen akan menggelar unjuk rasa di gedung KPU dan Bawaslu. Partai NasDem mengatakan aksi Kivlan tak memberi pendidikan politik untuk bangsa ini.

"Rencana Pak Kivlan Zen akan melaksanakan unjuk rasa di KPU dan Bawaslu sebaiknya diurungkan karena itu tidak memberi pendidikan politik yang baik untuk bangsa ini," kata anggota Dewan Pakar Partai NasDem, Teuku Taufiqulhadi, dalam keterangannya, Kamis (8/5/2019) malam.

Alasan Taufiqulhadi menyerukan aksi itu diurungkan karena dia menganggap Kivlan Zen sebagai tokoh yang cukup rasional. Jika aksi tetap dilakukan, politikus asal Aceh itu akan menganggap Kivlan sudah tak rasional.

"Kalau Pak Kivlan akan menggerakkan unjuk rasa untuk menekan KPU, saya anggap Pak Kivlan tidak rasional lagi dan lebih besar subjektivitas politik yang mempengaruhi sikap politiknya," sebut dia.

Sebagai anggota DPR yang ikut dalam Pansus RUU Pemilu, Taufiqulhadi mengatakan dia dan anggota Dewan lain membentuk UU Pemilu guna kepentingan bangsa, bukan perseorangan. UU Pemilu, katanya, tidak parsial.

"Undang-Undang Pemilu itu kita buat untuk mengayomi semua elemen di Tanah Air. Bentuk KPU dan Bawaslu yang sekarang telah dipikirkan bersama dan itulah yang baik dalam pemilu presidentiil multipartai seperti Indonesia sekarang," kata Taufiqulhadi.

"Saya rasa Pak Kivlan tidak sulit untuk memahaminya, kecuali jika Pak Kivlan sudah tidak rasional lagi dan sikap politiknya didasari rasa curiga berlebihan. Jangan ada rasa curiga berlebihan," imbuh dia.

Sebelumnya diberitakan, GERAK, yang diinisiasi Kivlan Zen akan menggelar demonstrasi di KPU dan Bawaslu besok. Mereka ingin pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin didiskualifikasi dari Pilpres 2019.

KPU sendiri telah menegaskan pihaknya tak pernah melakukan kecurangan dalam Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng). KPU menegaskan dugaan itu murni kekeliruan bukan karena kesengajaan.

"Pada intinya berkenaan dengan kekeliruan yang didalilkan pelapor, faktanya terlapor dapat secara tegas menyatakan bahwa kasus itu merupakan murni kekeliruan dari proses entri. Artinya, memang tidak sama sekali ada unsur kesengajaan atau niat kecurangan sebagaimana yang telah pelapor dalilkan," ujar anggota Tim Badan Hukum KPU Setya Indra Arifin dalam sidang di Kantor Bawaslu, Jl Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (8/5).



Sumber: detik.com
Politik
Berita Terkait
  • Selasa, 07 Jul 2026 09:06

    Riau Borong 6 Penghargaan Anugerah Adinata Syariah 2026, Juara Nasional Nilai Ekspor Halal

    JAKARTA â€" Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih enam penghargaan dalam ajang Anugerah Adinata Syariah 2026. Penghargaan tersebut menjadi be

  • Selasa, 07 Jul 2026 08:58

    Hamas Bubarkan Pemerintahan di Gaza

    Gaza - Kelompok militan Hamas pada Senin (6/7/2026) mengatakan telah membubarkan pemerintahannya di Gaza dan bersiap menyerahkan kekuasaan kepada sebuah komite teknis yang didukung Perserikatan Bangsa

  • Selasa, 07 Jul 2026 08:56

    Penjelasan TNI, Kronologi Ibu Hamil Tewas saat Baku Tembak di Papua

    Markas Besar (Mabes) TNI memberikan penjelasan terkait insiden tewasnya seorang ibu hamil berinisial MD yang tertembak saat berada di dalam rumahnya di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.Kepal

  • Selasa, 07 Jul 2026 08:54

    Prabowo: Indonesia-Singapura Sepakat Jaga Keamanan Selat Malaka

    Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia dan Singapura memiliki kepentingan bersama untuk menjaga Selat Malaka tetap aman, damai, dan terbuka bagi seluruh pengguna jalur pelayaran. Terl

  • Selasa, 07 Jul 2026 08:52

    Tunggu Konfirmasi Iran, Menlu Sugiono dan Ketua MPR RI akan Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei

    Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono bersama Ketua MPR RI, Ahmad Muzani direncanakan menghadiri upacara pemakaman pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Rencana kedatangan ini sebagai bentuk pengho

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor