Kamis, 09 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Golkar Serang Direksi PLN: Di Jepang Sudah Harakiri!

Politik

Golkar Serang Direksi PLN: Di Jepang Sudah Harakiri!

Senin, 05 Agu 2019 10:44
Detik.com
JAKARTA - Partai Golkar mengkritik keras direksi PLN terkait listrik padam massal di sebagian besar Pulau Jawa. Partai Golkar meminta polisi mengusut kejadian listrik padam massal ini.

Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono mengaku tersiksa dengan kejadian listrik padam massal pada Minggu (4/8) kemarin. Dia menyebut penjelasan dari PLN terkait kejadian itu tidak lengkap dan meminta polisi melakukan penyelidikan.

"Tidak cukup minta maaf, masih memerlukan... tidak ada penjelasan detail, penjelasan teknis, kenapa hal itu sampai terjadi sehingga sebaiknya harus diselidiki ini oleh pihak berwajib untuk mengetahui mengapa peristiwa ini terjadi saat kita mulai membangun gencar infrastruktur kita, termasuk kelistrikan," kata Agung Laksono kepada wartawan, Senin (5/8/2019).

Agung Laksono menyebut listrik di kediamannya yakni di daerah Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur, mati sejak pukul 12.30 WIB dan baru menyala kembali sekitar 21.00 WIB, Minggu kemarin. Agung menyebut investigasi oleh polisi seperti yang disarankannya bukan untuk mencari-cari kesalahan direksi PLN.

"Kalau perlu pihak kepolisian turun tangan menangani menyelidik mengapa hal itu bisa terjadi. Maksudnya supaya itu tidak terjadi lagi," ucapnya.

Anggota Komisi VII DPR Fraksi Golkar Maman Abdurahman menyebut manajemen PLN bobrok. Dia mengatakan kejadian listrik padam massal amat merugikan masyarakat.

"Kejadian mati lampu alias blackout se-Jakarta semakin menunjukkan bahwa manajemen PLN sangat bobrok dan pejabat-pejabat PLN harus tobatan nasuha karena dosa mereka sangat besar kepada masyarakat Jabotabek dan sebetulnya masalah yang hampir serupa bukan hanya di Jabotabek, saja tapi di seluruh Indonesia," katanya.

Menurut dia, manajemen dan pengelolaan PLN betul-betul tidak memiliki rencana dan antisipasi untuk keadaan listrik padam massal. Menurutnya, kerugian yang ditanggung terkait listrik padam massal tak sebatas sosial, tetapi juga perekonomian karena aktivitas di Ibu Kota lumpuh total bahkan beberapa transportasi seperti MRT sempat mati.

"Masalah tidak hanya selesai dengan mengajukan permohonan maaf. Kalau di Jepang sudah harakiri (ritual bunuh diri di Jepang karena gagal menjalankan tugas)," katanya.

Selepas masa reses, Maman mengatakan Komisi VII DPR segera mengadakan rapat memanggil pejabat PLN terkait listrik padam massal. Dia menyebut direksi PLN harus dirombak total.

"Menjadikan kejadian blackout sebagai momentum untuk melakukan perombakan total manajemen, termasuk saya sedang melihat celah hukum untuk melakukan gugatan class action kepada PLN karena kejadian seperti ini sudah berulang-ulang terjadi dan terkesan PLN seperti keledai yang tidak pernah belajar dari kesalahan-kesalahan sebelumnya," cetus Maman.


(detik.com)
Politik
Berita Terkait
  • Rabu, 08 Jul 2026 16:44

    Karyawan Swasta Diamankan Polres Dumai Bersama 220 Butir Diduga Pil Ekstasi

    DUMAI - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Dumai kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polres Dumai. Petugas berhasil mengungkap

  • Rabu, 08 Jul 2026 16:34

    2,2 Juta Hektare Lahan Bersertifikat di Riau Masih Berstatus Kawasan Hutan, DPRD Desak Pemerintah Pusat Segera Beri Kepastian

    PEKANBARU â€" Fakta mengejutkan terungkap jika sebelumnya sekitar 80 ribu hektare lahan bersertifikat berstatus kawasan hutan, kini DPRD Riau menemukan bahwa sekitar 2,2 juta hektare lahan yang telah

  • Rabu, 08 Jul 2026 16:26

    Konsisten, PTPN IV Palmco Tahun Ini Bagikan Dividen Rp2,83 Triliun

    PEKANBARU â€" PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo, subholding PTPN III (Persero), menetapkan pembagian dividen sebesar 40 persen dari total laba bersih tahun buku 2025. Keputusan ini disepakat

  • Rabu, 08 Jul 2026 16:25

    Pemkab Meranti tak Ajukan Status Daerah Sulit Bayar Gaji ASN, Begini Penjelasannya

    SELATPANJANG â€" Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti memastikan kondisi keuangan daerah masih berada dalam posisi yang mampu memenuhi kewajiban pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN). Kepastia

  • Rabu, 08 Jul 2026 16:24

    KPK Periksa Ketua DPRD Kuansing Juprizal Terkait Kasus Suap Bupati Suhardiman Amby

    JAKARTA - KPK memanggil Ketua DPRD Kuantan Singingi (Kuansing), Juprizal (JUP) untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap. Perkara ini secara langsung menjerat Bupati Kuansing, Suhardiman Amby (S

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor