Selasa, 07 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Habiburokhman: Rommy Effect Akan Bikin Pendukung Jokowi Pindah ke Prabowo

Politik

Habiburokhman: Rommy Effect Akan Bikin Pendukung Jokowi Pindah ke Prabowo

Rabu, 20 Mar 2019 10:44
Detik.com
JAKARTA - Survei Litbang Kompas yang memperlihatkan selisih elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto di Pilpres 2019 makin tipis dilakukan sebelum eks Ketum PPP, Romahurmuziy (Rommy), ditangkap. Politikus Gerindra, Habiburokhman, yakin Prabowo menang jika memperhitungkan 'Rommy Effect'.

"Survei Litbang Kompas dilakukan 22 Februari-5 Maret atau sebelum terjadinya OTT KPK terhadap Rommy PPP pada 15 Maret 2019, jadi belum ada Rommy effect dalam survei tersebut. Jika Rommy effect sudah dihitung, saya yakin sebagian besar swing voter dan bahkan pendukung Jokowi akan pindah ke Prabowo," kata Habiburokhman kepada wartawan, Rabu (20/3/2019).

Survei Litbang Kompas diselenggarakan pada 22 Februari-5 Maret, sementara Rommy ditangkap KPK pada 15 Maret 2019. Survei ini melibatkan 2.000 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi Indonesia. Margin of error survei ini plus-minus 2,2 persen dengan tingkat kepercayaan 95%.

Juru bicara Direktorat Advokasi BPN Prabowo-Sandiaga ini tidak terkejut dengan hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan selisih Jokowi dan Prabowo tinggal 11,8%. Elektabilitas Jokowi tercatat sebesar 49,2% sementara elektabilitas Prabowo 37,4% dan yang merahasiakan pilihan sebesar 13,4%.

"Fakta di lapangan tidak terbantahkan, di manapun Prabowo-Sandi hadir selalu disambut lautan massa, sementara paslon kubu sebelah kerap terlihat sepi. Justru kami yakin kondisi saat ini Prabowo sudah mengungguli Jokowi, karena adanya OTT terhadap pentolan TKN Romy PPP beberapa hari lalu," ungkapnya.

Menurut Habiburokhman, kasus korupsi adalah hal yang sangat sensitif bagi pemilih rasional. Pemilih rasional ini dianggap sebelumnya masih ragu menentukan pilihan.

"Argumentasi kubu TKN jika OTT terhadap Rommy adalah bukti Jokowi tidak intervensi KPK sangat mudah dipatahkan. Semua orang tahu bahwa berdasarkan fungsi, wewenang dan strukturnya, KPK adalah institusi independen yang memang tidak bisa diintervensi oleh siapapun," ujar Habiburokhman.


Sumber: detik.com
Politik
Berita Terkait
  • Selasa, 07 Jul 2026 09:06

    Riau Borong 6 Penghargaan Anugerah Adinata Syariah 2026, Juara Nasional Nilai Ekspor Halal

    JAKARTA â€" Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih enam penghargaan dalam ajang Anugerah Adinata Syariah 2026. Penghargaan tersebut menjadi be

  • Selasa, 07 Jul 2026 08:58

    Hamas Bubarkan Pemerintahan di Gaza

    Gaza - Kelompok militan Hamas pada Senin (6/7/2026) mengatakan telah membubarkan pemerintahannya di Gaza dan bersiap menyerahkan kekuasaan kepada sebuah komite teknis yang didukung Perserikatan Bangsa

  • Selasa, 07 Jul 2026 08:56

    Penjelasan TNI, Kronologi Ibu Hamil Tewas saat Baku Tembak di Papua

    Markas Besar (Mabes) TNI memberikan penjelasan terkait insiden tewasnya seorang ibu hamil berinisial MD yang tertembak saat berada di dalam rumahnya di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.Kepal

  • Selasa, 07 Jul 2026 08:54

    Prabowo: Indonesia-Singapura Sepakat Jaga Keamanan Selat Malaka

    Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia dan Singapura memiliki kepentingan bersama untuk menjaga Selat Malaka tetap aman, damai, dan terbuka bagi seluruh pengguna jalur pelayaran. Terl

  • Selasa, 07 Jul 2026 08:52

    Tunggu Konfirmasi Iran, Menlu Sugiono dan Ketua MPR RI akan Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei

    Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono bersama Ketua MPR RI, Ahmad Muzani direncanakan menghadiri upacara pemakaman pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Rencana kedatangan ini sebagai bentuk pengho

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor