politik
Hary Tanoe Minta Kader Perindo Yogyakarta Tancap Gas Program UMKM
Senin, 06 Jun 2016 11:30
YOGYAKARTA - Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo melakukan konsolidasi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Perindo Daerah Istimewa Yogyakarta. Partai berlambang rajawali tersebut tancap gas untuk program ekonomi Kerakayatan.
Dihadapan kader Partai Perindo, Hary Tanoe menuturkan kondisi ekonomi Indonesia yang semakin terbuka dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Padahal, mayoritas masyarakat Indonesia belum siap dalam menghadapi pasar bebas, baik dalam hal kesejahteraan maupun pendidikan.
Akibatnya, kesenjangan sosial akan semakin melebar dan Indonesia akan sulit untuk menjadi negara maju dengan cepat.
Hary Tanoe mengatakan, saat ini satu kebijakan berlaku untuk semua. Artinya, tidak ada perlakuan khusus bagi masyarakat ekonomi lemah.
Sementara Partai Perindo, lanjutnya, hadir dengan ekonomi kerakyatan. Dia menuturkan, ekonomi kerekyatan ada kebijakan khusus yang berpihak pada masyarakat menengah bawah. Misalnya saja seperti akses pada modal murah, pelatihan dan pendampingan, juga proteksi. Dengan demikian, masyarakat bawah akan terdorong untuk naik kelas menjadi masyarakat menengah atas. Sehingga penggerak perekonomian akan lebih banyak dari sebelumnya.
Hary Tanoe memaparkan bahwa tujuan konsolidasi, untuk menegaskan orientasi perjuangan Partai Perindo dalam membangun masyarakat. "Kita harus militan. Kita hanya bisa mengubah Indonesia kalau kita menang," tegasnya.
Dengan konsolidasi tersebut, Hary Tanoe berharap seluruh kader dari tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) hingga TPS, begerak dengan satu tujuan, yaitu mewujudkan Indonesia yang sejahtera, melalui ekonomi kerakyatan.
Hary Tanoe juga menyerukan kepada kader Perindo Yogyakarta untuk tancap gas dengan program Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaan Partai Perindo. Melalui program tersebut, partai memberikan modal gerobak usaha kepada masyarakat bawah agar mereka menjadi poduktif. Tidak hanya itu, mereka juga diberikan pelatihan dan pendampingan hingga usahanya berkembang.
"Dengan ekonomi kerakyatan, saya yakin Indonesia bisa lebih cepat menjadi negara maju. Dengan menjadi negara maju, Indonesia bisa mensejahterakan rakyatnya," seru Hary Tanoe.
Dengan menjadi negara maju, tambah Hary Tanoe, masyarakat akan terjamin baik dalam hal kesehatan maupun pendidikannya. Selain itu, negara akan lebih kuat dalam berbagai bidang, baik dalam prestasi oleahraga, maupun memperkuat anggaran keamanannya dan lain sebagainya.
Hary Tanoe berserta jajaran DPP mengakhiri agenda di Yogyakarta dengan bersilaturahmi ke Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta Brigjen Pol Bpk Prasta Wahyu Hidayat. (okezone.com)
Dewan Kehormatan PWI Riau Minta Wartawan Tidak Terseret Kepentingan Kelompok
Pekanbaru-Ketua Dewan Kehormatan (DKP) PWI Riau, H Zufra Irwan SE, MM mewanti-wanti wartawan untuk tidak terjebak dengan kepentingan politik tertentu atau kelompok tertu menyikapi sikap tegas yang akh
AMSI Riau Soroti Penunjukan PLT Ketua DPD Golkar Riau: Intervensi DPP Dinilai Rusak Proses Konsolidasi Kader
Pekanbaru-Angkatan Muda Satkar Ulama Indonesia (AMSI) Riau menyoroti langkah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang menunjuk Ahmad Doli Kurnia sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD Partai Gol
H.Darnil Pimpin DPD Hanura Riau
Pekanbaru-Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Provinsi Riau dan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IV se-Riau, di Hotel Grand Central Pekanbaru, Sabtu (25/10/2025).
Sahroni Mundur dari DPR RI? Begini Kata NasDem
Ahmad Sahroni dikabarkan mengajukan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI. Pengunduran diri itu disebut-sebut sebagai buntut dari kekisruhan dalam beberapa hari terakhir. Sahroni sendiri sudah dinon
Uya Kuya dan Eko 'Patrio' Terima Keputusan Tak Dapat Gaji
Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Putri Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan kondisi terkini Eko Hendro Purnomo alias Eko “Patrio” dan Surya Utama atau Uya Kuya setelah keduanya dinon