Politik
Kepemimpinan Prabowo Disinggung, Andre Gerindra: Ferdinand PD Gagal Nyaleg
Jumat, 09 Agu 2019 15:18
Ferdinand Hutahaean pada 8 Agustus 2019 bercuit menceritakan momen menjadi pendukung Jokowi juga Prabowo di dua pilpres. Menurut dia, Jokowi lebih berkarakter sebagai pemimpin, sedangkan Prabowo sama sekali tidak mempunyai jiwa kepemimpinan.
Cuitan itu disambar Andre Rosiade. Meski tak menyebut nama Ferdinand, Andre menyinggung soal kegagalan dalam Pileg 2019.
Ferdinand tak terima dengan cuitan Andre yang menurutnya hina. Dia lantas mengungkit jasanya mengampanyekan Prabowo di Pilpres 2019.
"Hina sekali orang ini komennya? Gue nyaleg santai-santai nggak keluar duit. Gue ke lapangan selalu kampanye Prabowo. Tanya orang-orang Bogor yang pernah ketemu saya. Gue makin tahu ternyata memang lu cuma bocah yang kebetulan berduit, nyaleg, dan menang. Otak sih kopong kayaknya," balas Ferdinand sembari menyertakan sejumlah emoji tertawa terbahak-bahak.
Andre kembali membalas cuitan Ferdinand. Eks juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno itu mengaku bingung dengan klaim 'selalu mengampanyekan Prabowo' yang disampaikan rekan satu divisinya di BPN saat Pilpres 2019 itu.
"Kalau tulus bela Pak @prabowo dan rajin bertemu masyarakat, apalagi di daerah Kabupaten Bogor yang merupakan daerah pendukung Pak @prabowo seharusnya Anda lolos dan mendapatkan suara yang banyak. Tapi ternyata kan Anda hanya mendapatkan 7.186 suara," jelas Andre.
"Coba tunjukkan laporan penggunaan dana kampanyemu berapa? Sudahlah, sekarang saya tahu kamu cuma anak alay dalam politik," ucap Ferdinand.
"Pemilih saya masyarakat Sumbar atau Minang memilih berdasarkan rekam jejak, prestasi, dan program bukan karena amplop uang bro. Masyarakat Minang pemilih rasional bukan pemilih karena uang. Jadi nggak ada urusan jumlah dana kampanye masyarakat Minang menentukan pilihan bro," balas Andre.
Dikonfirmasi, Ferdinand Hutahaean menyebut dirinya bercuit soal karakter pemimpin karena menurutnya Jokowi tak mudah diatur orang. Sedangkan Prabowo, menurut dia, terlalu mudah mengikuti kemauan kelompoknya.
"Saya mengomentari karena Saudara FH terkesan suka menyerang Pak Prabowo dan Gerindra, makanya saya tanggapi. Dulu waktu di BPN penginnya dekat-dekat Pak Prabowo terus seperti cari muka. Sekarang berubah 180 derajat. Suka banget menyindir Pak Prabowo," kata Andre.
Karyawan Swasta Diamankan Polres Dumai Bersama 220 Butir Diduga Pil Ekstasi
DUMAI - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Dumai kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polres Dumai. Petugas berhasil mengungkap
2,2 Juta Hektare Lahan Bersertifikat di Riau Masih Berstatus Kawasan Hutan, DPRD Desak Pemerintah Pusat Segera Beri Kepastian
PEKANBARU â€" Fakta mengejutkan terungkap jika sebelumnya sekitar 80 ribu hektare lahan bersertifikat berstatus kawasan hutan, kini DPRD Riau menemukan bahwa sekitar 2,2 juta hektare lahan yang telah
Konsisten, PTPN IV Palmco Tahun Ini Bagikan Dividen Rp2,83 Triliun
PEKANBARU â€" PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo, subholding PTPN III (Persero), menetapkan pembagian dividen sebesar 40 persen dari total laba bersih tahun buku 2025. Keputusan ini disepakat
Pemkab Meranti tak Ajukan Status Daerah Sulit Bayar Gaji ASN, Begini Penjelasannya
SELATPANJANG â€" Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti memastikan kondisi keuangan daerah masih berada dalam posisi yang mampu memenuhi kewajiban pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN). Kepastia
KPK Periksa Ketua DPRD Kuansing Juprizal Terkait Kasus Suap Bupati Suhardiman Amby
JAKARTA - KPK memanggil Ketua DPRD Kuantan Singingi (Kuansing), Juprizal (JUP) untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap. Perkara ini secara langsung menjerat Bupati Kuansing, Suhardiman Amby (S