politik
Makin kuat sinyal Ahok merapat ke parpol dan tinggalkan Teman Ahok
Sabtu, 25 Jun 2016 12:45
Seiring berjalannya waktu, satu per satu partai politik menggoda keyakinan Ahok. Partai Nasional Demokrat (NasDem) menyatakan dukungannya pada Ahok meskipun maju melalui jalur independen. Menyusul Partai Hanura juga menyampaikan hal sama. Terakhir, Partai Golkar juga secara tegas menyatakan dukungan untuk mantan Bupati Belitung Timur ini. Di saat bersamaan, Teman Ahok berhasil mengumpulkan lebih dari 1 juta KTP dukungan.
Kabar datang dari gedung DPR, revisi UU Pilkada ditetapkan. Isinya dianggap ingin menjegal calon perseorangan. Sebab, dukungan bagi calon perseorangan harus dilakukan dengan verifikasi faktual ke pemberi dukungan. Artinya, 1 juta dukungan KTP untuk Ahok harus dicek kebenarannya ke pemilik KTP masing-masing. Tentu ini akan menyulitkan jalan Ahok jika nekat maju dari jalur independen.
Kondisi ini membuat suhu politik ibu kota memanas. Ahok mulai sering membicarakan tak tertutupnya pintu untuk maju pilgub dengan kendaraan partai politik. Namun Ahok harus memastikan terlebih dulu bahwa dukungan tiga parpol itu benar-benar diwujudkan dalam komitmen politik yang sah.
Teman Ahok juga tak mempermasalahkan bila Ahok maju melalui jalur partai politik. Asalkan ada perjanjian hitam di atas putih bahwa Ahok maju melalui jalur parpol dalam keadaan terjamin.
"Buat Teman Ahok selama parpol tidak berikan statement yang jelas mereka mau dukung selama tidak ada hitam di atas putih kita akan tetap fighting pada jalur independen," ujar Pendiri Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas di Pejaten, Minggu (19/6) malam.
Tiga partai politik pendukung Ahok akhirnya secara resmi memberikan 'tiket' untuk Ahok. Dia sendiri yang mengambil surat dukungan politik dari Partai NasDem, Partai Hanura dan Partai Golkar. Ahok melakukan safari politik dengan bertemu langsung dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya paloh, Ketua Umum Hanura Wiranto dan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto. Ahok juga rajin menghadiri agenda yang diselenggarakan tiga parpol itu.
Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto akan menghormati dan tak mempermasalahkan apapun keputusan akhir Ahok dalam Pilgub DKI. Apakah tetap berada di jalur independen atau kembali ke 'pelukan' parpol. Yang terpenting Ahok tetap maju dalam pilkada tahun depan. Hal ini pun sudah dibicarakan dengan Teman Ahok.
"Jadi kita kan sudah bicara dengan Teman Ahok yang dukung secara Independen, kita sudah sepakat bahwa cara kita mendukung tak kita permasalahkan apakah independen apa parpol," ungkap Wiranto beberapa waktu lalu.
Merdeka.com mencatat sinyal dari Ahok yang mulai berpikir kembali ke 'pelukan' parpol. Berikut paparannya. (Merdeka.com)
Dewan Kehormatan PWI Riau Minta Wartawan Tidak Terseret Kepentingan Kelompok
Pekanbaru-Ketua Dewan Kehormatan (DKP) PWI Riau, H Zufra Irwan SE, MM mewanti-wanti wartawan untuk tidak terjebak dengan kepentingan politik tertentu atau kelompok tertu menyikapi sikap tegas yang akh
AMSI Riau Soroti Penunjukan PLT Ketua DPD Golkar Riau: Intervensi DPP Dinilai Rusak Proses Konsolidasi Kader
Pekanbaru-Angkatan Muda Satkar Ulama Indonesia (AMSI) Riau menyoroti langkah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang menunjuk Ahmad Doli Kurnia sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD Partai Gol
H.Darnil Pimpin DPD Hanura Riau
Pekanbaru-Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Provinsi Riau dan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IV se-Riau, di Hotel Grand Central Pekanbaru, Sabtu (25/10/2025).
Sahroni Mundur dari DPR RI? Begini Kata NasDem
Ahmad Sahroni dikabarkan mengajukan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI. Pengunduran diri itu disebut-sebut sebagai buntut dari kekisruhan dalam beberapa hari terakhir. Sahroni sendiri sudah dinon
Uya Kuya dan Eko 'Patrio' Terima Keputusan Tak Dapat Gaji
Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Putri Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan kondisi terkini Eko Hendro Purnomo alias Eko “Patrio” dan Surya Utama atau Uya Kuya setelah keduanya dinon