Selasa, 07 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • PDIP soal Usulan Kabinet Zaken: Tak Perlu Demarkasi di Proses Rekrutmen

Politik

PDIP soal Usulan Kabinet Zaken: Tak Perlu Demarkasi di Proses Rekrutmen

Sabtu, 11 Mei 2019 10:36
Detik.com
Foto: Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno
JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) setuju usulan pembentukan kabinet zaken jika capres petahana Joko Widodo (Jokowi) terpilih di periode 2019-2024. PDIP mengatakan para pembantu presiden harus kompeten dan mampu bekerjasama dengan baik.

"Bila kabinet zaken diartikan sebagai kabinet yang diisi para ahli, orang-orang dengan kompetensi yang tinggi, tentu setuju. Idealnya memang orang-orang yang duduk adalah orang-orang yang kompeten dan dapat bekerja sebagai "super-team" yang efektif," kata Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno kepada wartawan, Sabtu (11/5/2019).

Hendrawan kemudian bicara asal-usul istilah kabinet zaken. Menurut dia, kabinet itu muncul sebagai pembeda atas kabinet yang diisi oleh figur menteri yang tidak jelas.

"Istilah itu mengemuka untuk membedakan dari kabinet yang coba-coba, atau kabinet yang diisi dengan figur yang tidak jelas karena sejumlah pertimbangan yang tak terukur," ujar Hendrawa

Terlepas dari itu, Hendrawan sepakat dengan Jokowi bahwa orang-orang kompeten juga bisa berasal dari partai politik. Hendrawan menilai tidak perlu ada batasan dalam proses rekrutmen menteri.

"Namun presiden betul, orang yang kompeten itu ada di parpol dan ada di non-parpol. Jadi tidak perlu ada demarkasi dalam proses rekrutmen anggota kabinet. Ada orang parpol yang profesional, ada orang non parpol yang memiliki perilaku bak politisi," tuturnya.

Usulan mengenai pembentukan kabinet zaken ini sebelumnya disampaikan Anggota Dewan Pengarah BPIP Ahmad Syafii Maarif. Syafii menerangkan, kabinet zaken terdiri dari para ahli dan diperbolehkan dari politikus. Namun, kata Syafii, politikus tersebut ditentukan oleh Jokowi, bukan dari parpol.

"Kabinet yang terdiri dari orang orang ahli, boleh dari partai, tapi partainya jangan mengusulkan seorang tapi beberapa orang, presiden yang menentukan. Jadi presiden lebih berdaulat. Kalau tidak, kabinet yang lalu ini menurut saya banyak bolongnya," ujar Syafii di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (9/5/2019).


Sumber: detik.com
Politik
Berita Terkait
  • Selasa, 07 Jul 2026 09:06

    Riau Borong 6 Penghargaan Anugerah Adinata Syariah 2026, Juara Nasional Nilai Ekspor Halal

    JAKARTA â€" Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih enam penghargaan dalam ajang Anugerah Adinata Syariah 2026. Penghargaan tersebut menjadi be

  • Selasa, 07 Jul 2026 08:58

    Hamas Bubarkan Pemerintahan di Gaza

    Gaza - Kelompok militan Hamas pada Senin (6/7/2026) mengatakan telah membubarkan pemerintahannya di Gaza dan bersiap menyerahkan kekuasaan kepada sebuah komite teknis yang didukung Perserikatan Bangsa

  • Selasa, 07 Jul 2026 08:56

    Penjelasan TNI, Kronologi Ibu Hamil Tewas saat Baku Tembak di Papua

    Markas Besar (Mabes) TNI memberikan penjelasan terkait insiden tewasnya seorang ibu hamil berinisial MD yang tertembak saat berada di dalam rumahnya di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.Kepal

  • Selasa, 07 Jul 2026 08:54

    Prabowo: Indonesia-Singapura Sepakat Jaga Keamanan Selat Malaka

    Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia dan Singapura memiliki kepentingan bersama untuk menjaga Selat Malaka tetap aman, damai, dan terbuka bagi seluruh pengguna jalur pelayaran. Terl

  • Selasa, 07 Jul 2026 08:52

    Tunggu Konfirmasi Iran, Menlu Sugiono dan Ketua MPR RI akan Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei

    Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono bersama Ketua MPR RI, Ahmad Muzani direncanakan menghadiri upacara pemakaman pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Rencana kedatangan ini sebagai bentuk pengho

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor