Kamis, 09 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Pembakaran Hutan dan Lahan Tak Terkendali, Ade Hartati: Penegak Hukum Lemah

DPRD Provinsi Riau

Pembakaran Hutan dan Lahan Tak Terkendali, Ade Hartati: Penegak Hukum Lemah

Laporan: Afdal Aulia/Afriyanto
Jumat, 13 Sep 2019 16:14
Ade Hartati, anggota DPRD Riau dari fraksi PAN.
PEKANBARU- Lemahnya penegakan hukum membuat pembakaran hutan dan lahan di Riau semakin tak terkendali. Sehingga dampak yang ditimbulkan yaitu kabut asap pekat yang menyelimuti kota Pekanbaru sekarang ini mulai 'membunuh' kehidupan.

"Sangat memprihatinkan dan menyedihkan, penanganan karhutla terkesan jalan ditempat, karena yang ditangkap sejauh ini hanya oknum personal pelaku pembakar lahan. Sementara korporasi atau perusahaan yang diduga kuat terlibat belum sepenuhnya tersentuh hukum, padahal kabut asap yang terjadi sekarang sebagai dampak karhutla dan mulai membunuh kehidupan, "tegas Ade Hartati Rahmat anggota DPRD Riau dari fraksi PAN, Kamis (12/9/2019).

Ia mengaku sangat prihatin dan sedih karena akibat kabut asap kedepannya adalah anak-anak yang akan menanggung resiko karena terkena berbagai penyakit. Mulai dari Infeksi saluran pernafasan (ISPA), iritasi mata, iritasi kulit, sesak nafas dan lainnya.  Ia berharap jangan sampai jatuh banyak korban akibat kabut asap dan karhutla yang terjadi, karena apalagi anak-anak yang merupakan harapan masa depan.

Membunuh disini, kata Ade, tidak lain akibat dari kabut asap yang terjadi bisa membunuh secara perlahan manusia, binatang dan tumbuhan. Semua habitat yang ada dimuka bumi akan punah secara pelan-pelan karena kabut asap mengandung partikel beracun yang setiap waktu dihirup makhluk hidup. Sementara oksigen yang dibutuhkan tidak tersedia secara memadai sebagai penyangga utama kehidupan makhluk hidup di muka bumi ini.

"Makanya pada waktu rapat paripurna pembentukan fraksi di DPRD Riau tadi (kemarin,red) saya berteriak lantang interupsi soal penanganan karhutla dan  kabut asap yang tidak maksimal. Saya usulkan supaya DPRD Riau bersikap tegas termasuk membentuk panitia kerja (panja) penanganan karhutla, "ungkap Ade Hartati.

Sampai dengan Jumat siang, kondisi udara di Pekanbaru sudah sangat tidak sehat akibat kabut asap tebal dan pekat yang menyelimuti udara. Sejumlah sekolah mulai meliburkan siswanya meski tidak semua sekolah yang meliburkan siswanya. Sementara aktifitas masyarakat masih seperti biasa meskipun dihadang kabut asap pekat.

Senada dengan itu, anggota DPRD Riau dari Fraksi PKB Ade Agus Hartanto meminta kepada Pemerintah Provinsi Riau supaya mengeluarkan edaran semua sekolah diliburkan. Selain itu ibu-ibu hamil yang bekerja supaya juga diliburkan karena kabut asap berbahaya bagi perempuan hamil.

"Saya meminta supaya seluruh sekolah diliburkan termasuk pegawai atau karyawan perempuan yang hamil juga diliburkan. Kalau perlu kantor-kantor pemerintahan dan kantor DPRD Riau ini bisa dijadikan tempat penampungan bagi warga yang rentan terkena penyakit akibat kabut asap dan Pemprov Riau dideaak membuka posko-posko bagi korban kabut asap, "pinta Ade Agus. (afd)
komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor