Kamis, 09 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Politikus PDIP Nilai PD Telat Jika Ingin Perkuat Pemerintahan Jokowi

Politik

Politikus PDIP Nilai PD Telat Jika Ingin Perkuat Pemerintahan Jokowi

Selasa, 13 Agu 2019 14:16
Detik.com
Foto: Ketua DPP PDIP Andreas Hugo
JAKARTA - Politikus PDIP Andreas Hugo Pareira mengatakan keinginan Partai Demokrat (PD) untuk memperkuat pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah sangat terlambat. Menurutnya, dukungan PD harusnya diberikan sebelum pilpres.

"Keinginan kader-kader PD agar PD bergabung dengan pemerintahan Jokowi-Ma'ruf bisa diartikan marwah PD memang lebih dekat ke pasangan Jokowi-Ma'ruf. Namun, seharusnya ini sudah dilakukan sebelum Pilpres," kata Andreas, Selasa (13/8/2019).

"Sudah sangat terlambat apabila baru sekarang diekspresikan," sambung dia.

Andreas menduga keinginan partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mendukung Jokowi karena berharap adanya power sharing, utamanya dalam kabinet. Namun, Andreas mengatakan PDIP menyerahkan keputusan terkait koalisi kepada Jokowi.

"Namun, pernyataan ini juga bisa diartikan bahwa PD ingin mendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf tentu dengan harapan ada power sharing dalam kabinet nanti," kata Andreas.

Dia menyatakan Jokowi akan lebih jeli melihat dukungan yang mengalir usai Pilpres. Dia yakin Jokowi akan mengelola dukungan itu bakal dikelola dengan baik agar pemerintah ke depan tetap efektif.

"Tentu Presiden Jokowi akan lebih jeli melihat kemungkinan-kemungkinan dukungan yang mengalir pascakemenangan dan mengelola dukungan tersebut sehingga pemerintahan lima tahun ke depan tetap efektif," ujar dia.

Sebelumnya, Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan partainya telah mengukuhkan diri mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia menyatakan PD siap memperkuat pemerintahan Jokowi di periode kedua.

"Kalau ditanya kemana arah politik Partai Demokrat ya, arahnya adalah untuk memperkuat pemerintahan Pak Jokowi ke depan," kata Ferdinand kepada wartawan, Senin (12/8/2019).

Dia menyatakan hal itu adalah sikap resmi partai. Nantinya, sikap tersebut akan diumumkan oleh SBY pada waktu yang tepat.

"Ya, itu sikap resmi dan opsi terdepan. Tapi semua kembali ke Pak Jokowi," ucapnya.


(Detik.com)
Politik
Berita Terkait
  • Kamis, 09 Jul 2026 09:32

    UMKM Dapat Diskon Layanan Marketplace 50 Persen

    Jakarta - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menargetkan kebijakan potongan biaya layanan (service fee) sebesar 50 persen bagi pelaku UMKM yang menjual produk dalam negeri di marketpl

  • Kamis, 09 Jul 2026 09:27

    Mahasiswa Gugat UU MD3, Minta Masa Jabatan Anggota DPR Dibatasi

    Jakarta - Mahasiswa Fakultas Ilmu Politik UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Isma Maulana Ihsan, mengajukan uji materi terhadap Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2014 tentang Majelis Permusyawaratan Raky

  • Kamis, 09 Jul 2026 09:24

    Iran Umumkan 8 Prajuritnya Gugur dalam Serangan AS

    Teheran - Delapan personel militer Iran gugur dalam serangan Amerika Serikat (AS) terhadap sejumlah situs militer di Iran selatan pada Rabu (8/7/2026) dini hari. Dalam pernyataannya pada Rabu, mi

  • Kamis, 09 Jul 2026 09:20

    Pemprov Riau Genjot Digitalisasi Pelayanan Publik Demi Kepuasan Masyarakat

    PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau terus mempercepat digitalisasi tata kelola pemerintahan untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan berorientasi pada masyarakat. Langkah

  • Kamis, 09 Jul 2026 09:18

    Tiga Desain Ikon Baru Bundaran Kantor Gubernur Riau Segera Diputuskan

    PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau kini tengah mematangkan rencana besar untuk merombak tata kawasan Bundaran Jalan Jenderal Sudirman yang berada tepat di depan Kantor Gubernur Riau. Langkah peremaj

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor