Politik
Seperti Ferdinand, Ketua Demokrat Jansen Balik Badan Tinggalkan Prabowo
Senin, 20 Mei 2019 11:24
"Bu Ani itu beneran sakit. Bukan bohongan seperti tuduhan buzzer di media sosial twitter ya. Pak Prabowo sendiri pun sudah njenguk ke sana kan. Malah ketika Pak Prabowo datang njenguk waktu itu saya ada di sana dan ikut menjemput Pak Prabowo di depan rumah sakit NUH dan ngantarkan ke atas," ujar Jansen kepada wartawan, Senin (20/5/2019).
National University Hospital (NUH) merupakan tempat Bu Ani dirawat selama menjalani pengobatan. Jansen kemudian menyebut para pejabat juga sudah memberikan perhatiannya kepada istri sang ketum, Susilo Bambang Yudhoyono itu, termasuk petahana Presiden Jokowi.
Pria yang sebelumnya merupakan juru bicara BPN Prabowo-Sandi itu berbicara soal Demokrat yang mempertimbangkan untuk keluar dari Koalisi Indonesia Adil dan Makmur. Jansen menyebut, nantinya keputusan akan dilakukan oleh para petinggi partai.
Merasa tak senang Bu Ani di-bully, Jansen menyatakan mundur dari barisan pendukung Prabowo-Sandiaga. Menurutnya, hinaan kepada mantan Ibu Negara itu melecehkan perjuangannya selama proses pemenangan Prabowo-Sandiaga sejak Demokrat bergabung.
"Kalau ditanya sikap pribadi saya sebagai kader, maka saya sungguh sudah tidak nyaman dengan keadaan ini. Dan saya pribadi akan pamit baik baik mundur dari barisan pak Prabowo ini. Karena begini begini saya ini juga ini kan ikut berjuang habis-habisan untuk memenangkan Pak Prabowo," kata Jansen.
Di Twitternya, Jansen membalas sebuah cuitan dari seorang netizen yang mem-bully Bu Ani. Tweet dari netizen itu ditujukan kepada SBY yang isinya cukup kasar mengenai keadaan Bu Ani yang kini tengah berjuang melawan kanker darah.
Sebelumnya diberitakan, Ferdinand Hutahaean yang merupakan pendukung 'die hard' Prabowo-Sandiaga geram karena ada netizen yang mem-bully Bu Ani. Ia menuding netizen tersebut adalah buzzer pasangan nomor urut 02 itu, yang disebutnya 'buzzer setan gundul'. Ia pun menyatakan melepaskan dukungan.
"Ya saya mundur! Saya tidak mau dukung lagi meskipun Prabowo yang akan ditetapkan sebagai pemenang. Buzzer-buzzernya tidak punya peri kemanusiaan," tegas Ferdinand, Minggu (16/5).
Politik
Pasangan Kekasih di Pinggir Ditangkap, 27 Gram Sabu dan 44 Butir Ekstasi Disita
BENGKALIS-Tim Opsnal Polsek Pinggir meringkus dua orang pelaku tindak pidana narkotika jenis sabu dan pil ekstasi yang merupakan pasangan kekasih di wilayah Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis.Kedu
Resmi Berstatus Terpidana, Eks Ajudan Sekwan Pekanbaru Dieksekusi ke Rutan
PEKANBARU-Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru mengeksekusi Jhonny Andrean, eks ajudan Sekretaris DPRD (Sekwan) Kota Pekanbaru, Hambali Nanda Manurung, ke Rumah Tahanan (Rutan) Pekanbaru.Langkah itu di
DPD Bentuk Pansus Papua, Ini Tugasnya
Jakarta - DPD membentuk Panitia Khusus (Pansus) Papua untuk mengkaji berbagai persoalan yang terus mengemuka di Tanah Papua. Pembentukan pansus itu diputuskan dalam Sidang Paripurna DPD pada 23 Mei 20
Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau, Abu Kelabu Kembali Membubung
Jakarta - Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda kembali mengalami erupsi pada Selasa (7/7/2026) pagi. Kolom abu berwarna kelabu teramati membubung setinggi sekitar 100 meter di atas puncak, menand
Selain Urai Macet, Pramono Tegaskan Terowongan PS-Sency Bisa Jadi Sentra UMKM
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta manajemen Plaza Senayan (PS) dan Senayan City (Sency) membangun terowongan bawah tanah yang menghubungkan dua pusat perbelanjaan tersebut. Langkah