Politik
Soal Gedung Daerah Bengkalis, Lanjutan Pekerjaan Tunggu Audit BPKP
Laporan: Afdal Aulia
Selasa, 31 Mei 2016 16:49
BENGKALIS-Lanjutan pekerjaan gedung daerah Bengkalis di jalan Ahmad Yani samping Lapangan Tugu pada tahun ini belum dapat dilaksanakan karena masih harus menunggu hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Riau. Pad atahun 2016 ini, Dinas Pekerjaan Umum sendiri mengalokasikan anggaran sekitar Rp 3 milyar untuk finishing (penyelesaian,red).
Kepala Dinas PU Bengkalis melalui Sekretaris Tarmizi yang dijumpai, menyebutkan bahwa proyek gedung daerah Bengkalis itu memang sudah memasuki tahun ketujuh pekerjaannya. Tahun 2016 ini sendiri merupakan tahun kedelapan pelaksanaannya, dan untuk kelanjutan pekerjaan yang memasuki tahap akhir harus menunggu audit BPKP terlebih dahulu.
"Nanti akan dilakukan audit menyeluruh atau audit investigatif terhadap pekerjaan yang sudah dilaksanakan pada gedung daerah tersebut. Untuk sementara ini, dokumen pelelangannya masih belum kita serahkan ke ULP karena maraknya sorotan terhadap pekerjaan gedung daerah itu sendiri,"pungkas Tarmizi, Selasa (31/05/2016).
Disambung Tarmizi, pekerjaan proyek gedung daerah itu tahun 2016 memang dialokasikan kembali penaganggarannya di Dinas PU melalu bidang cipta karya. Akan tetapi maraknya sorotan terhadap kualitas dan anggaran yang sudah tersedot, Dinas PU belum melelang kegiatan lanjutannya karena harus ada audit investigatif BPKP dahulu.
"Kita tunggu saja apa hasil audit BPKP terhadap proyek gedung daerah tersebut. Kita juga sudah memberi tahun Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) untuk menunda dahulu proses pelelangan sampai selesainya hasil audit,"ujar Tarmizi.
Pansus Akan Dibahas di DPRD
Ditempat terpisah, anggota komisi II DPRD Bengkalis Hendri HS MSi yang ditemui terkait wacana untuk membentuk panitia khusus (pansus) gedung daerah mengaku akan segera membahas hal tersebut ditingkat dewan. Pria yang menggagas pembentukan pansus gedung daerah itu sangat mendukung upaya penyelesaian masalah yang terus disorot berbagai kalangan itu.
"Kita sendiri dari komisi II DPRD setelah melakukan peninjauan ke gedungd aerah itu snagat terkejut dengan kualitas serta mutu pekerjaan yang amburadul. Apalagi anggaran yang sudah dihabiskan mencapai Rp 49 milyar, ditambah lagi tahun 2016 ini Rp 3 milyar. Sementara itu kualitasnya jauh dari harapan, dan selayaknya DPRD Bengkalis membentuk pansus,"terang Hendri, dari Fraksi Partai Golkar itu.
Disambung pria asal Mandau ini, soal gedung daerah itu, ia sangat mendukung untuk dilakukan audit investigative terlebih dahulu sebelum dilanjutkan pekerjaannya. Karena dengan situasi sekarang, anggaran yang sudah tersedot cukup dahsyat tapi kualitasnya berbanding terbalik dengan anggaran yang dikuras dari APBD Bengkalis serta ada kesan disengaja memperlambat pekerjaannya.(afd)
Politik
Dewan Kehormatan PWI Riau Minta Wartawan Tidak Terseret Kepentingan Kelompok
Pekanbaru-Ketua Dewan Kehormatan (DKP) PWI Riau, H Zufra Irwan SE, MM mewanti-wanti wartawan untuk tidak terjebak dengan kepentingan politik tertentu atau kelompok tertu menyikapi sikap tegas yang akh
AMSI Riau Soroti Penunjukan PLT Ketua DPD Golkar Riau: Intervensi DPP Dinilai Rusak Proses Konsolidasi Kader
Pekanbaru-Angkatan Muda Satkar Ulama Indonesia (AMSI) Riau menyoroti langkah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang menunjuk Ahmad Doli Kurnia sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD Partai Gol
H.Darnil Pimpin DPD Hanura Riau
Pekanbaru-Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Provinsi Riau dan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IV se-Riau, di Hotel Grand Central Pekanbaru, Sabtu (25/10/2025).
Sahroni Mundur dari DPR RI? Begini Kata NasDem
Ahmad Sahroni dikabarkan mengajukan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI. Pengunduran diri itu disebut-sebut sebagai buntut dari kekisruhan dalam beberapa hari terakhir. Sahroni sendiri sudah dinon
Uya Kuya dan Eko 'Patrio' Terima Keputusan Tak Dapat Gaji
Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Putri Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan kondisi terkini Eko Hendro Purnomo alias Eko “Patrio” dan Surya Utama atau Uya Kuya setelah keduanya dinon