Kamis, 25 Jun 2026
  • Home
  • Politik
  • Tim Sukses AM-Mantap, Jangan “Intervensi” ke Wilayah Pemerintahan

Tim Sukses AM-Mantap, Jangan “Intervensi” ke Wilayah Pemerintahan

Laporan : Afdal Aulia
Rabu, 24 Feb 2016 16:30
Afdal Aulia
Sejumlah mantan tim sukses AM Mantap turut ikut serta dalam kunjungan kerja Bupati Bengkalis Amril Mukminin. Rabu 24/2.
BENGKALIS-Pasca telah aktifnya pemerintahan baru di Negeri Junjungan yang dinahkodai Amril Mukhminin dan Muhammad sebagai bupati dan wakil bupati, mantan tim sukses atau tim pemenangan pasangan tersebut diminta tidak ikut campuir atau intervensi kedalam wilayah pemerintahan.

Gejala tersebut tersebut mulai terlihat dalam beberapa kegiatan awal bupati dan wabup. Salah satunya ketika bupati bersama wabup, mantan penjabat bupati Ahmad Syah Harrofie dan Kadishubkominfo Jaafar Arif melakukan peninjauan pembangunan dermaga baru roro di Air Putih kecamatan Bengkalis, pada Rabu (24/02/2016) pagi.

Pada kunjungan bupati dan rombongan tersebut, ikut nimbrung beberapa "orang dekat" yang diyakini mantan tim sukses Amril-Muhammad (dijuluki AM-Mantap) pada Pilkada serentak bulan Desember tahun 2015 lalu. Pemandangan tersebut cukup kontras, karena merupakan kegiatan kunjungan kepala daerah yang baru.

Pemerhati masalah pembangunan di Bukitbatu Zulfan Mahendra menyikapi fenomena mantan tim sukses diduga ikut campur dalam pemerintahan Amril_muhammad tersebut, menyebutkan bahwa hal seperti itu sudah tidak perlu dilakukan lagi. Ia berpendapat, biarkan bupati dan wabup bekerja untuk masyarakat di Kabupaten Bengkalis, tanpa ada intervensi dari mantan tim sukses.

"Apalagi bupati terpilih (amril Mukhminin,red) sudah menyatakan bahwa kepala daerah adalah milik masyarakat dan bekerja untuk rakyat. Rasanya terlalu berlebihan setelah pilkada usai, mantan tim sukses masih terlihat bersama dengan kepala daerah dalam kegiatan pemerintahan,"ungkap Zulfan, Rabu (24/02/2016).

Menurutnya lagi, mantan tim sukses diberi reward itu wajar saja diera demokratisasi sekarang ini, tapi ada wilayah tertentu yang bukan porsi mereka tidak seharusnya masuk atau selalu mengekor kepala daerah.

"Kita berharap ini tidak menjadi preseden buruk pemerintahan baru di Bengkalis kedepannya.  Setiap orang harus tahu dimana porsinya, serta bersikap proporsional dan professional saja,"ulas Zulfan.(afd)
Politik
Berita Terkait
  • Rabu, 26 Nov 2025 09:37

    Dewan Kehormatan PWI Riau Minta Wartawan Tidak Terseret Kepentingan Kelompok

    Pekanbaru-Ketua Dewan Kehormatan (DKP) PWI Riau, H Zufra Irwan SE, MM mewanti-wanti wartawan untuk tidak terjebak dengan kepentingan politik tertentu atau kelompok tertu menyikapi sikap tegas yang akh

  • Selasa, 04 Nov 2025 05:26

    AMSI Riau Soroti Penunjukan PLT Ketua DPD Golkar Riau: Intervensi DPP Dinilai Rusak Proses Konsolidasi Kader

    Pekanbaru-Angkatan Muda Satkar Ulama Indonesia (AMSI) Riau menyoroti langkah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang menunjuk Ahmad Doli Kurnia sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD Partai Gol

  • Senin, 27 Okt 2025 10:17

    H.Darnil Pimpin DPD Hanura Riau

    Pekanbaru-Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Provinsi Riau dan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IV se-Riau, di Hotel Grand Central Pekanbaru, Sabtu (25/10/2025).

  • Kamis, 04 Sep 2025 13:45

    Sahroni Mundur dari DPR RI? Begini Kata NasDem

    Ahmad Sahroni dikabarkan mengajukan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI. Pengunduran diri itu disebut-sebut sebagai buntut dari kekisruhan dalam beberapa hari terakhir. Sahroni sendiri sudah dinon

  • Kamis, 04 Sep 2025 11:40

    Uya Kuya dan Eko 'Patrio' Terima Keputusan Tak Dapat Gaji

    Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Putri Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan kondisi terkini Eko Hendro Purnomo alias Eko “Patrio” dan Surya Utama atau Uya Kuya setelah keduanya dinon

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.