Pertama di Dumai, Nelayan Tanjung Palas Terapkan Teknologi Fish Finder Bantuan Pertamina
admin
Senin, 17 Feb 2020 20:30
“Penerapan teknologi tersebut merupakan kali pertama bagi nelayan tangkap di wilayah Dumai,” ungkap Kepala Dinas Perikanan Dumai, Afifuddinsyah.
“Atas nama Pemerintah Kota Dumai dalam hal ini Dinas Perikanan mengucapkan terima kasih kepada Pertamina yang membantu kami untuk menginisiasi penggunaan teknologi penangkapan atau fish finder bagi para nelayan Dumai untuk pertama kalinya,” imbuh Afifuddinsyah.
Ia menjelaskan berdasarkan Peraturan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Kelautan Perikanan, perairan Dumai bukan merupakan area tangkap ikan atau fishing ground karena merupakan jalur keluar masuk kapal industri, sehingga para nelayan harus menempuh puluhan kilometer dan memakan waktu hingga berhari-hari untuk kembali ke darat.
“Penggunaan fish finder tentu akan sangat membantu bagi para nelayan agar pencairan ke tengah laut menjadi sangat efektif dengan alat pendeteksi ikan yang canggih ini,” ungkap Afif.
Dirinya berharap Kelompok Nelayan Tuna yang dibina oleh Pertamina bisa berhasil memanfaatkan alat tersebut sehingga bisa menjadi percontohan bagi nelayan lainnya.
“Jika program ini berhasil, bukan tidak mungkin kami dari pihak pemerintah akan mulai memprogramkan penerapan fish finder untuk seluruh nelayan di Kota Dumai,” tambahnya.
Pejabat Sementara (Pjs) Unit Manager Communication, Relations, & CSR RU II, Brasto Galih Nugroho menuturkan pihaknya memberikan dua alat fish finder yang merupakan keluaran terbaru kepada kelompok nelayan Tanjung Palas.
“Kedua alat tersebut nantinya akan digunakan oleh kelompok secara bergantian dengan jadwal yang mereka tentukan sendiri,” kata Brasto.
Lebih jauh, Ia menerangkan pihaknya tidak hanya memberikan alat saja tapi juga pelatihan tentang bagaimana cara penggunaannya dengan menggandeng Politeknik Kelautan dan Perikanan (KP) Dumai sebagai narasumber.
“Di sini kami melibatkan para pengajar dan mahasiswa dari Politeknik KP Dumai sebagai pendamping teknis bagi para nelayan,” kata Brasto.
Politeknik KP merupakan perguruan tinggi di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan yang didirikan untuk mengembangkan kualitas dan kapasitas nelayan di Indonesia.
“Kami sangat terbuka apabila para mahasiswa atau dosen ingin melaksanakan penelitian atau praktik di program ini, dengan harapan akan muncul inovasi terapan baru yang nantinya bisa memberikan nilai tambah bagi para anggota kelompok nelayan,” tutup pejabat sementara Unit Manager tersebut. (Vie) LingkunganSosial
Hutan Adat Imbo Putui Suguhkan Keseimbangan Ekonomi dan Alam Berkelanjutan
Kampar-Hutan Adat Imbo Putui di Desa Petapahan, Kabupaten Kampar, kini hadir menjadi destinasi wisata alam pilihan berbasis konservasi unggulan di Provinsi Riau. Melalui Program Desa Wisata, kawasan y
Qurban Idul Adha 1447 H, Sedinginan Potong 70 Sapi Dan 10 Ekor Kambing
Rohil-Idul Adha 1447 H, Kelurahan Sedinginan Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rohil, menyembelih 70 ekor sapi dan 10 ekor kambing pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijrah, Rabu (27/5/26). Penyembeliha
Harmoni di Tanah Balai Raja, Saat Sang Gajah dan Manusia Berbagi Ruang Kehidupan
DURI-Malam berganti subuh di kawasan Balai Raja, Kabupaten Bengkalis, namun pekatnya kecemasan belum juga beranjak dari benak Jhon Hendrik Purba. Saban waktu, detak jantungnya berpacu lebih cepat seti
Transformasi Alun-Alun Tanjung Sawit: Dari Lapak Sederhana Menjadi Ikon Ekonomi Desa Terbaik di Riau
Pekanbaru -Wajah Alun-Alun di Desa Tanjung Sawit, Kecamatan Tapung, kampar kini berubah total. Kawasan yang sebelumnya dipenuhi deretan pedagang menggunakan gerobak kayu dan tenda seadanya kini
Bupati Inhil Herman Dorong Konsolidasi Politik di Muscab IX PPP
Indragiri Hilir-Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, menegaskan pentingnya konsolidasi partai politik dan penguatan sinergi dengan pemerintah daerah dalam menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) IX P