Anggaran bikin website revolusi mental Rp 140 M tak masuk akal
Minggu, 30 Agu 2015 18:29
"Mohon maaf, karena antusiasme masyarakat yang begitu tinggi, server kami mengalami overload. Untuk itu, kami sedang dalam proses upgrade server. Terima kasih untuk dukungan dan partisipasinya. Salam Revolusi Mental!" tulis dalam website tersebut, saat diakses merdeka.com, Rabu (26/8).
Bukan itu saja yang menjadi perhatian banyak orang. Beredar kabar untuk membangun website tersebut dibutuhkan dana dari APBN Rp 140 miliar. Pantaskah?
Menurut Pengamat ICT dari Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi, mengatakan bahwa pembuatan website dengan angka yang cukup fantastis itu tidak masuk akal dan perlu diinvestigasi.
Menurut Heru, anggaran sebesar ini untuk infrastruktur situs kompleks seperti internet banking memang hal lumrah. Tetapi, kalau nilai Rp 140 Miliar sekadar buat membangun website sederhana, maka sudah keterlaluan.
Pakar ICT ini menjelaskan perlu investigasi lebih lanjut, biaya tersebut untuk apa saja. Apakah sekadar bangun website atau sekaligus dana membangun tim lintas departemen, penyediaan perangkat server kapasitas UPS, aplikasi untuk android, BB maupun ios, atau juga ditambahkan tim analisis big data.
"Kalau sekadar bikin website, angka setinggi itu tidak masuk logika dan saya yakin ada dugaan unsur tindak pidana korupsi. Sementara kalau berikut lain-lain, perlu diinvestigasi dan dicek hasil satu item lain-lain itu. Bisa saja kasus seperti mark up UPS terulang kembali," kata Heru saat dihubungimerdeka.com, Rabu (26/8).
"Makanya, perlu diselidiki, infrastrukturnya seperti apa? Kalau memang besar, luas, dan kompleks serta macam-macam seperti internet banking, iya itu bisa triliunan. Tapi kalau sederhana ya terlalu mahal. Kuncinya perlu diinvestigasi, beli barang dan jasa apa saja, harga satuannya bagaimana dan pemenang lelangnya siapa," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Jamalul Izza, ikut berkomentar. Jamal mengatakan, jika hanya sekadar desain website dengan anggaran Rp 140 Miliar rasanya terlalu berlebihan.
"Kalau untuk desain website ya, rasanya enggak sampai segitu. Tapi, mungkin saja itu mulai dari infrastrukturnya ya seperti perangkatnya, collocation website-nya, termasuk maintenance-nya. Intinya, lebih ke arah infrastrukturnya, bisa jadi harga segitu," ujarnya.
Jamal pun menambahkan, jika website itu baru saja diluncurkan kemudian mengalami down, bisa saja tim IT dari website tersebut sedang menjajal sejauh mana antusias dari masyarakat terhadap website tersebut.
"Karena overload kayak gitu berarti kan, perangkatnya kurang memadai yang menyebabkan seperti itu. Mungkin mereka saat ini sedang ngetes sejauh mana antusias masyarakatnya. Akan bisa masuk akal dengan harga Rp 140 miliar jika termasuk infrastruktur bukan hanya web desain saja," katanya.
Jamal mengaku baru tahu ada website, apalagi milik pemerintah, yang semahal itu di Indonesia. (merdeka.com)
TPA Muara Fajar Segera Miliki Pembangkit Listrik Biogas Berkapasitas 3 Megawatt
PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melakukan terobosan besar dalam menangani krisis sampah dengan menggandeng Kepolisian Daerah (Polda) Riau untuk menghadirkan teknologi Waste to Energy (WT
Vivo V70 Series Segera Meluncur di Indonesia dalam Dua Model
JAKARTA â€" vivo Indonesia mengonfirmasi kehadiran vivo V70 Series di Indonesia dalam dua model, yaitu vivo V70 dan vivo V70 FE. Seperti seri V pendahulunya, vivo V70 Series juga akan berfokus pada pe
Mahasiswa Ciptakan Alat Pembakaran Sampah Minim Asap, Lebih Ramah Lingkungan
JAKARTA â€" Mahasiswa Universitas Budi Luhur menciptakan alat pembakaran sampah dengan emisi asap yang lebih rendah, di Desa Sanghiang, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak. Inovasi dari Kelompok KKN Maja
Dukung Operasi yang Andal, PHR Luncurkan 'Power Bank' Raksasa MSU-003 Amankan Listrik Zona Rokan
ROKAN HILIR-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan terus mencatatkan capaian strategis yang akan memperkuat fondasi operasional kelistrikan di Wilayah Kerja Rokan. Proyek prioritas dari Subholding U
Pemanggilan 13 Distributor BBM di Riau Belum Dijadwalkan
PEKANBARU-Dari 19 distributor BBM yang mengantongi Ijin Niaga Umum (INU), 6 di antaranya sudah dipanggil dan dievaluasi oleh DPRD Riau pada 02 Oktober lalu. Sementara 13 distributor lainnya hingga kin