Travel
Kemenlu Dorong Diplomat dan Diaspora Promosikan Pariwisata Indonesia di Kancah Internasional
Jumat, 16 Nov 2018 09:44
KEMENTERIAN Pariwisata (Kemenpar) menargetkan 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara di tahun 2019. Berbagai upaya telah dilakukan demi mencapai target tersebut, termasuk melakukan sinergi lintas kementerian.
Komitmen ini semakin diperkuat dengan diselenggarakannya 'Forum Komunikasi Staf Ahli Untuk Wonderful Indonesia' di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta Pusat, Kamis (15/11/2018). Salah satu narasumber dalam acara tersebut, Ronny Prasetyo Yuliantoro, selaku Staf Ahli Hubungan Antar Lembaga, Kementerian Luar Negeri, mengatakan bahwa Kemenlu selama ini sebetulnya memiliki sejumlah program kerja yang berpotensi menggaet wisatawan mancanegara.
Oleh karena itu, Ronny sangat mengapresiasi inisiasi yang dilakukan Kemenpar dalam mensinergikan sejumlah kementerian dan lembaga terkait untuk memajukan industri pariwisata dalam negeri.
"Pariwisata itu kan sudah ditetapkan sebagai leading sector oleh Presiden Jokowi. Kami dari Kemenlu juga sudah memberi pembekelan kepada semua diplomat yang akan bertugas ke luar negeri. Seperti saat orientasi yang diberikan langsung oleh Pak Wapres Jusuf Kalla beberapa waktu lalu," kata Ronny.
"Beliau menekankan kepada para diplomat bahwa mereka harus memahami pentingnya diplomasi ekonomi. Khususnya pariwisata. Jadi semua diplomat diwajibkan untuk mempromosikan pariwisata Indonesia di negara tempat mereka akan bertugas," sambungnya.
Lebih lanjut Ronny menjelaskan, Kemenlu sendiri mencatat adanya peningkatan kunjungan wisatawan non tradisional ke Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Wisatawan non tradisional ini didefinisikan sebagai wisatawan yang berasal dari negara-negara asing yang mungkin belum menjadi pasar utama Indonesia.
"Istilah yang tepat mungkin bisa disebut negara-negara antah berantah. Mulai dari Argentina tercatat kenaikan wisatawan mencapai 65 %, Brazil 32%, Dominika persemakmuran 122%, lalu ada negara kecil di Karibia yang sampai 92%. Artinya pariwisata kita cukup potensial untuk terus dikembangkan," tegas Ronny.
Tidak hanya itu, untuk mendukung target 20 juta wisman yang telah diproyeksikan Kemenpar, Kemenlu juga memberdayakan masyarakat Indonesia yang sedang atau sudah menetap di luar negeri (Diaspora).
Jumlah diaspora Indonesia diprediksi sekitar 3 juta orang jika dilihat dari data elektronik aplikasi untuk perlindungan. Namun untuk perkiraan jumlah totalnya mencapai 6 juta orang.
"Siapa saja mereka? WNI yang tinggal di luar negeri, masyarakat yang bekas WNI yang tinggal di luar negeri, atau perkawinan silang antara orang asing dan Indonesia, kemudian mereka tinggal di luar negeri. Diaspora inilah yang kita minta untuk menjadi agen promosi di negara yang mereka tinggali," kata Ronny.
"Kontribusi ekonomi mereka pun sudah jelas. Diaspora Indonesia yang ada di Amerika Serikat, berhasil menyumbang 4,7 miliar dollar dalam bentuk investasi. Lalu Diaspora di Qatar yang memberdayakan pemanfaatan teknologi migas di Depok. Tinggal kita tunggu saja kontribusi mereka di sektor pariwisata," tukasnya.
(okezone.com)
Traveler
Apel Hari Jadi ke-242 Pekanbaru, Agung Nugroho Ajak Semua Pihak Perkuat Kolaborasi Pembangunan
PEKANBARU-Walikota Pekanbaru Agung Nugroho memimpin upacara peringatan Hari Jadi ke-242 Pekanbaru yang digelar di halaman Perkantoran Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, Tenayan Raya, Selasa (23/6/2026
Kejati Riau dan Bea Cukai Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Kepabeanan
PEKANBARU -Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau memperkuat sinergi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui pertemuan silaturahmi yang digelar di ruang kerja Kepala Kejati Riau, Senin (22/6/2026).Pe
Seorang Kader Masuk Rumah Sakit Usai Demo di DPRD Riau, IMM Kecam Tindakan Represif Aparat
PEKANBARU-Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Riau mengecam keras tindakan represif dan kekerasan berlebihan yang dilakukan oleh aparat kepolisian saat pengamanan aksi demons
Pengamat Unri Nilai Pemprov Riau Perlu Lebih Kreatif Menggali Sumber PAD
PEKANBARU â€" Pengamat Ekonomi Universitas Riau, Dahlan Tampubolon, menilai Pemerintah Provinsi Riau masih memiliki banyak ruang untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi as
Gandeng Tempo Media, Pemprov Riau Siap Pamerkan Potensi Daerah ke Tingkat Nasional
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau terus berupaya agar berbagai potensi daerah bisa dikenal lebih luas di panggung nasional. Langkah strategis ini diwujudkan lewat penguatan kolaborasi penyebaran in