Rabu, 29 Jul 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Bantu Petani Kelola Gambut Tanpa Bakar, Bupati Siak Afni Zulkifli Minta Dukungan Alat Pertanian Modern

Ekbis

Bantu Petani Kelola Gambut Tanpa Bakar, Bupati Siak Afni Zulkifli Minta Dukungan Alat Pertanian Modern

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 15 Jul 2026 08:43
SIAK - Pengelolaan ekosistem lahan basah yang bernilai tinggi harus berjalan seiring dengan peningkatan taraf ekonomi masyarakat lokal. Demi mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Siak mendesak pemerintah pusat untuk memberikan dukungan sarana dan teknologi modern agar petani dapat mengolah lahan tanpa merusak alam.

Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Siak, Afni Zulkifli saat menerima courtesy meeting Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Edy Nugroho Santoso bersama tim Proyek Integrated Management of Peatland Landscapes in Indonesia (IMPLI) di Zamrud Room, Rumah Rakyat, Selasa (14/7/2026).


Pertemuan ini secara khusus membahas tindak lanjut implementasi Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) Kabupaten Siak Tahun 2025â€"2055, sekaligus rencana pembangunan Eco Edu Park atau museum gambut yang diproyeksikan menjadi aset edukasi bernilai tinggi di masa depan.

Tantangan Petani dan Kebutuhan Alat Modern

Dalam arahannya, Bupati Siak, Afni Zulkifli menjelaskan bahwa instrumen utama dalam menjaga kelestarian alam ini terletak pada keseimbangan kesejahteraan warga. Menurutnya, karakteristik budidaya di lahan basah memerlukan perlakuan dan modal yang jauh berbeda dibandingkan dengan lahan mineral.

"Intinya harus bersahabat dengan gambut. Namun persahabatan antara manusia dengan gambut tetap saja indikatornya pada ekonomi, kesejahteraan, dan modal. Mengolah lahan gambut dengan lahan mineral tentu berbeda," kata Afni Zulkifli.

Ia menambahkan, regulasi negara melarang keras aktivitas pembakaran lahan. Namun di sisi lain, para petani di lapangan masih dihadapkan pada keterbatasan alat penunjang yang membuat proses kerja menjadi tidak efisien.

"Negara mengharapkan tidak terjadi kebakaran, maka harus mengolah lahan tanpa bakar. Sementara petani kita mengolah tanpa bakar, hanya mengandalkan alat seadanya, cangkul dan parang itu sangat berat. Kami mohon dukungannya pak untuk alat pertanian juga yang bisa diaplikasikan di lahan gambut," ujarnya.

Melalui dukungan teknologi yang tepat, pemerintah daerah berharap demplot-demplot pertanian percontohan dapat terus diperbanyak guna menemukan formula budidaya terbaik. Jika masyarakat tidak mendapatkan kepastian profitabilitas yang menjanjikan dari metode ramah lingkungan, risiko alih fungsi lahan yang mengancam ekosistem akan semakin tinggi.

Proyeksi Eco Edu Park dan Pusat Riset Internasional
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Siak menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi pembangunan Eco Edu Park sebagai pusat pembelajaran dan laboratorium pengelolaan gambut yang kredibel. Penyusunan Detail Engineering Design (DED) kini menjadi prioritas utama sebelum membuka ruang kemitraan yang lebih luas.

"DED ini penting. Semua bermula dari DED dulu. Begitu DED selesai, baru kita tawarkan untuk kolaborasi bersama. Kami siap kalau Kabupaten Siak dijadikan lokasi pengembangan. Mudah-mudahan Eco Edu Park ini menjadi legacy kita bersama sekaligus pusat pembelajaran pengelolaan gambut," ungkap Afni Zulkifli.

Di sisi lain, Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut KLH/BPLH, Edy Nugroho Santoso memaparkan bahwa Proyek IMPLI dirancang untuk mengintegrasikan program perlindungan lingkungan dengan peningkatan kapasitas masyarakat di akar rumput.

Untuk wilayah Siak, program tersebut difokuskan di Kampung Dayun dan Kampung Rawa Mekar Jaya sebagai pusat percontohan yang menggabungkan perlindungan keanekaragaman hayati dan pemberdayaan ekonomi.

"Harapan kami, apa yang sudah dilakukan di dua lokasi ini dapat menjadi pembelajaran untuk direplikasi di desa-desa gambut lainnya. Kami juga berupaya mengintegrasikan program ini dengan kegiatan pemerintah daerah, kementerian maupun para pemangku kepentingan agar manfaatnya semakin luas," ringkas Edy Nugroho Santoso.(goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/bantu-petani-kelola-gambut-tanpa-bakar-bupati-siak-afni-zulkifli-minta-dukungan-alat-pertanian-modern.html

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki