Sabtu, 09 Mei 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Hanya Naik Rp 50 Per Kilogram, Harga Jual Karet di Kuansing Riau Naik Tipis Jelang Lebaran

Hanya Naik Rp 50 Per Kilogram, Harga Jual Karet di Kuansing Riau Naik Tipis Jelang Lebaran

admin
Kamis, 21 Mei 2020 16:28
Ilustrasi
TELUK KUANTAN - Menjelang Idul Fitri yang tinggal menghitung hari, harga jual karet di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau mengalami kenaikan tipis.

Hal ini berdasarkan hasil lelang pada Senin malam (18/5/2020) lalu.

Dalam lelang tersebut, harga karet terjual sebesar Rp 6.410 per kilogram.

Bila dibandingkan dengan pekan lalu, hanya mengalami kenaikan Rp 50.

"Ada kenaikan. Naik tipis," keluh Ketua Asosiasi Petani Karet Kuantan Singingi (Apkarkusi) Sepriadi, Kamis (21/5/2020).

Wajar Sepriadi mengeluh walau harga ada kenaikan.

Sebab kenaikan ini tidak sebanding dengan besaran penurunan yang kadang mencapai Rp 400.

Dikatakannya, dalam lelang tersebut, pihaknya membuka harga dasar sebesar Rp 6.400.

Sayang, penawaran hanya naik sedikit dari harga dasar.

"Pabrik Medan (Sumut) yang menang lelang. Dari Sumbar nawarnya lebih rendah, " ucapnya.

Dalam lelang tersebut, sebanyak 53 ton karet terjual.

Selama pandemi corona ini, harga jual karet di Kuansing anjlok.

Diperkirakan, distribusi karet ke luar negeri tidak lancar sehingga banyak digudang pabrik karet.

Pada Februari lalu, harga karet masih di kisaran Rp 9.000-an per kilogram.
Namun, memasuki Maret, harga mulai turun hingga harga saat ini.

Sistem pelelangan ini sendiri dimulai sejak Juli tahun lalu.

Seluruh pengurus kelompok tani/Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) / Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang melaksanakan pemasaran karet secara bersama bersama.

Melaksanakan pemasaran Bokar dengan sistem lelang secara bersama dan serentak dengan menetapkan satu pemenang lelang dan satu harga pada satu waktu dan satu tempat yang bersamaan.

Penetapan harga bersama dengan perwakilan perusahaan.

Harga hasil penjualan dengan sistem lelang ini lebih tinggi dari harga dari toke-toke karet lokal di Kuansing.

Walau demikian, 99 persen petani karet di Kabupaten Kuantan Singingi tidak mau bergabung dengan asosiasi dan mengikuti penjualan karet dengan sistem lelang.

Sejauh ini, 99 persen petani karet di Kabupaten Kuantan Singingi lebih memilih menjual ke toke-toke lokal hasil panen kebun karet.
Sisanya, 1 persen, ikut sistem lelang yang diinisiasi Pemkab Kuantan Singingi.

Sumber: tribunpekanbaru.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.